
Sore telah tiba. Mentari yang tadi cerah kini berubah menjadi sangat redup. Sarah yang sedari pagi berdiam di kamar seraya menonton film korea kesukaannya hanya bisa terdiam tak bersuara. Ia bahkan tak tahu bahwa ayah dan ibunya saat ini tengah kesusahan dab tak bisa kembali ke dunia manusia.
Mira yang saat ini tengah duduk diruang tamu, sangat terkejut ketika tiba tiba saja Bi Darsih datang kepadanya dengan diam diam.
Sentuhan tangan Bi Darsih di pundak Mira yang tengah melamun segera terperanjat karena terkejut .
"Non"
"Astaga bi! bibi buat saya terkejut" Mira terperanjat dan segera membenarkan posisi duduknya.
"Maaf non, maaf. Saya hanya ingin berbicara hal penting dengan Non Mira"
"Bi, jika bibi anggap saya sebagai anak. Maka jangan panggil aku dengan kata Non. Saya bukanlah majikan bibi. Saya hanya tamu bahkan saya hanya pelayan disini. Jadi bibi panggil nama saya saja gak usah pake non, non segala"
Bi Darsih menganggukan kepala dan mulai duduk disamping Mira.
"Katakan apa yang mau bibi bicarakan. Saya sudah penasaran sekali" Mira menghadapkan tubuhkan ke arah Bi Darsih.
"Emh anu, tapi Nak Mira jangan katakan ini pada Non Sarah. Dan jangan bilang bahwa bibi bicara hal ini kepada Nak Mira ke Tuan Danu dan Nyonya Ria"
__ADS_1
Mira terdiam, ia tahu maksud pembicaraan Bi Darsih kali ini. Ia yakin bahwa Bi Darsih sebenarnya akan mengatakan tentang ibunya yaitu Nirmala.
Mira yang tengah berkecamuk dengan pikirannya segera sadar saat Bi Darsih menepuk pelan pundaknya.
"Nak Mira"
"Eh, i iya bi. Silahkan katakan bi. Saya akan mendengarkan"
"Tapi janji ya jangan takut dan jangan bilang siapa siapa"
Mira menganggukan kepala tanda setuju. Ia mulai menatap Bi Darsih dengan seksama.
"Nirmala? Kenapa bibi yakin bahwa hantu itu adalah dia?" tanya Mira.
"Sebanarnya dulu, Tuan Danu telah menikah dan memiliki seorang putri perempuan bernama Maria. Dia sangat cantik dan tatapan matanya persis sekali seperti Nak Mira"
Mira terdiam kala Bi Darsih berkata demikian padanya.
"Lalu, semuanya berubah ketika ibunya Sarah datang dan memiliki hubungan dengan Tuan Danu. Padahal saat itu bibi yang sudah bekerja dirumah ini puluhan tahu, sangat hafal sifat dan watak Tuan Danu yang sangat mencintai Nyonya Nirmala"
__ADS_1
"Lalu apakah Nyonya Ria melakukan hal yang aneh pada Tuan Danu sehingga ia mencintainya?" Mira memancing Bi Darsih untuk mengatakan kecurigaannya.
"Untuk itu bibi tak tahu, yang jelas Tuan Danu berubah 360 derajat kepada Nyonya Nirmala dan putri semata wayangnya yaitu Non Maria, hingga keduanya meninggalkan dan membiarkan bibi sendirian disini"
Bi Darsih menatap kosong, ia masih sangat merindukan Nirmala dan Maria yang selama ini sudah ia anggap putri dan cucunya sendiri.
"Maksud berubah apa bi? Apa Tuan Danu menjadi tempramental ?"
"Ya, Tuan Danu menjadi sangat arogan dan pemarah. Ia bahkan beberapa kali memukul Nyonya Nirmala ketika Non Maria tak sadarkan diri di rumah sakit"
Maria terkejut ketika mendapatlan informasi bahwa ibunya mengalami kekerasan dalam rumah tangga selama jiwanya diambil oleh raja siluman. Ternyata hidup ibunya begitu hancur bahkan, Maria pun tak bisa membuat luka di hidup ibunya lebih baik saat itu.
Tangan Mira seketika mengepal diiringi dengan matanya yang mulai berkaca kaca.
"Ah, maaf jika bibi malah mengatakan masalah rumah tangga tuan. Bibi sampai lupa ingin menceritakan arwah penasaran Nyonya Nirmala"
"Tidak bi. Katakan saja semuanya, aku ingin mendengarkan. Siapa tahu aku mendapatkan petunjuk dan membantu agar arwah itu tenang"
Bi Darsih mengehela nafasnya dan mulai melanjutkan cerita mengenai pernikahan Danu dan Nirmala yang kian hancur akibat Ria. Namun satu hak yang Bi Darsih tak ketahui, Bi Darsih tak tahu bahwa Danu dan Ria sudah melakukan pesugihan dengan ibl** yang menyebabkan Nirmala menjadi tumbalnya.
__ADS_1