
Sarah mulai keliar kamar tempat ibunya di rawat dan mulai mencari keberadaan Mira yang sejak semalam tak terlihat. Sarah benar benar penasarn dengan apa yang emarin malam Mira katakan padanya mengenai kepergiannya serta ucapannya yang terasa janggal.
Ssrah takut jika Mira sakit sebab semalam suhu tubuhnya yang sangat dingin dan wajahnya pucat pasi seperti mayat. Sarah mulai mencari ke sekeliling rumah sakit dsn bertanya pada banyak orang mengenai keberadaan Mira yang sudah menghilang.
Halaman, toliet serta kantin rumah sakit sudah Sarah telusuri, namun Mira tak kunjung terlihat olehnya. Hingga akhirnya Ssrah yang putus asa pun mulai duduk di halaman rumah sakit dan menundukan kepalanya yang terasa sangat berat.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada ayah dan ibu? Kenapa arwah itu seolah olah sangat membenci mereka berdua? Apa ayah dan ibu telah membunuhnya, sehingga arwah utu tak tenang dan bergentayangan?"
Sarah sangat pusing memikirkan teka teki yang ada di keluarganya tersebut. Ia bahkan mulai berusaha untuk tetap tegar mencari jalan agar semua masalahnya bisa cepat terselesaikan.
"Dan kenapa Mira begitu misterius? Apa dia seorang wanita yang melakukan tindak kriminal ataupun dia wanita yang tidak benar?" Sarah bergumam pelan.
Kedatangan Mira yang misterius membuat Sarah mulai berpikir apakah kehadirannya berkaitan dengan teror teror yang terjadi di rumahnya apakah benar Mira merupakan dalam dari semua teror yang terjadi oada ayah serta ibunya.
"Tapi, jika benar mengapa Mira begutu ingun membuat ayah dan ibu menderita?"
__ADS_1
Sarah mulai berpikir tentang semua kejadian yang telah terjadi di rumahnya. Dimulai dari tatapah ayah pada Mira yang begitu aneh, identitas Mira yang misterius, serta perlakuan ibunya pada Mira yang begitu spesial.
"Apa Mira memakai susuk atau semacamnya?"
"Non" ucap Bi Darsih seraya memegang pundak anak majikannya tersebut.
Sontak saja Sarah yang terkejut, membulatkan matanya dan menatap Bi Darsih penuh dengan kekesalan. Pikirannya buyar seketika sebab rasa keterkejutan yang ia alami benar benar membuatnya hilang fokus.
"Ish bibi bikin saya kaget aja" Sarah memegang dadanya yang masih terasa sedikit sakit.
Ia bahkan beberapa kali mengusap dadanya untuk menetralisir rasa keterkejutan yang baru saja ia alami.
Wanita paruh baya itu pun segera duduk disamping Sarah dan menggenggam tangannya dengan erat.
"Bibi akan cerita tentang kakakmu non"
__ADS_1
Mata Sarah membulat sempurna. Sekarang adalah saatnya Bi Darsih untuk mengatakan semua kebenarannya pada Sarah sebab ia pun yakin bahwa hanya Sarah yang bisa membantu Ria dan Danu sebelum teror ini semakin runyam.
"Kakak?"
"Iya kakak non. Jadi non sebenarnya memiliki seorang kakak perempuan"
Jadi apa yang dikatakan sosok siluman ular di mimpinya itu benar. Sarah memiliki seorang kakak perempuan dari pernikahan ayahnya dengan istri pertamanya.
"Lalu dimana dia bi? Dimana?" Sarah begitu senang dan ingin sekali bertemu dengannya.
Bi Darsih menghela nafasnya dan mulai menutup matanya menahan rasa sedih.
"Kakak Non Sarah sudah lama meninggal bahkan kematiannya hanya berjarak beberapa hari saja dari ibunya"
Sarah menutup mulut seolah tak percaya dengan perkataan Bi Darsih. Jadi kakak perempuannya telah tiada dan itu pun sebelum Sarah lahir.
__ADS_1
"Lalu kenapa ia meninggal bi?"
"Bibi pun tak tahu non tentang kematian kakak Non Sarah. Bibi hanya tahu bahwa kondisi tubuh serta fisiknya baik baik saja, namun entah kenapa jiwanya seolah hilang diambil bangsa jin"