
Danu dan Ria terdiam ddan segera menutup matanya rapat rapat. Hawa dingin mulai mnyeruak, menerpa setiap inci tubuh Danu dan Ria yang kini tengah duduk diatas batu besar.
Merinding sudah tentu. Di kegelapan malam yang seharusnya mereka tertidur, kini keduanya malah harus melakukan perjanjian kembali dengan sosok ibl** yang akan membantu mereka menyingkirkan arwah yang Danu dan Ria yakini adalah arwah Nirmala.
Ria bahkan yakin bahwa arwah yang ia pikir Nirmala itu ingin membalaskan dendamnya kepada Ria karena sudah menghasut Danu menjadikannya sebagau tumbal pesugihan.
Harta dan kekayaan yang Danu miliki seolah tak akan berhenti datang sebab arwah itu terus saja menganggu ketenangan mereka. Bahkan Ria sampai kini belum bisa perhi berbelanja ke salah satu mall besar di kota seperti biasanya ia lakukan.
Tiba tiba saja ada sentuhan dingin tepat diarea sensitif Ria hingga membuatnya terkejut dan sedikit takut. Bahkan ia tak memiliki pikiran bahwa sentuhan itu berasal dari tangan suaminya.
Andaikan saja suaminya tahu, mungkin saja suaminya akan membantu menyingkirkan tangan tersebut atau bahkan dia akan diam saja karena sama takutnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian suara tawa berat yang berasal dari arah depan keduanya begitu menggelegar memekakan telinga. Ria dan Danu yang terkejut semakin takut sebab suara ibl** itu sangatlah kencang dan menggema.
"Dia sudah sampai, kalian bisa membuka mata kalian" si mbah mulai berbicara pada Danu dan Ria.
Perlahan lahan keduanya mulai membuka mata dan sontak saja keduanya ketakutan ketika melihat sosok tinggi besar berbulu kini tengah menatap keduanya dengan tatapan menjijikan. Bahkan bagian sensitif ibl** itu jelas terlihat oleh Ria hingga membuatnya ketakutan bercampur jijik.
Bau busuk mulai menyeruak ke sekitar hutan. Bahkan Ria yang tak tahan pun beberapa kali sempat mual namun sebisa mungkin menahan agar dirinya tak muntah sebab takut membuat ibli** itu marah dan murka.
"Apa yang membuat kalian memanggilku manusia!?"
"Ankmu ini ingin meminta perlindungan serta ingin meminta bantuan darimu"
__ADS_1
"Bantuan? Hahahahaha sungguh hanya akulah yang bisa membantu kalian dalam masalah yang sedang dialami? Hahahahah aku senang karena kalian memanggilku"
Ria dan Danu hanya bisa menundukan kepala. Tubuh keduanya terlihat bergetar karena menahan takut.
"Baiklah aku akan membantu kalian asalkan syarat dalam perjanjian ini harus kalian penuhi"
"Ka..kami siap. Kami akan memberikan tumbal gadis pe**n untukmu. Asalkan kau binasakan arwah set**n jala**ng itu!" Danu segera bangkit dan memegang tangan Ria erat.
"Bagus! Aku suka kalian bisa penuhi apa yang aku mau. Ingat! Berikan gadis itu setiap bulan tiga kali. Aku akan datang ke rumahmu" ucap ibli* dengan senyum menyeringai.
"Kalian siapkan saja kamar khusus untuk ibl* ini melakukan apa yang ia mau. Ingat! Jangan sampai ada orang yang membukanya selain pria dan wanita yang akan kalian tumbalkan. Jika sampai ada gadis yang bukan tumbalnya datang, maka mau tidak mau ia harus melayani ibl* ini bahkan ketika ia menginginkannya. Hiaslah kamarnya seperti kamar pengantin" si mbah mulai berjalan kearah Ria dengan wajah yang datar.
__ADS_1
"Ba...baiklah mbah. Kami akan siapkan satu kamar khusus untuk ibl** ini."
Ria menatap Danu seolah berkata ia takut bahwa Sarah akan membuka pintu kamar yang nantinya akan ia gunakan tempat berc**nta sang ibl**.