
...Apa yang bisa dikatakan oleh angin pada awan yang *hitam...
...Cahaya yang redup kini perlahan bersinar dengan terangnya...
...melihat, mendengar hanya bisa burung lakukan ketika setitik air perlahan turun kemuka bumi...
...Yang dilihat tak selalu salah ...
...Dan yang didengar tak selalu benar...
...Keindahan alam yang fana akan membuatmu terlena dan lupa akan kehancuran sesungguhnya*...
Maria perlahan membuka matanya dan seketika terkejut ketika melihat wajah pria tampan berkulit pucat tepat berada didepan wajahnya. Maria menatapnya dengan tatapan takjub hingga tak sadar ia pun meniup rambut yang menghalangi wajah tampannya.
"Kau menatapku penuh dengan ketakjuban, Aku sudah tahu bahwa aku sangat tampan" suara pria didepannya sontak saja membuat Maria berdiri seketika dan membereskan rambutnya yang sedikit terurai untuk mengurangi kegugupan.
Dengan mata yang masih menutup, Antareksa berhasil membuat Maria gelagapan dan menjauh dari tubuhnya.
"Aku..aku tidak...aku tidak menatapmu. Aku hanya ingin menepuk nyamuk dijidatmu" ucap Maria beralasan.
"Nyamuk? apa itu nyamuk?" Seketika mata Antareksa terbuka sempurna ketika mendengar kata kata aneh yang Matia ucapkan.
"Cepat katakan! apa itu nyamuk?" lanjut Antareksa penasaran.
Maria semakin gugup, ia baru ingat bahwa kini ia berada dialam lain dan mana mungkin siluman seperti Antareksa mengetahui serangga itu.
"Eh...itu.. nyamuk adalah kata lain dari siluman kecil. Di duniaku nyamuk adalah siluman yang bisa menghisap darah"
Antareksa berjalan mendekati Maria, dan ia pun tersenyum melihat kegugupan yang Maria tunjukan.
"Kau sama seperti monyet. Hidungmu sangat besar ketika kau merasa gugup" Antareksa tertawa melihat wajah Maria.
"Berani beraninya kau mengataiku sebagai monyet hah?! dasar kau ular tak punya otak!" Maria yang tak terima dikatai seperti hewan akhirnya membalas perkataan Antareksa dengan kesal.
__ADS_1
Antareksa pun semakin mendekati tubuh gadis didepannya sehingga Maria pun jatuh terduduk diatas ranjang besarnya.
Antareksa mulai mencengkram pipi Maria dan tersenyum licik kearahnya.
"Aku memang tak memiliki otak sebab aku memang seorang siluman. Berbeda dengan kau yang seorang manusia yang memiliki otak namun tak bisa menggunakannya dengan benar"
Pria itu berjalan meninggalkan Maria sendirian dikamarnya dengan pintu yang terbuka lebar. Hingga saat pria itu telah benar benar menjauh dari pandangannya, Maria oun berjalan menuju luar kamar dan terkejut ketika berpapasan dengan wanita cantik yang tak lain adalah istri pertama raja siluman.
"Kau sedang apa disini?" tanya wanjya cantik itu pada Maria.
"Aku..aku... kemarin.."
"Sudah ikuti saya, kau harus terlihat cantik dan juga berwibawa karena kau adalah istri kedua suamiku"
Wanita itu membawa Maria menuju kamarnya yang sangat besar dengan cat berwarna emas menghiasi kamarnya. Sejauh mata memandang, Maria begitu takjub dengan kemewahan yang dimiliki oleh bangsa siluman.
"Kau telah menjadi istri kedua suamiku dan kau sudah cantik sempurna. Hanya saja kau harus mengganti pakaianmu dengan ini" Wanita itu memberikan pakaian indah bermotif bunga dengan warna merah menyala sehingga membuat Maria seolah terkesima dengan keindahan pakaian tersebut.
"Ini untukku?" tanya Maria ragu.
Maria pun segera melangkah pergi karena ingin sekali berganti pakaian.
"Kau mau kemana?" tanya wanita itu tiba tiba saja.
"Alu ingin ganti pakaian. Kurasa tubuhku sudah tak nyaman memakai pakain yang sejak kemarin kupakai"
"Ganti saja pakaianmu disini"
Maria langsung melotot menatap wanita itu. Bagaimana bisa ia berganti pakaian diruangan tersebut dengan adanya seseorang yanv akan melihat tubuhnya. Walaupun dia adalah seorang siluman wanita tapi Maria tetap saja merasa tak nyaman jika berganti pakaian jika ada orang lain.
"Tenang saja aku akan menutup mataku atau aku jika kau tak ingin aku melihat tubuhmu, aku bisa melepaskan terlebih dahulu bola mataku"
Sontak saja perkataan wanita itu kembali menbuat Maria terkejut. Bahkan kali ini perkataannya sontak saja membuat Maria ketakutan.
__ADS_1
"Tak papa, aku akan ganti baju saja disini. Kau tak perlu melepaskan bola matamu itu. Kau bisa menutup matamu atau pun melihat kearah lain dulu"
Maria akhirnya mengalah dan mulai melepaskan pakaian yang sebelumnya ia gunakan. Tubuhnya yang tinggi semampai serta warna kulitnya yang putih bersih sontak saja membuat siluman wanita didepannya ikut iri dengan kecantikan alami yang Maria miliki.
"Oh ya, jika saya boleh tahu, apakah diduniamu saat ini masih sering memakai parutan kunyit untuk membuat tubuhmu bersih seperti ini?" wanita itu mulai bertanya pada Maria.
"Tidak! kami sudah tak memakai ramuan seperti itu. Sekarang duniaku lebih maju dan memiliki produk yang bisa membuat kulit cerah dan bersih"
"Apa itu produk?" tanya wanita itu dengan mengerutkan keningnya.
"Emmhh produk adalah" Maria yang bingung menjelaskan pun akhirnya mengalihkan pembicaraan.
"Maaf jika aku tak sopan selama ini padamu. Jika kau istri pertama raja maka kau adalah ratu dikerajaan siluman ini bukan?"
Wanita itu tersenyum dan kemudian menjawab pertanyaan Maria dengan lembut.
"Aku bukanlah ratu disini. Aku tak bisa memberikan keturun untuk raja sebab anakku sudah mati semua. Ratu disini adalah sebuah gelar yang diberikan pada wanita yang bisa memberikan keturunan bagi sang raja dan keturunan itu haruslah hidup, jika tidak maka gelar ratu itu akan kembali dicabut dan kau akan mendapatkan gelar sebagai istri atau permaisuri biasa"
Maria menganggukan kepala tanda mengerti. Hingga akhirnya ia pun memilih untuk duduk didepan meja rias .
"Bisa kah kau membantuku? ku tahu kau tak sejahat sang raja" Ucap Maria dengan mata yang mulai berembun.
"Aku bersedia memberikan keturunan untuk raja asalkan kau membantuku untuk kembali ke duniaku ketika aku sudah melahirkan anak untuk sang raja. Aku sungguh sangat merindukan ibuku. Ibuku sedang sakit dan tak ada siapapun yang bisa dipercaya"
"Kenapa kau memilih kembali ke duniamu yang penuh dengan kepalsuan? kau harusnya ingin hidup disini. Disini banyak sekali kekayaan yang bisa kau miliki selain itu kau akan mendapatkan gelar sebagai ratu serta kekuasaan yang abadi"
"Aku tak ingin kekuasaan, tahta ,ataupun harta. Aku tak mau apapun disini. Aku hanya ingin ibu saja. Aku hanya ingin ibu" Maria mulai menangis dengan sendu.
Wanita itu pun berjalan mendekati Maria dan mulai mengelus punggungnya dengan lembut.
"Baiklah kalau itu maumu. Aku bisa membantu. Tapi ingat jika kau ingin kembali ke duniamu maka kau harus memberikan keturunan untuk sang raja sebanyak yang ia inginkan. Kau tak boleh kabur ataupun melakukan pelanggaran selama tinggal disini. Kau harus patuh pada peraturan di kerajaan siluman dan kau juga harus menuruti setiap kali raja ataupun adiknya menginginkan tu**ubmu"
Sontak saja Maria bangkit dan menggelngkan kepala beberapa kali.
__ADS_1
"Tidak! tidak! kalian bangsa siluman memiliki ilmu yang bisa membuat wanita di alamku hamil tanpa berhubungan dengan siapapun bahkan dengan bangsamu sendiri. Dan kau mungkin juga bisa membuatku hamil tanpa harus berhubungan dengan sang raja. Lagi pula apa yang kau maksud harus memberikan tu*hku pada adiknya..Aku menikahi sang raja lalu kenapa dia juga bisa menik**ti tubuhku"
"Berhubungan merupakan hal yang bebas yang kami lakukan. Baik secara langsung mau pun tidak. Baik itu bersama pasangan atau pun bukan. Kau hanya diam dan turuti saja jika memang kau ingin kembali ke duniamu. Lagi pula kenapa kau yakin bahwa wanita hamil di duniamu tak pernah berhubungan dengan bangsa kami? perluaslah ilmumu dan kau bisa mengatakannya lagi"