
Hari ini adalah hari libur sekolah bagi Sarah. Ia sengaja menemui Mira untuk menakutinya namun respon Mira malah membuatnya ketakutan. Tatapan Mira sungguh menyeramkan sebab terlihat jelas bahwa tatapannya lain daripada manusia.
Pupil matanya yang berubah menjadi hitam, serta beberapa urat timbul dari mata Mira membuat Sarah menduga bahwa Mira bukanlah seorang manusia.
"Maaf jika aku menyinggungmu Mir. Aku tak bermaksud seperti itu" Sarah menundukan kepalanya untuk menghindari tatapan mata Mira.
"Tak papa Sar. Justru aku yang meminta maaf karena sudah melakukan kesalahan dengan membentakmu barusan"
Mira segera mengubah kembali pupil matanya dan kembali menjadi manusia. Ia berpura pura baik pada Sarah agar ia tak curiga dengan identiasnya yang sesungguhnya.
"Ak..aku mau pergi dulu Mir. Kau datang menyusullah ke dapur, kita akan sarapan disana. Bi Darsih sudah menyiapkan ayam goreng untuk kita" Sarah mulai berjalan meninggalkan Mira yang masih terduduk diatas ranjang.
Mira menatap punggun Sarah dan tersenyum dengan ngeri. Ia begitu senang melihat ekspresi ketakutan dari Sarah, sebab ia merasa bahwa ekspresi Ria juga tak beda jauh dari adik tirinya itu jika ketakutan.
Setelah beberapa kali ia menganggu keluarga ayahnya, kini ia mampu kembali ke rumah ini dengan menggunakan tubuh gadis lain dan tak lama lagi dendamnya akan segera terbalaskan. Tak perduli konsekuensinya nanti, Maria sudah bertekad untuk membuat Danu dan Ria menderita.
__ADS_1
Mira mulai bangkit dan mengambil tusuk konde yang ia simpan di dalam rambutnya. Tak banyak yang tahu, bahkan Danu dan Ria pun tak menyadari bahwa Mira menyembunyikan tusuk konde kecil di balik rambut lebatnya.
Sang raja siluman telah merencanakan semuanya agar Mira kembali datang ke kerajaan miliknya.
"Pagi Mira" seru Ria dengan ceria.
Ia begitu bahagia melihat Mira telah tinggal dirumahnya, sebab kemarin malam tak ada gangguan dari makhluk halus yang sering mengganggu malam malam sebelumnya.
Mira tersenyum membalas senyuman Ria yang sedang duduk menyiapkan roti untuk dirinya. Danu yang berada di samping Ria pun ikut tersenyum melihat Mira yang baru saja datang dengan cantiknya walaupun belum berganti pakaian.
Mira pun duduk disamping Sarah dengan perasaan aneh melihat tingkah Sarah yang begitu di buat buat. Mira tahu apa yang saat ini dipikirkan Sarah saat ini, sebab ia bisa membaca pikiran dari orang orang di sektiranya.
Saat ini Ria memang nampak bahagia sebab ia kini bisa lebih lega anaknya memiliki teman nyata dan tak diganggu oleh arwah yang selalu bergentayangan.
Danu pun saat ini sedang memikirkan Mira yang tampak begitu cantik dan menggoda, sehingga membuat nafsunya selalu saja menggelora ketika melihat dirinya yang saat ini tepat duduk di depan Danu.
__ADS_1
Dan Sarah, gadis itu kini sedang menyusun rencana agar Mira bisa mengatakan rencananya datang kerumah ini sebab Sarah curiga bahwa Mira memiliki niat tak baik pada keluarganya. Entah kenapa Sarah saat ini memikirkan solusi terbaik untuk bisa menyingkirkan Mira dari rumahnya dan Mira hanya mampu tersenyum menertawakan rencana Sarah yang sudah ia ketahui.
"Eh iya Mir, Bajumu kok belum ganti?" tanya Ria dengan heran.
"Emh anu nonya, saya tak punya baju ganti"
Ria menepuk keningnya dan tertawa dengan keras.
"Maafkan saya Mira. Saya lupa bahwa kamu bekum memiliki pakaian ganti. Oh ya, nanti kita pergi saja ke mall untuk membeli pakaian baru untukmu dan Sarah ya"
Danu tersenyum ia sangat senang ketika mendengar bahwa Ria begitu menerima Mira dengan terbuka sebab ia pun akan senantiasa melihat kecantikan yang Mira miliki.
"Iya, nanti ayah yang antar kalian belanja di mall. Ayah akan belikan apapun yang kalian inginkan" Danu berucap seraya mengeluarkan uang berwarna merah diatas meja.
Sarah yang heran dengan tingkah ayah dan ibunya semakin curiga bahwa Mira telah menghipnotis ataupun melakukan guna guna pada kedua orang tuanya. Sebab ia tahu bahwa kedua orang tuanya sangat tertutup pada orang sekitar apalagi orang asing yang baru saja mereka kenal. Ini benar benar aneh pikir Sarah.
__ADS_1