
Danu menyetir mobilnya dengan sedikit kencang. Hingga tak lama kemudian ia pun sampai di jalaman rumahnya. Malam yang dingin membuat Danu begitu kedinginan. Ia kemudian menatap Ria dan mencoba membangunkannya.
"Hei bangu!" ucap Danu pelan.
"Cepat bangun!" dengab sedikit dorongan dari tangan Danu pada pundak Ria, akhirnya Ria pun terbangun dan mengerjapkan matanya.
"Dimana kita mas?"
" Apakah kau sudah b*ta? Lihat dengan jelas! Ini kita sudah ada di halaman rumah. Cepat keluar dan ketuk pintu. Aku yakin semua irang pasti sudah tidur" Danu sedikit membentak Ria.
Entah kenapa Danu merasa sangat jengkel dan kesal melihat wanita yang dulu sangat ia puja puja. Bahkan kini ia enggan memperlakukan Ria dengan lembut seperti biasanya.
Tok tok tok
"Bi! Buka! Ini aku !" Ria berteriak dengan kencang seraya terus menekan tombol bel rumah yang ada di tembok samping pintu.
"Bi cepat buka!"
__ADS_1
"Dasar pembantu gak tahu diri. Majikan pulang bukannya buka pintu, malah enak enakan tidur" Ria menggerutu dengan kesal.
Danu yang baru saja turun setelah memarkirkan mobilnya pun, berjalan ke arah pintu dan melihat Ria yang masih berdiri di depan pintu rumahnya.
"Masih belum di buka juga pintunya?" tanya Danu heran.
"Belum mas! Aku pikir si kacung itu sedang tidur lelap"
Ria kemudian menggedor kembali pintu rumahbya dengan sangat kencang. Hingga tak lama kemudian langkah kaki yang mendekat ke arah pintu, mulai terdengar.
"Silahkan masuk nyonya. Maaf lama, tadi bibi ketiduran"
"Enak ya kamu tidur! Kami disini dari tadi dan digigit nyamuk!" ucap Ria ketus.
Ia berjalan melewati Bi Darsih yang sedang berdiri di ambang pintu, dan mengmyenggol lengan wanita paruh baya itu cukup keras.
Bi Darsih hanya mampu terdiam seraya menundukan kepala. Ia bahkan menahan rasa sakit penghinaan Danu dan Ria selama puluhan tahun karena ia memang ingin tetap bekerja di rumah majikannya yang sudah menolongnya. Majikannya yang dulu tak lain adalah ayah serta ibunya Danu.
__ADS_1
Danu yang meras lelah segera kembali bersemangat ketika menghirup udara di dalam rumahnya. Apalagi ia mulai mencari keberadaan Mira yang mungkin saat ini juga sedang tertidur.
Bi Darsih yang selesai mengunci kembali pintu rumah majikannya, segera berjalan melewati Danu yang hanya berdiri di depan tangga.
"Tuan sedang apa?" tanya Bi Darsih heran.
"Ah, anu bi. Saya hanya sedang melihat lihat kondisi rumah saya. Apakah rumah saya masih sama seperti kemari kemarin sebelum saya tinggalkan. Apalagi sekarang lagi marak pencurian. Jadi saya hanya melihat rumah saya yang masih bersih tanpa noda"
Bi Darsih yang sedikit bingung dengan jawaban Danu pun mencoba untuk acuh. Bagaimana mungkin majikannya akan berpikir bahwa rumahnya akan kemalingan sedangkan jika pun benar ada pencuri, pasti Bi Darsih ataupun Sarah dan Mira, pasti akan ikut celaka. Mengingat para pencuri jaman sekarang sangatlah kejam dan jahat.
"Ya sudah taun, saya pergi dulu" Bi Darsih berjalan meninggalkan Danunyang masih menatap ke arah pintu kamar Mira.
Hingga tak lama kemudian, Danu pun bergegas menuju kamarnya dan melihat Ria yang sudah terlelap dengan pulas di atas ranjang. Ini kesempatan yang baik untuk Danu.
Ia kemudian berjalan keluar kamar dan pergi ke kamar Mira.
"Gadis itu pasti sedang tidur." gumam Danu seraya tersenyum menjijikan.
__ADS_1