
Mira tersenyum getir. Ia bahkan tak tahu harus mengungkapkan kata apa yang bisa mendeskripsikan ke marahannya pada sang ayah. Danu benar benar telah berubah tigaratus enam puluh derajat dari sifat aslinya semenjak mengenal Ria. Bahkan Danu pun telah berkhianat dari wanita yang sudah membuatnya membunuh sang istri pertama serta anak pertamanya.
Sarah saat ini tengah mencari ayahnya ke sekeliling ruangan rumah sakit. Ia ingin sekali dang ayah kembali peduli terhadap ibu serta dirinya yang saat ini sangat membutuhkan kehadiran sosok pria yang selama ini sangat menyayanginya.
Entah kenapa Danu berubah pada ibu serta dirinya yang dulu sangat ia sayang. Namun, Sarah pun tak pernah tahu bahwa dulu pun sang ayah sudah membuat hati istri pertama serta putri pertamanya hancur gara gara ibu kandungnya. Sarah sadar bahwa ada hal yang ditutupi oleh sang ayah serta ibunya. Namun harus bagaimana lagi ia mencari tahu tentang kebenaran yang membuat keluarganya semakin hancur.
Hingga akhirnya ia pun berniat untuk pulang dan mencari tahu tentang istri pertama ayahnya tersebut dari kamar yang selama inu selali saja terkunci.
Sarah berlari kembali menuju ruangan tempat ibunya dirawat. Ia melihat pembantunya yang saat ini tengah duduk merenung menunggu Ria yang kini tengah beristirahat. Tatapan gadis itu mulai mengembun kala melihat ibunya yang tiba tiba saja menjadi seperti orang gila yang selalu saja berteriak pada sudut ruangan padahal tak ada apapun dan siapapun disana.
"Bi" ucap Sarah membuat Bi Darsih segera bangkit dan berjalan ke arahnya.
"Iya non ada apa? Apa ada hal yang non butuhkan?" tanya wanita paruh baya itu pada Sarah.
__ADS_1
Sarah menggelengkan kepala dan mulai mengulas senyum pada Bi Darsih. Ia memeluk tubuh wanita itu tiba tiba sehingga membuat Bi Darsih sedikit bingung dan terkejut dengan tingkah Sarah.
"Ada apa non?" tanya Bi Darsih dengan heran.
"Terimakasih karena sudah mengabdikan diri pada keluarga kami bi.Terimakasih karena bibi sudah merawatku dari bayi sampai sebesar ini. Terimakasih juga karena bibi sudah mau membantuku dalam situasi sulit seperti ini"
Bi Darsih mulai menatap wajah gadis muda di depannya. Ia benar benar bingung dengan apa yang saat ini di ucapkan oleh Sarah.
"Aku akan pulang dulu ke rumah untuk mencari tahu tentang semua yang terjadi pada ibu dan ayah. Aku juga akan mencari tahu tentang istri pertama ayah dan kenapa keluargaku kini mendapatkan teror padahal sebelum sebelumnya baik baik saja. Aku juga akan mencari tahu tentang kakak perempuanku"
Deg
Bi Darsih membulatkan mata kala mendengar bahwa Sarah ingin mencari tahu tentang Maria. Padahal sebelumnya ia tak pernah mengatakan tentang Sarah yang memiliki seorang kakak tiri dari istri pertama ayahnya.
__ADS_1
"Kakak?"
"Ya, kakak perempuanku bi. Aku akan mencari tahu dimana dia dan seperti apa dia. Aku bahkan ingin sekali bertemu dengannya sebab aku tahu bahwa dia tak ada kaitannya dengan hal ini"
Bi Darsih terdiam. Ia bahkan tak tahu harus mengatakan apa pada Sarah yang saat ini terlihat sangat ceria.
"Apa non baik baik saja?" tanya Bi Darsih dengan sendu.
"Ya tentu bi. Aku baik baik saja. Aku hanya ingin membuat ibu dan ayah sadar dengan apa yang ia lakukan. Aku kasihan melihat kondisi ibu yang jadi seperti ini. Aku juga ingin tahu kenapa ayah jadi berubah'
Bi Darsih mendekatkan dirinya pada Sarah. Ia kemudian tersenyum dan memegang pundak anak majikannya dengan penuh kasih sayang.
"Carilah foto almarhumah Nyonya Nirmala disana. Kau pasti akan tahu bagaimana sosok kakak perempuanmu"
__ADS_1