RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
89


__ADS_3

Mata Sarah membulat sempurna. Ia bahkan tak tahu tentang benda yang disimpan ayah ataupun ibunya dikamar yang selalu saja di kunci di rumahnya. Bagaimana mungkin Sarah bisa masuk kedalam sana, jika kuncinya terus saja di pegang oleh Bi Darsih.


Satu satunya cara yang bisa dilakukan Sarah adalah dengan mencurinya. Mengingat saat tadi sebelum ia masuk kedalam hutan ini, ayah serta ibunya sedang pergi keluar rumah dan entah kapan pulang kembali.


"Ba..bagaimana aku bisa mengetahui siapa kakakku? Aku harus bertanya pada siapa?"


"Tanyakan saja pada orang yang sudah mengabdi di rumahmu. Ia bahkan tahu nama dari istri serta anak pertama ayahmu. Dia adalah kunci pertama untuk kau mengetahui pernikahan ayahmu"


"Lalu, bagaimana kau bisa mengetahui segalanya tentang keluargaku? Bahkan kau tahu nama ibu serta ayahku"


Antareksa terdiam, ia memilih bungkam daripada harus menjawab pertanyaan Sarah.


"Kau cari tahu saja tentang ayah dan ibumu, jangan pernah mencari tahu tentangku. Kau mungkin memiliki waktu lebih singkat bersama ayah dan ibumu sebab semuanya telah dimulai"


"Dimulai? Ma..maksudmu apa?"


Belum selesai Sarah bertanya pada pria dihadapannya, namun Antareksa lebih memilih untuk menghindar dan menghilang bersamaan kabut tebal.


Sarah menatap sekeliling hutan yang begutu gelap dan sunyi mencari sosok pria yang baru saja mengatakan kata kata aneh tentang keluarganya.


"Kau kemana? Katakan dulu siapa kau? Mengapa kau membawaku kesini?" Sarah berteriak dengan keras membuat sekeliling hjtan menggema dengan suaranya.

__ADS_1


Sarah mulai mencoba untuk duduk. Ia membersihkan kakinya yang kotor dan mulai merenung memikirkan perkataan pria misterius yang baru saja ia temui.


"Aoa maksud dari ucapan pria tadi? Apa benar aku memiliki putri selain aku? Apa benar ayah memiliki anak dari wanita yang dulu ia nikahi sebelum ibu? Lalu, dimana sekarang dia?"


"Liontin itu harus aku cari agar bisa mendapatkan informasi tentang kakakku. Dan orang yang mengabdi pada keluargaku sejak lama adalah Bi Darsih dan Mang kadir. Ya, mereka pasti tahu"


Sarah mulai bangkit dan berusaha berjalan dengan kaki yang terasa sakit. Banyak sekali luka lecet di kakinya yang mulus sehingga membuat gadis remaja itu meringis kesakitan.


Sarah terus berjalan menyusuri hutan untuk mencari jalan keluar. Ia bahkan menghiraukan suara suara yang keluar dari semak semak sebab ia ingin cepat sampai dirumahnya. Sarah sadar bahwa dirinya kini berada di dunia lain dan ia sekarang harus mencari portal untuk kembali ke ruamhnya sendirian.


Pria yang membawanya bahkan tak mengantarkannya pulang kembali ke alam manusia namun malah meninggalkannya begitu saja.


"Entah dimana aku kini. Aku harus mencari jalan pulang sendiri di tempat ini" Sarah bergumam sendiri.


Sarah mulai memanggil manggil nama Irma yang tak lain adalah Maria.


"Ibu Irma tolong aku! Tolong bantu aku keluar dari sini! Ku mohon!" Sarah terus saja berteriak dengan kencang.


"Ku mohon bantu aku keluar dari sini!"


****

__ADS_1


Mira yang saat ini tengah berada dikamarnya mulai sadar dengan panggilan dari Sarah yang meminta tolong. Dengan cepat, Mira berlari melihat keadaan Sarah dikamarnya yang saat ini dalam keadaan terkunci.


"Sarah buka pintunya! Sarah cepat buka pintunya!" Mira menggedor gedor pintu kamar Sarah yang terkunci dari dalam.


"Ck si*! Kenapa gadis itu menguncinya dari dalam?" Gumam Mira pelan.


"Kau kenapa? Kenapa meminta tolong?"


Mira pun mencari cara agar pintu Sarah bisa terbuka. Ia mencari cari kunci di laci kamar Danu namun ia pun tak bisa menemukannya. Mungkin Bi Darsih tahu kunci cadangan dari kamar Sarah yang tak lain adalah adik tiri Mira sendiri.


Mira berlari menuruni anak tangga dan mencari keberadaan Bi Darsih. Malam kian larut dan saat pintu kamar Bi Darsih terbuka, Mira melihat Bi Darsih saat ini tengah tertidur pulas.


"Apa aku harus membangunkannya?" gumam Mira pelan.


"Tapi, jika aku membangunkannya mungkin nanti Bi Darsih akan terkena masalah jika Sarah kenapa napa. Aku harus keluar dulu dari tubuh ini"


Mira kembali menutup pintu kamar Bi Darsih dengan pelan dan berlari keluar menuju kamarnya di lantai atas. Mira kemudian membaringkan tubuhnya di atas kasur dan segera keluar dari tubuh wanita yang selama ini ia gunakan.


Jiwa Maria keluar dari tubuh tersebut dan sekarang ia bahkan bisa leluasa menembus pintu ataupun dinding kamarnya sendiri.


Ia berjalan menuju kamar Sarah dan masuk tanpa harus menggunakan kunci. Mira sedikit terkejut ketika melihat Sarah yang tengah terbaring diatas tempat tidur dengan lelap.

__ADS_1


"Apa dia sudah tidur? Tapi barusan ia meminta tolong padaku?"


Mira mulai menatap tubuh Sarah yang diam tak bergerak. Hingga akhirnya ia pun sadar bahwa jiwa Sarah sudah diambil oleh seseorang keluar dari tubuhnya.


__ADS_2