
Raja mulai duduk dan mengenakan kembali pakaian yang ia kenakan sebelumnya. Maria yang sudah merasa bahwa urusannya sudah selesai pun kini mulai bersiap untuk kembali pergi ke dunia manusia.
"Tolong cepat berikan mantra itu"
Raja menganggukan kepala dan mulai meniupkan beberapa mantra tepat ke wajah Maria. Udara dingin dan sensasi yang berbeda membuat Maria terlihat sangat cerah dan bersinar.
"Sekarang aku akan pergi. Tolong jangan urusi urusanku dan bilang pada adikmu ubtuk tidak ikut campur mengenai balas dendam yang akan aku lakukan"
Maria berjalan menuju pintu yang sudah terdapat portal penghubung dunia manusia dan siluman. Tak lupa ia berbalik dan menatap sang raja yang tak berkedip menatapnya.
"Terimakasih" ucap Maria pelan.
__ADS_1
Ia kemudian berjalan menuju portal tersebut dan kini arwahnya sudah kembali ke dunia manusia. Maria menatap sesosok tubuh yang saat ini tengah terbaring diatas ranjang dengan tatapan iba. Sampai saat ini bahkan Maria pun tak tahu tubuh siapa yang ia gunakan.
Entah kenapa tak ada satu pun orang yang mencari tubuh yang ia gunakan bahkan ketika gadis dihadapannya kini sudah menjadi mayat.
"Kasihan sekali kau. Tak ada satu pun yang mencarimu bahkan ketika aku di jalan pun tak ada yang memanggil namamu. Maafkan aku karena telah menggunakan tubuhmu untuk perbuatan jahat"
Maria kemudian masuk kembali kedalam tubuh gadis yang ada di hadapannya. Ia menatap seluruh tubuh indah milik sang gadis dan mulai menatap bekas luka yang ada ditubuh itu.
Maria tersenyum dan mulai menatap cermin dihadapannya.
"Mira sudah kembali. Bahkan kali ini aku akan memberikan rasa takut yang luar biasa untukmu Danu" Maria tersenyum seolah senang dengan identitasnya barunya di tubuh gadis yang ia pakai.
__ADS_1
Ia kemudian menyisir rambutnya dengan pelan dan mulai mengucapkan beberapa kalimat ilmu hitam yang akan membuat wajahnya semakin bercahaya dan terlihat memikat bagi siapapun.
********
Danu dan Ria kini berada di tempat pemujaan ib**. Keduanya kini tengah berdiam diri diatas sebuah batu besar dengan seekor ayam hitam yang siap untuk sang dukun sembelih.
"Aku akan menyiapkan ib*s untuk membantumu menyingkirkan arwah itu. Namun ibli* ini hanya akan mengikat kalian sementara sebab aku tahu kau masih memiliki perjanjian pesugihan dengan ibl** yang lain. Kalian hanya memberi makan saja padanya seorang gadis yang masih per**n untuk dia memuaskan nafsunya. Dan ib**is itu akan datang berwujud seperti mu" Si mbah menunjuk Danu..
Ria dan Danu saling pandang. Keduanya masih bingung dengan apa yang dukun itu katakan. Namun keduanya segera menganggukan kepala sebagai tanda setuju dengan syarat yang ibl* itu mau. Ria pun tak keberatan dengan hal demikian toh yang melakukan itu bukanlah suaminya, melainkan ibl* yang akan berwujud seperti suaminya.
"Baiklah. Kami setuju. Untuk gadis per**an kami bisa mengsanggupinya. Uang kami akan berguna ketika ibl**s itu menginginkan seorang gadis. Aku akan membeli seorang gadis dari tempat hiburan milik rekan bisnisku" Danu dengan percaya diri menyanggupinya.
__ADS_1
"Baiklah kita sekarang akan melakukan ritualnya. Kalian tutuplah mata dan jangan hiraukan pergerakan apapun pada diri kalian. Apapun yang terjadi jangan buka mata"