
Hari ini ia kembali menginjakan kaki ke rumah mewah ini. Setiap sudut masih saja terlihat sama. Dan masih juga terkihat bayang bayang mengerikan saat ibunya dulu dibunuh oleh sesosok ibl** suruhan ayahnya serta Ria.
Saat ini ia berjalan beriringan dengan pengasuhnya semasa hidup. Entah kenapa hatinya ingin sekali memeluk tubuh ringkih wanita paruh baya di sampingnya, namun ia takan pernah menujukan semua empatinya walaupun sejujurnya ia sangat merindukan wanita tua itu.
"Saya antarkan kamu sampai sini saja ya" ucap Bi Darsih pelan.
Maria menganggukan kepala dan tersenyum pada wanita paruh baya tersebut.
"Terimakasih" jawab Maria pelan.
Bi Darsih menatap manik mata perempuan dihadapannya dengan lekat. Ia begitu merindukan sosok Maria, sampai sampai ia merasa bahwa gadis di depannya adalah Maria.
Bi Darsih pun akhirnya berjalan meninggalkan Mira yang tak lain adalah Maria di depan kamarnya.
Perlahan lahan Maria menatap pintu kamarnya dan mulai menelisik setiap ruangan yang masih tetap sama. Namun matanya tertuju pada kamar semasa hidupnya dulu. Ia menatap lekat pintu kamar di hadapannya dengan perasaan hancur. Bayang bayang kematian ibunya yang tragis seolah berputar dikepalanya.
__ADS_1
"Aku akan membalaskan setiap rasa sakit yang ibu derita. Aku berjanji bu" Air mata Maria menetes begitu saja.
Namun ia pun segera menghapus air matanya kala menyadari bahwa Sarah sedang berada di dalam kamar sebelahnya. Akhirnya adik tirinya mulai mengikuti permaianannya.
"Siapa kamu?!" teriak Sarah dengan kencang.
Maria terdiam tanpa suara dan hanya menatap pintu didepannya. Hingga tak lama kemudian Maria pun dengan tiba tiba mentap pada Sarah dengan mengerikan dan senyumnya yang menyeringai.
Sarah yang terkejut pun terduduk diatas lantai tak dapat bersuara. Gadis itu menutup matanya dan Maria yang masih memiliki kekuatan mistis dengan cepat berpindah tempat dsn kini ia tepat berada di belakang tubuh Sarah.
Matanya membulat kala melihat gadis yang sangat cantik kini berada didekatnya bahkan ia pun tak tahu darimana asal gadis yang saat ini ada dibelakangnya.
Si..siapa kamu?" tanya Sarah dengan terbata.
"Maaf sebelumnya jika saya lancang datang kesini. Perkenalkan saya Mira, saya pelayan baru dirumah anda. Saya ditugaskan untuk menjadi asisten pribadi anda" Mira tersenyum kearah Sarah.
__ADS_1
"Ja..jadi kau adalah asisten pribadiku?"
"mengapa Ibu dan Ayah tak membicarakan dulu hal ini padaku" gumam Sarah pelan.
"Ya sudah kamu ikut aku kebawah. Dan temani aku makan didapur" Sarah mengajak Mira turun dari lantai dua dan pergi menuju dapur untuk makan.
Maria yang sudah memiliki identitas sebagai Mira pun mengikuti langkah Sarah untuk pergi menuju meja makan. Ia terus berjalan beriringan dengan adik tirinya yang sangat cantik nan anggun ini. Walau bagaimana pun kelakuan jahat ibu dan ayah dari Sarah, namun Maria takan pernah membenci Sarah sebab gadis di depannya tak mengetahui apapaun tentang masa lalu yang kelam.
Dari kejauhan terlihat Danu dan Ria yang sedang bersantai di atas sofa. Keduanya sedang asik bercengkrama walaupun pikiran mereka saling bertolak belakang.
Sarah yang masih penasaran dengan kehadiran Mira tiba tiba dirumahnya, mulai bertanya pada ayah serta ibunya tersebut. Bahkan dari wajah Sarah sudah jelas terlihat bahwa ia sangat merasa risih dengan kehadiran Mira yang misterius di rumahnya.
Namun setelah ia memikirkan alasan orang tuanya, Sarah pun mulai mengerti, toh memang beberapa hari ini ia mengalami hal mistis dan menyeramkan hingga membuatnya sangat takut untuk diam sendirian dirumah.
Ayah dan ibunya yang sering bepergian tiap bulan, membuat Sarah harus diam dirumah sendirian di kamar, dan Bi Darsih yang tetap berada di kamarnya.
__ADS_1
Sarah yang sudah merasa lapar, mulai mengajak ibu serta ayahnya untuk ikut makan bersama sama. Danu yang melihat kecantikan Mira pun tampak begitu bersemangat dan tak henti hentinya menatap bagian leher serta kaki sang gadis.