
Raja siluman pun bangkit dan menci**m kening Maria. Ia kemudian menghirup dalam dalam aroma dari tu**h Maria yang negitu harum semerbak. Itulah alasan sang raja sangat merindukan dekapan Maria karena Maria memiliki wangi yang tak biasa. Bahkan Kumala yang merupakan istri pertamanya dari bangsa manusia pun tak memiliki harum seperti Maria.
"Apa ada yang menganggu pikiranmu Maria?" tanya Raja dengan penasaran.
"Tidak! Aku hanya sedang merasa sangat kesal saja. Aku merasa bahwa ada saja halanagn ketika aku ingin membalaskan dendam pada Danu dan Ria. Entah apa yang membuat mereka kuat menghadapi teror yang aku lakukan"
"Kalau kau ingin semuanya cepat selesai maka serahkan padaku. Aku akan membunuhnya secara cepat. Aku bisa mengirim beberapa prajurit untuk membunuh kedua manusia biada** itu. Aku akan bawakan kep**la mereka kehadapanmu. Dan setelah itu kau bisa menjadi ratu di kerajaanku"
Maria terdiam. Bukan kematian secara cepat yang ia harapkan pada Danu dan Ria. Ia ingin Danu dan Ria sendiri lah yang mengakhiri hidupnya karena rasa takut dan bersalah yang mereka alami.
Maria hanya ingin Danu dan Ria memilih kematiannya sendiri dengan kesakitan serta rasa pahit yang mereka alami. Entah kenapa semakin hari semakin besar rasa dend dan benci yang dimiliki Maria. Ia bahkan bertekad untuk mendatangkan kematian yang paling mengerikan bagi Danu dan Ria tanpa membuat Sarah terluka sedikitpun.
__ADS_1
"Aku ingin mereka memilih kematiannya sendiri dan kematian mereka dipenuhi dengan rasa sakit luar biasa melebihi kematian ibuku sendiri"
"Aku hanua bisa memberikan kekuatan agar kau mampu melawan dukun yang sudah dikirim Danu serta Ria untuk membasmi dirimu. Bahkan dukun itu pun memiliki iblis yang sangat banyak dan itu akan membahayakanmu. Aku adalah salah satu pengikat dukun itu dengan Ria dan kau dijadikan tumbal olehnya"
Maria yang terkejut seketika menoleh pada raja yang terlihat menundukan kepala. Terlihat jelas penyesalan diwajah raja ketika mengatakan bahwa Maria adalah alat pembayaran yang dilakukan Ria dengan sang dukun.
"Apa kau memang menginginkanku dan ingin aku mengalami kehancuran seperti ini?" tanya Maria dengan bibir bergetar.
"Lalu kenapa kau melakukan hal jahat padaku? Kau ambil kehormatanku secara paksa dan kau pisahkanku dari ibuku tanpa mau membebaskanku saat ibuku dalam keadaan sekarat! Aku bahkan memilih mati untuk membalaskan dendam ini pada wanita ja**ng itu! "
Raja hanya bisa diam dengan wajah yang gusar. Ia benar benar merasa bersalah namun ia bahkan tak tahu bagaimana bisa mengembalikan semuanya seperti semula.
__ADS_1
"Apa aku bisa membantumu untuk balas dendam?"
"Tidak! Sudah cukup adikmu mencoba mencampuri urusanku! Dan kau tak boleh menganggu rencanaku! Aku hanya ingin kau memberikan kekuatan serta mantra yang bisa membuat kedua manusia itu merasa ketakutan. Setelah aku puas melihat mereka menderita aku akan berhenti dan menyaksikan kedua manusia itu mati secara perlahan"
"Adikku?"
"Ya pria so jagoan itu telah ikit campur urusanku"
Dalam hati, raja sangatlah murka dan ingin segera mengetahui apa yang sebenarnya Antareksa inginkan dalam misi. Adiknya yang pendiam dan dingin kini sudah mulai terlihat mencari cara mendekati istrinya yang sekarang raja ingin miliki.
Tanpa mereka sadari, saat ini Antareksa sedang mendengarkan perbincangan diantara keduanya dari balik pintu. Antareksa masih menginginkan Maria bahkan saat ia mendengarkan beberapa suara yang keluar dari Maria dengan sang raja sebelumnya saat berc**n, hatinya sangat sakit dan terluka.
__ADS_1