
Pagi itu, Khay tidak melihat keberadaan Rich juga Niya. Kakak beradik itu memang jarang sekali tinggal di rumah. Jika ada acara penting saja mereka akan pulang ke rumah.
Khay masih ingat dengan jelas saat kemarin Rich menunjukkan beberapa karya lukisannya kepada Khay. Mata Rich berbinar ceria dan bahagia. Khay ingin sekali bicara pada Rakha.
Namun Rakha amat sibuk hingga sarapan pagi pun ia memegang ponsel. Khay menghela nafas.
Jadi begini rasanya menjadi seorang istri? Diam di rumah, dan hanya menunggu suami pulang. Huh, kegiatan yang sangat membosankan.
"Sayang, apa kau tidak ingin ikut arisan bersama dengan para istri CEO?"
"Eh?" Khay tersadar dari lamunannya. Ia melirik kearah Liana seakan meminta bantuan.
"Biarkan saja Khania memilih kegiatannya sendiri. Kau jangan terlalu memaksanya." bela Liana.
Khay bernafas lega. Ia mengangguk cepat. Usai sarapan, Khay mengantar Rakha hingga ke depan halaman rumah.
"Hari ini apa yang akan kau kerjakan, sayang? Aku tahu kau pasti bosan berada di rumah seharian." ucap Rakha dengan mengusap pipi Khay.
"Mmm, tidak juga. Kemarin Rich mengajakku ke studionya. Rakha, kau harus lihat betapa hebatnya adikmu itu."
"Hentikan, Khania! Sejak dulu dia bermimpi menjadi seniman. Aku tidak menyangka dia akan membujukmu agar berpihak padanya."
"Eh? Bukan begitu..."
"Sudahlah. Kita bicarakan ini nanti lagi ya! Aku ada meeting pagi." Rakha mengecup kening Khay lalu masuk ke dalam mobil.
Khay hanya bisa menghela nafasnya. Ia kembali masuk ke dalam rumah. Ia memeriksa ponselnya. Ada sebuah pesan dari Ken. Khay berpikir sejenak. Ia akan pergi setelah Liana juga pergi ke butiknya.
.
.
Khay tiba di apartemen lamanya dan menuju ke kamar Ken. Ken menyambut Khay dan memintanya duduk.
"Ada apa?" tanya Khay karena melihat ekspresi wajah Ken yang aneh.
"Persis seperti dugaanku, Khay."
"Eh?"
"Ini... Ini adalah hasil tes DNA ketiga orang itu. Dicocokkan dengan data kedua orang tua mereka milik ISS."
Khay menerima sebuah amplop kemudian membukanya. Ia membaca dengan teliti dan terbelalak.
"Apa ini, Ken? Jadi... Rakha hanya sedarah dengan Rich, dan bukan dengan Niya?"
__ADS_1
Khay menutup mulutnya.
Itulah alasan kenapa kamar Rakha di sadap. Niya menyukai kakaknya. Tapi, ternyata bukan kakaknya. Apakah berarti Niya tahu jika dia dan Rakha bukanlah saudara kandung?
Khay menggeleng pelan.
"Tapi, Ken... Yang kudengar dari asisten di rumah Rakha jika Ibu Rakha memang melahirkan seorang anak perempuan. Lalu dimana dia?"
"Itulah yang akhirnya menggelitik rasa ingin tahuku." Ken memberikan sebuah lembaran kertas lagi pada Khay.
Ada dua buah foto disana.
"Hari dan tanggal lahir mereka sama. Meski pada kenyataannya tanggal lahir sang putri kandung sudah dimanipulasi, tapi aku berhasil menemukan kebenarannya."
Khay lagi-lagi tak bisa menutupi keterkejutannya.
"I-itu adalah... Disha?! Jadi, adik kandung Rakha dan Rich adalah Disha?!"
Khay memegangi dadanya. "Bagaimana bisa?"
Ken tahu Khay pasti syok mengetahui ini semua. Tapi disini ia hanya membeberkan fakta yang dia dapat.
"Ini semua terhubung dengan kejadian 10 tahun lalu. Jika dugaanku tidak salah, ada dendam pribadi diantara dua keluarga itu. Alan Thariq dan juga Ardi Wicaksana."
"Awalnya ISS sudah menduga jika target dari komplotan hitam 10 tahun lalu adalah Ardi Wicaksana. Tapi tugas ISS gagal dan Ardi tetap tewas dalam sebuah kecelakaan. Lalu, pimpinan dari komplotan hitam berhasil ditangkap oleh polisi tapi bukan atas kejahatan melenyapkan Ardi. Paman Rein yang bertugas saat itu menangkap Jacob Wilder dengan dakwaan penyelundupan obat bius secara ilegal. Kejahatan tingkat itu adalah yang terberat sehingga Jacob Wilder dijatuhi hukuman mati sekitar tiga tahun lalu."
"Bagaimana Paman Rein bisa melacak keberadaan organisasi jika pengadilan mendakwa Jacob bukan karena kasus tewasnya Tuan Ardi?"
"Itulah kehebatan Paman Rein. Dia cukup cerdas untuk bisa menyelidiki lebih dalam. Dan akhirnya ia juga menemukan kasus tewasnya ayahku saat menyelidiki tentang organisasi hitam. Paman Rein menggali lebih dalam tentang organisasi hitam. Dan ia makin yakin tentang keberadaan organisasi hitam ketika putranya hampir saja menjadi korban dari anggota organisasi yang menyamar."
"Zevanya?"
"Iya. Sejak kasus bunuh diri Zevanya, organisasi hitam mulai menghentikan aksinya dan terus membuat strategi. Mereka tidak melakukan apapun kecuali bisnis obat bius dan obat-obatan terlarang yang terus berproduksi hingga sekarang. Polisi sempat mengendus pabrik mereka, tapi kemudian mereka berpindah tempat lagi. Mereka sangatlah licik karena mereka bisa menyamar dengan sempurna menjadi warga sipil."
"Tapi, Kenapa Paman Rein menyelidiki kasus ini secara sembunyi-sembunyi? Tidak banyak pihak kepolisian yang tahu soal ini."
"Karena itu memang bukan tugas pihak kepolisian."
"Eh?"
"Mengejar dan mengadili organisasi hitam adalah tugas ISS. Kami diperintahkan langsung oleh badan intelijen dibawah titah presiden. Kami bekerja secara sembunyi-sembunyi. Kasus ini sudah mengakar dan sulit menemukan titik terang. Tapi setelah kedatangan Khania masuk kedalam organisasi hitam, semuanya mulai terkuak."
"Heh?!"
"Mungkin kau membenci kakakmu karena dia mencintai orang yang salah. Tapi karena dia kami sudah hampir berhasil menangkap pimpinan organisasi."
__ADS_1
"Meski dia harus mengorbankan nyawanya?" pertanyaan Khay seakan terlontar begitu saja dari bibirnya.
"Terkadang kita harus mengorbankan sesuatu yang berharga untuk mencapai tujuan kita..."
Khay menghembuskan nafasnya pelan.
"Lalu, bagaimana dengan Disha?" Khay kembali ingat pada Disha.
"Jika ini semua berhubungan dengan dendam di masa lalu, itu berarti Disha dalam bahaya, Ken. Kita harus segera menemukannya." Khay mencengkeram lengan Ken dan memohon padanya.
Tidak, Khay. Jangan tunjukkan tatapan itu lagi padaku... Tatapan itu mengingatkanku pada kejadian setahun lalu...
.
.
"Khania!!! Aku akan menolongmu!"
"Tidak, Dai! Kau pergilah!"
"Tidak! Kau tidak bisa melakukan ini!"
"Cepat pergi! Jika tidak mereka akan menangkapmu juga. Kau harus pergi dari sini, Dai. Pergi!!!!"
"Arrrgghhhhh!!!!"
Dengan berat hati aku meninggalkan Khania.
"Aaakkkkhhhh!!!!"
Itulah jeritan terakhir Khania yang kudengar sebelum akhirnya ia masuk kedalam jurang...
.
.
#bersambung...
*Huft! Sudah mulai menemukan titik terang gaess?!
Lalu bagaimana misteri kematian Khania yg sebenarnya? Kita tunggu episode selanjutnya.
Terimakasih kesayangan mamak yg sudah mengikuti cerita ini sampai part ini๐๐๐
mamak lope yu pul lah pokoke ๐ฌ๐ฌ
__ADS_1