
Ria dan Danu tampak kelimpungan ketika mengetahui kondisi Maria semakin memburuk. Terkebih lagi ketika mendengar bahwa Nirmala akan memanggil seorang kiyai untuk membantu menyingkirkan ilmu hitam yang dibuat oleh mereka.
"Ini gawat Mas. Irma pasti akan menggagalkan rencana kita selama ini. Jika dia tak mati maka semua harta kita akan hilang, kita akan jatuh miskin dan yang paling parah lagi kita akan mati mas" Ria begitu takut dengan rencananya yang gagal.
"Kau benar Ria. Aku takan membiarkan Irma memanggil kiyai manapun dan aku takan rela jika aku kembali jatuh miskin lagi" Danu merasa ketakutan dan mulai merencanakan hal yang licik.
"Kalau begitu kita harus menemui si mbah malam ini juga mas. Kita harus membicarakan tentang penumbalan Irma secepatnya agar dia tak bisa melakukan apapun. Jika sampai ia berhasil sembuh dan memanggil kiyai, maka kita sendiri yang akan repot, terlebih lagi orang orang pasti akan tau jika kita melakukan pesugihan" Ria kembali mengompori Danu agar secepatnya menumbalkan Nirmala.
Danu mulai melajukan mobilnya menuju pulau Jawa. Ia kembali menuju si mbahnyang membuatnya terikat dengan perjanjian ghaib ini.
Tak lupa Danu membeli bunga tujuh rupa serta kemenyan dan satu ekor ayam hitam yang akan ia gunakan sebagai persembahan ritual.
__ADS_1
Perjalanan yang ditempuh cukup sangat jauh dan pastinya membuat Danu dan Ria akan kelelahan dijalan. Danu memandang Ria dari kaca didepannya. Ia begith aneh dengan wajah Ria yang mulai kusam dan tak seperti biasanya.
"Kenapa wajahmu terlihat seperti itu Ria?" Danu mulai bertanya pada Ria.
"Memangnya kenapa mas? apa ada yang aneh?" Ria balik bertanya pada Danu.
"Ah, tidak! aku hanya melihat wajahmu sedikit kusam dan tak bercahaya. Apakah kau sakit? atau perawatan wajahmu berubah lagi?"
"Ah...ini..ini pasti karena krim malamku sudah habis mas. Jadi aku tak memakainya. Mungkin besok jika ada waktu aku akan kembali membelinya dan pastinya aku akan cantik lagi mas. Kau tak usah khawatir" Ria yang cemas berusaha meyakinkan Danu agar tak merasa curiga.
Ria mulai ingat jika susuk yang ia gunakan mungkin sudah terlalu lama dan membuat wajahnya sedikit kusam. Terlebih lagi pelet yang ia gunakan untuk memikat Danu sudah cukup lama tak melakukan ajian baru, hingga ia pun memutuskan untuk kembali melakukan ritual peletnya pada Danu agar ia tak berpaling.
__ADS_1
"Nanti jika kita sudah membuat Nirmala mati, aku akan pergi ke kampung dulu agar orang orang tak merasa curiga dengan kematiannya mas. Jika semuanya sudah sedikit tenang dan kematian Irma sudah cukup lama, aku akan kembali menemuimu san kita menikah" Ria mulai menyusun rencana setelah kematian Nirmala terjadi.
"Tapi aku tak bisa jauh jauh darimu sayang" Danu mencium tangan Ria dengan lembut.
"Kau sabarlah sedikit mas, lagi pula aku takan lama pergi. Aku hanya ingin membuat warga di rumahmu tak curiga ketika kematian Nirmala nanti. Jika aku ada disana dan keadaan Maria belum pulih maka akan ada isu bahwa kita membunuh istrimu agar kita bisa menikah. Terlebih lagi Maria sampai sekarang belum sadarkan diri"
Danu mengehela nafas. ia cukup merasa berat ditinggal Ria lama lama. Berbeda dengan dirinya yang saat ini menginginkan sekali Nirmala mati.
"Ya sudah jika itu maumu. Kau boleh pulang,, asalkan kau ingat, tak boleh dekat dengan lelaki lain! dan kau tak boleh pergi lama lama dariku ya sayang" Danu mulai menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang ditumbuhi dengan pepohon lebat.
Dan perlahan lahan Danu pun mulai mendekatkan bibirnya ke wajah Ria hingga akhirnya ia pun men**im bibir Ria dengan sangat lembut.
__ADS_1