
Kasus yang saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian sudsh selesai. Tkp dinyatakan bersih dari sidik jari orang lain, kecuali keluarga Danu sendiri.
Saat ini Danu sudah menyatakan semuanya beres sebab ia pun takut bahwa pihak kepolisian akan menemukan kasus kematian Nirmala yang diakibatkan oleh pesugihan yang ia lakukan tujuh belas tahun silam. Danu bahkan akan mengakhiri semua pesugihan yang ia lakukan sebab ia sudah mendapatkan proyek besar di perusahaan yang ia dirikan.
"Terimakasih atas kerja samanya ya pak. Mohon ajukan laporan jika anda mendapatkan teror lagi. Maaf pihak kepolisian tidak bisa membantu menangani kasus yang berkaitan dengan hal gaib. Saya harap keluarga bapak akan baik baik saja"
Danu menjabat tangan pak polisi dan segera melangkahkan kaki menuju luar kantor dengan rasa senang. Ia bahkan terlihat tersenyum ceria padahal saat ini istrinya sudah dinyatakan terkena gangguan mental.
Mobil berjalan menembus padatnya jalanan ibu kota. Danu kini mengendarai mobilnya dengan perasaan gembira sebab ia sebentar lagi bisa menikahi Mira sebab Ria sudah menjadi gila.
Tapi, Danu baru sadar bahwa sejak ia pergi kerumah sakit dan ke kantor polisi, ia bahkan belum melihat hadirnya Mira di rumah sakit. Danu menancabkan gas mobiknya dengan sangat kencang. Ia sudah tak sabar ingin menemui gadis cantik nan menggoda itu untuk ia ajak bicara.
Tak sampai satu jam, Danu kini sudah ada di depan halaman rumah sakit. Danu bahkan sedeikit berlari menuju tenpat ruangab Ria dirawat untuk memastikan kehadiran Mira.
__ADS_1
Namun, Danu yang baru saja sampai terkejut ketika melihat Ria saat ini tengah duduk dan makan disuapi oleh Sarah.
"Ayah sudah pulang?" tanya Sarah dengan senang.
Danu yang masih penasaran dengan keberadaan Mira pun menjawab Sarah dengan seadanya.
"Ya sudah. Seperti yang kau lihat"
"Tentu saja tidak! Ini masalah hantu dan polisi bukanlah ahli dalam hal itu" Danu sedikit membentak Sarah hingga membuat gadis itu kembali fokus menyuapi sang ibu.
Kini mata Ria menatap Danu dengan sangat tajam. Masih ingat betul Ria terhadap sikap serta perlakuan Danu padanya saat malam kejadian mengerikan itu. Danu dengan teganya menampar pipi Ria padahal saat itu Ria sedang kehilangab banyak darah dan sangat lemas.
Ria benar benar sudah hilang rasa terhadap Danu yang sekarang banyak berubah. Bahkan saat ini Danu bahkan tak memeluk tubuhnya ataupun hanya sekedar menanyakan kondisinya.
__ADS_1
"Aku pergi dulu" Danu berjalan meninggalkan Ria, Bi Darsih serta Sarah di dalam ruangan tempat Ria dirawat.
Danu segera berkeling mencari Mira namun nihil, ia tetap tak menemukan gadis tersebut. Hingga saat ia mulai melangkahkan kaki menuju kamar mayat, ia terkejut ketika melhat Mira baru saja keluar dari sana.
Danu berlari dan memeluk tubuh gadis tersebut dan mencium pucuk kepalanya. Sontak saja Mira yang terkejut hanya bisa diam membeku mendapatkan perlakuan seperti itu dari Danu secara mendadak.
"Aku sudah lelah mencarimu. Kau kemana saja Mira?" tanya pria paruh baya itu seraya mulai mendekatkan tubuhnya ke tubuh Mira.
Sontak saja Mira yang merasa terpojok mulai melangkah mundur namun itu semakin membuat tubuhnya kini terhantuk ke tembok.
"Aku sudah lama mencarmi dan menginginkan tubuhmu. Kau menikahlah denganku dan akan ku buat kau bahagia"
Mira yang saat ini merasa sangat jijik pada kelakuan ayahnya sendiri pun mulai ingin sekali muntah dihadapan ayahnya tersebut. Bagaimana mungkin seorang pria beristri mampu mengatakan hal kotor seperti itu pada gadis muda seusia anaknya tersebut.
__ADS_1