
Pagi ini untuk,pagi pertama kalinya Sarah mau ke dapur dan sarapan dengan Mira. Tampak Sarah aaik dengan makanannya sendiri tanpa menghiraukan Mira yang tengah memandang wajahnya.
Dari sorpt mata Mira, tampak tanda tanya besar kepada Sarah yang baru saja berbincang dengan sosok yang Mira tak tahu itu siapa. Apakah sosok itu akan mengagalkan rencana balas dendamnya. Yang pasti saat ini Mira sangatlah merasa bingung.
"Maafkan sikap saya non" ucap Mira pelan
Mira akan terus mendekati Sarah dan mengambil hatinya agar mau memberitahu kelemahan ayah serta ibunya tersebut. Terlebih lagi balas dendamnya baru saja dimulai.
"Ya" ucap Sarah ketus.
Sarah bahkan tak ingin melihat wajah Mira yang saat ini tengah ada di hadapannnya. Bi Darsih pun melihat ke arah Mira dan menyuruh Mira agar tersenyum dan maklum dengan sikap kekanakan Sarah.
__ADS_1
"Aku sungguh tak ingin membuat nyonya sedih. Dan tak ingin membuat masalah di antara keluargamu. Namun, aku spontan membela Bi Darsih karena dia sama seperti ibu saya. Saya sudah lama kehilangan sosok ibu dan ayah jadi hati saya sakit ketika nyonya melakukan itu pada Bi Darsih"
Sarah menghentikan makannya dan mulai menatap Mira.
"Aku tahu ibuku memanglah salah. Tapi dengan kelakuanmu saat itu cukup membuat ibuku di tampar ayah untuk pertama kalinya"
"Maafkan saya non. Maafkan saya. Saya pun sangat menyesal dan ingin pergi dari rumah ini agar non tak melihat wajah saya ini. Tapi Nyonya Ria dan Tuan Danu tak mengizinkan itu. Jika Non Sarah bisa membantu saya, maka tolong bilang pada mereka agar saya di usir dari rumah ini. Saya mohon, saya pun sangat gelisah tinggal disini. Apalagi ketika saya melihat arwah wanita didalam kamar"
"Apa kau juga melihat hantu itu Mira?" tanya Sarah penasaran.
Mira menganggukan kepala. Akhirnya, ia mendapatkan celah untuk mendapatkan perhatian dari Sarah serta dekat dengan adik tirinya tersebut.
__ADS_1
"Arwah itu tiba tiba saja muncul diatas lemari pakaian dam tersenyum ke arahku. Aku bahkan tak menyangka bahwa sosok itu turut mengangguku padahal aku tak tahu siapa dia dan mengapa dia ada dirumah ini"
Bi Darsih hanya terdiam. Ia takut mengatakan sesuatu hal yang bisa membuat Ria dan Danu murka pada dirinya.
"Apakah kau melihat wajah arwah itu dengan jelas? Apa kau bisa menyebutkan ciri ciri hantu itu? Mengapa dia juga menrormu" Sarah bertanya tanpa henti.
"Aku pun tak tahu mengapa ia menggangguku. Mungkin saja dia meminta pertolongan ataupun ingin mengatakan sesuatu hal yang berkaitan dengan kematiannya"
"Ya, kau benar Mira. Pasti hantu itu ingin mengatakan sesuatu. Hantu itu telah lama menganggu kampung ini dan akhir akhir ini selalu datang mengganggu keluargu. Aku bahkan berspekulasi bahwa ayah dan ibu mengetahui kematian sosok wanita itu. Terlebih lagi aku kemarin bermimpi di bawa seorang pria yang berpakaian kerajaan untuk mengetahui anak dari istri pertama ayah"
Sontak perkataan Sarah membuat Mira terkejut. Ternyata yang telah menculik jiwa adiknya adalah orang dari istana siluman. Bahkan Mira pun marah pada pria tersebut karena sudah mengatakan pada Sarah tentang dirinya yang merupakan anak dari istri pertama Danu.
__ADS_1
"Apa yang dikatakan pria itu? Dan bagaimana ciri ciri pria itu?"