RaKhania

RaKhania
RaKhania ~ 030


__ADS_3

Halo readers kesayangan mamak, RaKhania is back! Don’t forget to leave


Like and Comments. Thank You.


*Happy Reading*


Ray melihat semua kemesraan yang terjadi antara Rakha dan


Khay. Ia cukup tenang karena ternyata Khay pulang ke apartemen. Tak mau


berlama-lama melihat kemesraan mereka berdua, Ray memutuskan untuk masuk ke


dalam apartemen. Tak lama mobil Rakha pun melaju pergi dari sana dengan membawa


serta Khay didalamnya.


Rakha membawa Khay ke suatu tempat. Hari ini Rakha hanya


ingin berdua saja dengan Khay. Satu minggu ia berkutat dengan pekerjaan, dan


kini ia ingin menghabiskan waktu dengan kekasih tercinta.


“Kita mau kemana, Rakha?” Tanya Khay antusias.


“Kita akan pergi ke taman hiburan.”


“Hah? Benarkah?” mata Khay berbinar. Bagaimana bisa Rakha


tahu apa yang diinginkan oleh Khay. Sebelumnya Khay memang sangat ingin pergi


ke taman hiburan bersama dengan Khania. Namun tidak pernah terwujud karena


Khania meninggalkannya lebih cepat.


Khay berteriak girang saat memasuki area taman hiburan. Khay


menarik tangan Rakha untuk menaiki wahana yang ada disana.


“Aku ingin menaiki semua wahana yang ada disini.” Ucap Khay.


“Iya sayang. Kita akan menaiki semuanya.” Jawab Rakha dengan


tersenyum.


Rakha tahu jika datang ke taman hiburan adalah impian Khania


sejak lama. Dan ia belum bisa mewujudkan impian kekasihnya karena Khania keburu


menghilang.


Khay tertawa lebar karena berhasil menaiki wahana yang


sangat ia inginkan bersama kakaknya. Meski usianya tidak lagi muda, tapi

__ADS_1


kesenangan seperti ini membuatnya sangat bahagia untuk sejenak melupakan beban


dihatinya yang cukup banyak.


Namun ketika turun dari satu wahana, Khay terdiam. Ia


teringat akan kakaknya yang juga ingin datang juga ke tempat ini. Tak terasa


buliran bening mengalir ke pipi Khay. Membuat Rakha terheran dengan sikap Khay yang


tiba-tiba murung.


“Sayang, kau kenapa?” Tanya Rakha.


Khay menggeleng. “Tidak apa. Maaf ya, aku tiba-tiba jadi mellow.”


Khay memegang kedua tangan Rakha.


“Sayang, sudah malam. Ternyata kita sudah seharian ada


disini. Kita pulang yuk!”


Khay mengangguk. “Tapi aku lapar. Kita makan dulu ya!”


Rakha mengangguk dan merangkul bahu Khay. Sesekali rakha


menghujani Khay dengan ciuman di puncak kepala Khay. Khay merasa tenang karena


Rakha selalu membuatnya nyaman berada disampingnya.


apartemen. Khay merasa tidak ingin malam ini segera berakhir. Khay masih duduk


di dalam mobil Rakha.


Rakha melirik pada Khay yang tertunduk. Rakha meraih tangan


Khay dan menciumnya.


“Sayang… aku tahu kau tidak ingin aku segera pulang, benar ‘kan?”


“Eh?”


“Aku juga ingin selalu bersamamu. Aku ingin segera menikah


denganmu…”


“Eh? Rakha…” Khay menatap Rakha yang juga sedang menatapnya.


Tidak! Aku tidak mungkin merasakan ini… Rakha adalah kekasih


Kak Khania. Aku tidak boleh begini. Aku harus ingat tujuanku. Aku tidak bisa


seperti ini!

__ADS_1


Khay segera menarik tangannya. “Aku masuk dulu ya! Kau hati-hati


menyetirnya. Terima kasih atas hari ini. Aku sangat bahagia.” Khay segera melepas


sabuk pengaman dan akan membuka pintu.


Namun dengan cepat Rakha menarik tangan Khay dan meraih


tengkuk Khay. Dengan cepat Rakha mendaratkan bibirnya ke bibir Khay. Khay membulatkan


mata karena ini adalah ciuman keduanya bersama Rakha.


Ada rasa bersalah dalam hati Khay. Tapi ia juga sangat


menikmati rasa manis yang dirasakan saat bibirnya disapu oleh bibir Rakha. Tanpa


paksaan Khay membalas ciuman Rakha. Khay sangat terbuai saat ini. Baru kali ini


ia bisa menyerahkan dirinya pada seorang pria. Dan pria itu adalah kekasih


kakaknya.


Nafas mereka memburu kala Rakha melepas pagutan mereka. Rakha


menyatukan keningnya dan Khay.


“Aku mencintaimu, Khania. Jangan pergi lagi. Aku mohon!”


Khay memejamkan matanya. Ia tak sanggup menjawab pernyataan


Rakha. Khay mulai melepaskan diri dari Rakha. Ia berpamitan dan segera keluar


dari mobil Rakha.


Khay berlari kecil menuju kamar apartemennya. Ia berpapasan


dengan Ray saat akan masuk ke kamar.


“Khay, kau baru pulang?” Tanya Ray.


“Hu’um. Aku lelah sekali. Besok baru bicara lagi.” Jawab Khay


lalu melenggang masuk kedalam kamarnya.


Khay merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Ia menghela nafas


panjang. Ia meraba bibirnya dan masih bisa merasakan manisnya bibir Rakha


disana.


Kakak… Maafkan aku… Kurasa aku… Mulai jatuh cinta pada Rakha. Bagaimana


ini, kak? Apa kau akan marah padaku?

__ADS_1


#bersambung…


__ADS_2