
Kematian Maria benar benar membuat para warga gempar. Setelah kematian Nirmala yang secara mendadak dan misterius kini Maria pun mengalami kematiannya dengan misterius juga.
Beberapa kali warga melohat penampakan hatu diatas pohon didepan rumah Maria hingga membuat mereka yakin bahwa arwah itu adalah arwah Maria yang tak tenang.
Sebagian lagi beranggapan bahwa memang Danu melakukan pesugihan hingga membuatnya menjadi lebih kaya lagi dan sukses.
Namun mereka enggan mengatakan hal tersebut sebab Danu telah banyak membantu mereka ketika dalam masalah seperti ketika mereka memiliki hutang kepada rentenir, mereka akan datang kepada Danu dan Ria untuk meminjam uang mereka.
Tak perduli uang haram atau pun halal, mereka tetap meminjam kepada Danu sebab kebutuhan mereka yang terpepet.
Malam malam telah berlalu. Arwah perempuan yang sering terdengar menangis setiap malam oleh warga membuat mereka enggan keluar diatas jam sembilan malam.
Beberapa orang yakin bahwa arwah tersebut adalah Nirmala sebab seorang pedagang bakso keliling pernah melihat wajah hantu perempuan tersebut dan sangat identik dengan wajah Nirmala.
__ADS_1
Hingga mereka pun enggan membicarakan nama Nirmala dan menggantinya dengan hantu Mala.
Setelah pernikahan Ria dan Danu berjalan enam bulan, akhirnya Ria dinyatakan tengah mengandung dan tak lama kemudian akhirnya Ria pun melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik.
"Akhirnya aku memiliki seorang putri darimu Ria. Terimakasih banyak" Danu mencium kening Ria dengan sangat penuh kasih sayang.
Tak pernah mereka ketahui bahwa Maria senan tiasa mengawasi mereka dari dekat dan telah memiliki rencana balas dendam dengan memggunakan putri mereka yang baru saja lahir.
"Kita beri nama siapa mas?" tanya Ria pada Danu.
Ria tersenyum menatap Danu dan mulai mencium kening putri kecilnya. Dua pasang mata tengah menatap nyalang kepada Danu dan Ria dari pojok ruangan tempat Ria bersalain.
Maria tengah menatap keduanya dengan tataoan penuh kebencian serta rasa amarah yang sangat menggebu. Bayi di pangkuan Ria tiba tiba saja menangis dengan kencang hingga membuat Ria kewalahan untuk menenangkannya.
__ADS_1
Arwah Maria perlahan lahan mulai mendekati sang bayi dan tiba tiba saja mengecup pelan kening putri Ria seraya tersenyum menyeringai.
"Aku akan sering mengajakmu bermain dan ketika usiamu sudah tujuh belas tahun, maka aku akan membuatmu membantu membalaskan dendam ibuku dan tentunya dendamku sendiri. Kau adalah adikku dan kau tak perlu takut, aku akan senantiasa menjagamu. Kau tak memiliki salah apapun padaku dan kau tak ada kaitannya dengan kebencianku pada ibumu. Sarah"
Maria sudah memberi nama pada adik tirinya dengan nama yang selama ini sudah ia persiapkan ketika ibu kandungnya jika memiliki bayi lagi. Nama yang selama ini selalu ia berikan pada boneka cantik dilemarinya kini ia sematkan pada adik tirinya sendiri.
*****
Malam ini arwah Maria dengan sengaja menyimpan tulisan bernama Sarah didalam berkas kantor ayahnya agar sang ayah memberikan nama pada adiknya Sarah.
Danu yang membuka berkas tersebut cukup terkejut ketika melihat selembar kertas berisikan sebuah nama yang cukup menarik perhatiannya.
"Sarah" ucap Danu pelan.
__ADS_1
Ia kemudian memegang kertas tersebut dan mulai memikirkan nama yang cocok untuk anaknya setelah kata Sarah yang ia temukan.
"Sarah Anjelina" gumam Danu seraya tersenyum.