RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
Perlahan pergi


__ADS_3

"Kau bahkan tak tahu jika ayahmu telah menikahi ibumu yang tak laian adalah sahabat dari ibuku? Baik, akan aku katakan semuanya. Kau hanya perlu mendengar dan tak perlu percaya dengan ucapanku"


Sarah mulai terdiam. Ia yang penasaran dengan cerita sesungguhnya dari Maria mulai duduk di pojok ruangan walaupun dengan ketakutan yang mendalam di hatinya.


"Apakah kau siap?" tanya Maria dengan datar.


Sarah menganggukan kepala dan mulai mendengarkan cerita yang keluar dari mulut mengerikan Maria. Maria menceritakan semua masa lalu yang terjadi diantara Danu, Ria dan Nirmala. Sarah bahkan beberapa kali membalas dan menyela perkataan Maria namun dengan bukti yang Maria tunjukan di depan mata Sarah membuatnya tak bisa berlilah. Sarah mulai tahu kebenaran tentang pengkhianatan yang ayahnya lakukan dengan ibunya ketika Nirmala masuh hidup. Bahkan Ria dan Danu dengan kejamnya menumbalkan Nirmala sebagai korban pertama pesugihan yang ia lakukan.


"T..tidak mungkin, kau pasti salah paham. Ibuku tidak sejahat itu" Sarah mulai menggelengkn kepala dan terdiam.


Ia melamun dan saat itulah Maria membawanya melihat masa lalu dimana ia dan ibunya di perlakukan kasar oleh Danu dan Ria. Hingga akhirnya Sarah pun sadar dan mulai kecewa dengan ayah serta ibunya tersebut.

__ADS_1


"Lalu, kenapa kau datang padaku dan membalaskan dendammu ? Ku yakin kau orang yang baik. Mengapa kau melakukan ini pada ibuku?" Sarah mulai meneteskan air mata kala mengingat sang ibu yang semakin kehilangan akal.


"Kau bertanya padaku tentang alasanku membalas dendam? Kau tahu ibumu berhati ibl* dan ayahku pun bukan manusia yang berakal. Mereka telah membunuh ibuku yang sangat ku sayangi dan aku ingin membalaskan setiap rasa sakit yang ibuku rasakan. Kau juga tak ingin ibumu kesakitan, begitu pun dengan aku yang tak ingin ibuku mati begitu saja tanpa mendapatkan ke adilan" Maria mulai menggerakan tangannya hingga membuat lemari yang terdapat di kamar bergetar dan barang barang di atas lemari pun berjatuhan.


"Aku benar benar ingin mereka merasakan kesakitan yang ibuk terima!" Maria tertawa dengan keras hingga membuat Sarah ketakutan dan pergi keluar rumah menuju rumah sakit kembali.


Di jalan pun ia tak henti hentinya meneteskan air mata seraya berlari menyusuri jalanan. Sarah benar benar tak menyangka bahwa ibunya tega merebut ayahnya dari Nirmala yang tak lain sahabatnya sendiri. Selain itu ibunya pun telah tega membunuh Maria yang tak lain adalah kaka tiri Sarah dengan memberikan jiwanya pada raja siluman ular.


Kini Sarah sudah sampai di rumah sakit. Saat ini ia membutuhkan teman untuk meluapkan semua rasa sakit di hatinya dan kekecewaan yang ia tahu tentang ibu dan ayahnya. Sarah mengelilingi rumah sakit untuk mencari Mira yang sudah lama tak ia temukan. Sarah yakin Mira bahkan masih ada di rumah sakit tersebut sebab Mira merupakan pendatang baru dan berjanji akan terus bersamanya.


Sarah yang penasaran ikut berlari menuju kerumunan dan begitu terkejut ketika melihat tubuh wanita yang telah membusuk dengan daging dan kulit yang sudah sangat busuk akibat terlalu lama berada diluar rungan. Mata Sarah mulai mengembun kala melihat wajah gadis itu tak asing baginya bahkan kemarim malam masih berada di sampingnya.

__ADS_1


"Mira!" teriak Sarah dengan keras.


Gadis itu menelusup masuk kedalam kerumunan dan menggoncangbtubuh yang sudah sebagian hancur tersebut. Wajahnya yang bengkak dan rusak, serta beberapa bagian wajah yang berdarah dan terlihat lebab membuat Sarah berteriak dan menangis histeris.


"Siapa yang melakukan ini padamu Mira?! Siapa?!" Sarah terus mengguncang tubuh Mira yang dulu di jadikan tempat jiwa Maria bersemayam.


Ssrah tak tahu jika selama ini tubuh Mira di awetkan dengan mantra mantra yang dimiliki Maria agar bisa memakai tubuh tersebut. Sarah bahkan tak tahu jika selama ini yang ia benci adalah kakak tirinya sendiri.


Dokter pun mulai datang dan menutup hidungnya kala mendekati tubuh Mira yang sudah busuk. Bau bangkai tercium begitu menyengat dan beberapa tubuh yang memar membuat kulit di sekitar tubuhnya mulai terlihat mengelupas.


Dokter mengecek tubuh tersebut dan terkejut ketika mengetahui bahwa tubuh tersebut tak pernah ia periksa sebelumnya dan bahkan ia pun tahu kemarin saat mengecek kondisi Ria, gadis di hadapannya masih hidup dan sehat bugar.

__ADS_1


"Dia sudah lama meninggal" sontak saja beberapa suster perlahan muali menjauh dari tubuh Mira dan ketakutan.


Dokter bahkan sangat takit ketika sadar bahwa selama ini Mira adalah mayat hidup yang bergerak dan melakukan aktivitas tanpa detak jantung dan nafas. Ini semua tak bisa di deteksi dengan medis. Hanya saja dapat diperkirakan oleh dokter jika kematian Mira sudsb terjadi sejak sebulan yang lalu.


__ADS_2