RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 032


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave


Like and Comments. Thank You.


*Happy Reading*


Rakha mendapat pesan dari Khania jika hari ini ia tidak bisa


masuk kerja. Ada hal penting yang harus ia lakukan. Rakha pun mengerti. Ia juga


memiliki hal lain untuk dilakukan. Ia sedang menyusun rencana untuk bicara


dengan Alan Thariq. Rekan bisnis mendiang ayahnya yang kini menjadi rekan


bisnisnya.


Rakha tetap menjalani kegiatannya seperti biasa. Meski ia


sedikit kehilangan semangatnya karena tidak melihat kekasih hatinya, namun ia


harus bersikap profesional didepan kliennya. Sedari pagi Dika merasa ada yang


aneh pada atasan sekaligus sahabatnya itu.


“Ada apa denganmu, Rakha?” Tanya Dika.


“Tidak ada, Dika. Tapi… hari ini aku akan melakukan hal


besar.”


“Eh? Apa itu?”


“Aku tidak bisa lagi melanjutkan pertunanganku dengan Disha.”


“Apa? Jangan bilang kau…”


“Iya, aku akan membatalkan pertunanganku dengan Disha hari


ini.”


“Rakha!” Entah kenapa Dika tidak suka dengan keputusan Rakha


kali ini.


“Aku mencintai Khania. Aku tidak bisa melepaskannya. Aku tidak


mau menyakiti Disha lebih dari ini.”


“Lalu bagaimana perjanjian bisnis dengan Tuan Alan?”


“Aku akan mengurusnya. Meski kita nantinya terpuruk, kita


pasti bisa melalui ini. Percayalah padaku!”


Dika masih tidak habis pikir dengan pemikiran sahabatnya


itu. Namun apapun keputusan Rakha, pasti dia sudah memikirkannya dengan matang.


“Terserah kau saja, sob. Aku pasti akan mendukungmu…”


Tanpa Rakha ketahui, Dika menghubungi Disha. Ia meminta


bertemu empat mata dengan Disha sekarang juga. Karena saat ini Rakha sedang

__ADS_1


rapat, jadi Dika bisa pergi keluar kantor sementara waktu.


Dika menemui Disha di lokasi pemotretan yang sudah


diberitahu sebelumnya oleh Disha.


“Dika? Ada apa kau ingin menemuiku?” Tanya Disha di


sela-sela waktu break shooting.


Dika membawa Disha agak menjauh dari lokasi pemotretan.


“Disha… Maaf jika aku harus memberitahu hal ini. Tapi…”


“Dika, sebenarnya ada apa?”


Dika sedikit ragu. Ia tidak tega melihat kesedihan Disha.


“Rakha berencana menemui ayahmu.”


“Heh, apa? Rakha mau menemui ayahku?”


“Iya. Dia… ingin membatalkan pertunangan kalian.”


“Apa?” tubuh Disha meremang mendengar penuturan Dika.


“Tidak! Ini tidak mungkin! Aku tidak akan pernah berpisah


dengan Rakha. Tidak!!!” teriak Disha. Disha segera meninggalkan lokasi


pemotretan dan akan menemui ayahnya.


“Disha!!!” teriak Dika namun Disha terus berjalan cepat


kemana mobil Disha pergi.


Ternyata memang benar jika Disha menemui ayahnya. Sekretaris


ayahnya melarang Disha untuk masuk kedalam ruang kerja ayahnya karena ayahnya


sedang ada tamu. Namun Disha tak mengindahkan perkataan sang sskretaris dan


menerobos masuk.


Dan Disha makin syok saat tahu siapa tamu yang sedang


bersama dengan ayahnya.


“Rakkha?!” ucap Disha tak percaya.


Dika yang mengikuti Disha juga tidak percaya jika Rakha


berbohong padanya. Ia tidak sedang rapat melainkan menemui Alan Thariq.


“A-Ayah… Apa yang ayah bicarakan dengan Rakha?” Tanya Disha terbata.


“Nak…”


“Tidak! Tidak, ayah! Aku tidak akan membatalkan


pertunanganku dengan Rakha!” teriak Disha dengan berurai air mata. Disha jatuh


terduduk. Ia terus berteriak.

__ADS_1


“Bangunlah, Nak!” Alan berusaha memapah putrinya dan mendudukkannya


di sofa.


“Disha, maafkan aku…” kini Rakha membuka suaranya.  “Bukankah sudah kubilang jika aku tidak bisa


bersama denganmu… Jika kita terus melanjutkan pertunangan ini, maka kau akan


tersakiti, Disha. Aku melakukan ini karena aku menyayangimu sebagai adikku.”


“TIDAAAAKKKK!!!!”


Alan memberi isyarat agar Rakha keluar dari ruangannya. Rakha


pun mengerti. Ia pun undur diri dari ruang kerja Alan Thariq.


Dika mengikuti Rakha di belakangnya. “Bos!” panggil Dika.


“Ada apa? Jika ingin bicara, kita bicara dikantor saja.” Balas


Rakha.


Dika tidak memiliki pilihan selain menuruti keinginan Rakha.


Sementara itu, Alan masih berusaha menenangkan Disha yang


masih terisak. Alan tidak tega melihat putrinya begitu menderita. Tapi ia juga


tidak bisa memaksa Rakha untuk menikahi putrinya.


“Kenapa ayah menyetujui pembatalan pertunnangan ini? Ayah tahu


jika aku mencintai Rakha…” protes Disha saat mulai tenang.


“Dengar, Nak, kau tidak bisa memaksakan cinta. Kau akan


menderita karena itu.”


“Tapi, ayah…”


“Nak, untuk sementara terima saja dulu keputusan Rakha.”


“Maksud ayah?” Disha mengerutkan dahi.


Alan menepuk pelan bahu Disha. “Kau tahu ‘kan siapa ayahmu


ini?”


Disha mulai menunjukkan senyumannya. “Hmm, aku mengenal


ayahku dengan baik. Tapi ayah… Jangan sampai menyakiti Khania ya. Dia adalah


temanku.”


“Hahaha, kau ini. sudah terluka masih saja membelanya. Kita lihat


saja nanti. Apakah Rakha sanggup jika harus kehilangan gadis itu sekali lagi?”


Disha tersenyum menyeringai pada Alan, begitu juga


sebaliknya.


#bersambung…

__ADS_1


__ADS_2