
Antareksa perhi berlalu meninggalkan Maria yang.kini menatapnya dingin. Hingga tepat hari ini adalah usia ke tujuh belas tahu Sarah dan ia akan membuat gadis itu menuruti apa yang ia katakan untuk membalaskan dendamnya pada Danu dan Ria.
"Aku akan pergi dari kerajaan siluman ini, meninggalkan semua kepahitanku selama ini dan aku juga akan terbebas dari anak siluman itu" Maria bergumam dengan penuh kebencian.
Ia mulai berjalan menuju kamarnya dan mulai menyiapkan apa saja yang akan ia bawa untuk tinggal di rumah semasa hidupnya. Tak dapat dipungkiri jika Maria kini memang berdiri sendiri tanpa siapapun yang menemaninya. Ia bahkan tak sadar bahwa Antareksa mengikutinya dari belakang dan mengintip kegiatannya dari celah pintu.
Maria mulai menyelipkan tusuk konde yang raja berikan sebelumnya untuk berjaga jaga jika sampai seorang kiyai mencoba melenyapkannya.
"Semuanya sudsh beres dan sekarang aku akan pergi menemui pria itu" Maria mulai berjalan menuju liar kamarnya untuk pergi menemui raja.
Maria akan menangih janjinya sekarang pada raja untuk mengirimnya ke dunia manusia agar bisa membalaskan dendamnya yang sudah ia simpan selama tujuh belas tahun ini.
__ADS_1
Pintu diketuk dengan kencang, hingga membuat raja tergesa gesa membukanya. Raja menatap wajah Maria yang datar dan mulai menyuruhnya untuk masuk kedalam kamarnya.
Raja mulai menghela nafas sebab ia tahu bahwa ini adalah hari dimana Maria akan meninggalkan dirinya sendiri. Tapi raja sudah menyiapkan rencana agar Maria selalu terikat dengan kerajaannya.
"Kau yakin akan pergi sayang?" tanya raja meyakinkan.
"Jangan pernah memanggilku seperti itu! Ingat! Kau jadikan aku sebagai pemuas nafsumu dan aku pun telah melahirkan keturunan untukmu. Jangan sampai kau terhanyut dalam hubungan ini dan membuatku gagal menjalankan balas dendamku pada Danu. Kau cukup kirim aku ke dunia manusia saja dan jangan ikut campur urusanku. Paham!" Maria menatap nyalang ke arah raja.
Raja mulai memejamkan mata dan membaca mantra untuk membuka portal akses menuju dunia manusia.
Tanpa mereka sadari dari celah pintu terlihat Kumala yang tersenyum bahagia, sebab Maria yang selama ini ia jadikan saingan, akan pergi meninggalkan kerajaannya. Wanita Mata wanita itu tampak berbinar ketika melihat portal yang menghubungkan kerajaannya mulai terbuka.
__ADS_1
Antareksa yang saat ini tengah menidurkan putrinya sangat terlihat gelisah. Tanpa ia sadari bahwa perasaannya terhadap Maria begitu kuat. Ia ingin sekali bersama Maria terlebih lagi Maria yang dulu sangatlah pokos walaupun sangat menyebalkan.
"Aku ingin bersamamu tapi kau telah merubah sifatmu begitu jahat. Aku sungguh tak mengenalmu yang sekarang. Aku sungguh sangat mencintaimu yang dulu Maria" teriak Antareksa frustasi.
Maria mulai memejamkan matanya dan mengingat kejadian kejadian menyakitkan dalam hidupnya. Matanya mulai menteskan air mata kala mengingat kejadian ibunya yang menjadi tumbal pesugihan ayahnya sendiri.
Tujuh belas tahun ia memendam rasa amarah didalam hatinya dan kini lah saatnya ia membalaskan semua luka itu sendirian.
"Pergilah dan jaga dirimu baik baik. Aku akan menunggumu disini dan akan membantumu jika kau memanggil namaku. Aku sudah siapkan satu tubuh untuk jiwamu bersemayam. Waktumu hanya 30 hari bertahan di tubuh itu" Raja berucap dan mulai meniup wajah Maria dengan lembut.
Maria mulai membuka matanya dan bersiap untuk masuk kedalam portal penghubung kerajaan tersebut. Matanya yang merah seolah olah mengatakan bahwa kebenciannya begitu besar pada Danu dan Ria. Dan akhirnya ia pun masuk kedalam sana dan tiba tiba saja masuk kedalam tubuh mayat wanita di pinggir sungai yang baru saja dibuang oleh para preman.
__ADS_1