RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
103


__ADS_3

Samar samar terdengar suara Danu yang membentak Sarah membuat Ria mengerjapkan mata dan terbangun. Ia menatap punggung lelaki yang dulu pernah ia rebut dari sahabatnya itu dengan tatapan bingung.


"Ada apa mas? Kenapa pagi pagi kau berkata seperti itu pada Sarah?"


"Sudah diam! Jangan banyak bertanya. Sekarang kau bangun dan siapkan pakaian untukku. Aku akan pergi menemui seorang muci**kari untuk mencarikan gadis yang masih per**n untuk kita tumbalkan nanti malam"


"Kau akan pergi sendirian mas?" tanya Ria heran.


Biasanya Danu akan senang sekali ditemani Ria walaupun mengunjungi sebuah tempat jual beli w**nita. Mereka biasanya akan pergi mencari wanita itu untuk di persembahkan sebagai tumbal ibl*s yang membantu pesugihannya.


"Tentu saja aku akan pergi sendirian ! Aku malu membawamu kesana. Mereka pasti akan mengira bahwa kau adalah pembantuku" jawab Danu dengan kesal.


"Pembantu?! Jangan katakan hal itu padaku mas! Ingat, kau yang dulu meminangku dan mengatakan bahwa aku cantik. Sekarang, kau bahkan mengatakan hal demikian padaku. Yang benar saja"

__ADS_1


Ria bangkit dan segera mengambil pakaiannya yang berserakan. Ia pergi meninggalkan Danu menuju kamar mandi dan segera membilas tubuhnya dengan kasar.


Dalam benak serta pikiran Ria saat ini, ia sangatlah marah dan tak terima dengan perkataan Danu yang begitu menyakiti hatinya. Bagaiamana mungkin Danu mengatakan bahwa dirinya sama seperti pembantu padahal baju yang ia gunakan adalah baju yang sangat bernilai fantastis.


Hingga saat Ria selesai membasahi tubuhnya, ia menatap sebuah cermin yang ada didalam kamar mandi. Tampak dengan jelas kerutan yang ada di dekat kelopak matanya serta pipinya yang mulai terlihat mengendor.


"Mungkin karena wajahku yang sudah tak cantik lagi, ia berani mengatakan hal itu padaku?" gumam Ria seraya menatap cermin..


"Lihat saja mas, aku akan membuatmu jauh bertekuk lutut padaku bahkan kau akan menj*lati kakiku karena terpana dengan kecantikan yang aku miliki. Aku harus secepatnya menemui si mbah yang dulu pernah membuat Danu tergila gila padaku. Aku takan rela jika pria yang sudah mulai tua itu mencampakanku dengan seperti ini" Ria segera memakai handuk dan keluar mengambil pakaiannya didalam lemari.


"Bahkan dia pun pergi tanpa membilas tubuhnya terlebih dahulu. Dia sungguh sangat menjijikan" umpat Ria kesal.


******

__ADS_1


Maria yang baru saja masuk kedalam tubuh Mira segera bangkit dan membasuh muka serta membasahi seluruh tubuhnya dengan air yang mengalir dari shower.


Ia bahkan sudah tahu rencana Danu dan Ria yang akan menyingkirkan arwahnya dengan bantuan sesosok ibl*.


"Aku akan membuatmu ketakutan malam ini Danu" Mira tersenyum menyeringai.


Ia kemudian memakai kembali pakaiannya yang pertama ia kenakan saat masuk kedalm rumah ini untuk mendapat simpati dari Ria.


Ia berjalan menuruni anak tangga dan mendapati Danu yang sedang melahap sarapannya.


Dengan bola mata yang berbinar, Danu bak mendapatkan durian runtuh ketika melihat kaki jenjang Mira yang begitu menggiurkan baginya. Lekuk tubuh Mira yang tercetak sempurna bahkan membuat Danu tiba tiba saja tersedak dan berusaha mengambil secangkir air minum yang ada di dekat lemari pendingin.


"Tuan tak papa?" tanya Mira seraya memberikan air dan tersenyum manis kearah Danu.

__ADS_1


Kancing baju Mira bagian atas yang terlepas, sontak saja membuat Danu senang dan tak henti menatap tubuh Mira yang begitu menggoda. Matanya lekat menatap tak berkedip hingha tak lama kemudian Bi Darsih datang membawa sebuah kain untuk mengelap kompor.


__ADS_2