RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
93


__ADS_3

Mira berjalan menuruni anak tangga dan segera bergegas menuju dapur. Ia bahkan bergumam dengan dirinya sendiri karena merasa bahwa arwah itu akan mencelakakan Sarah.


"Non sedang apa?" tiba tiba saja Bi Darsih datang dan menepuk pelan pundak Mira yang melamun.


Bi Darsih merasa heran sebab warna kulit Mira kian hari kian pucat pasi seperti mayat. Bahkan tubuhnya pun dingin walaupun Bi Darsih memegang bajunya saja. Hawa dingin dari tubuh Mira benar benar terasa oleh Bi Darsih.


"Ah..aku hanya sedang mencoba memikirkan jawaban dari buku yang ku baca bi. Aku membaca buku dari kemarin malam dan buku itu adalah buku pelajaran Sarah. Aku hanya belajar, ya belajar" Mira mencari alasan yang terluhat berbelit belit.


Namun Bi Darsih tak menaruh curiga sedikitpun padanya sebab Bi Darsih pun tahu bahwa Danu dan Ria akan menyekolahkan Mira ke sekolahan yang sama dengan Sarah agar bisa memantaunya.


"Ya sudah, kamu duduk dan tunggu saja di meja makan. Bibi akan siapkan dulu sarapan untuk kalian"

__ADS_1


"Biarkan aku membantu bibi" Mira tersenyum dan menghampiri Bi Darsih yang tengah membuka lemari pendingin


Mira mulai mendekat dan menatap penuh binar daging daging mentah yang tertata rapih di dalam sebuah wadah. Darah yang mulai mencair di sekeliling daging begitu menggiurkan baginya. Ia bahkan menelan ludahnya sendiri saking tergoda dengan bau anyir yang menyeruak dari daging tersebut.


"Kenapa Nak Mira menatap dagingnya seperti itu? apa kamu mau makan daging ini?" Bi Darsih menatap Mira yang tampak termangu.


"eh..tidak bi. Tidak aku hanya baru saja melihat daging sebanyak itu. Maklum saya orang desa yang tak bisa makan makanan mewah, jadi aku sampai bersemangat ketika melihat daging sebanyak itu"


Dengan cepat Mira mengusap air liur yang menetes dan segera membantu kembali Bi Darsih memasak.


"Ya sudah kalau kamu daging ini, Bibi akan buatkan"

__ADS_1


"Tapi apakah Tuan Danu dan Nyonya Ria takan marah?" tanya Mira dengan pelan.


"Tenang saja. Nanti bibi juga akan hidangkan masakan dari daging buat Non Sarah. Jadi Tuan Danu dan Nyonya Ria takan marah. Kau bisa makan daging ini sayang"


Bi Darsih segera mengiris ngiris daging tersebut dengan tipis. Ia kemudian memasukan beberapa macam bawang yang sudah di haluskan dan segera menumisnya hingag tercium aroma yang sangat harum.


Selama Bi Darsih tengah sibuk memasak, Mira yang menatap air bercampur darah yang ada di dalam wadah segera menghadap jendela dan dengan cepat ia meminum air tersebut sampai tandas. Tak lupa ia segera mencuci wadah tersebut sehingga tak membiat Bi Darsih merasa curiga.


"Nanti saja cucinya nak" Bi Darsih yang tengah fokus memasak tak menatap Mira yang sedang mengelap bekas darah di sekitar mulutnya.


"Tak papa bi. Biarkan aku membantu pekerjaan bibi. Lagipula bibi yang sudah berumur jadi aku tak ingin melihat bibi kelelahan bekerja"

__ADS_1


Bi Darsih mengangkat masakannya yang sudah jadi dan menyajikannya diatas meja makan. Tak lama kemudian ia pun mulai menata piring serta gelas yang sudah ia isi air untuk Sarah dan Mira sarapan.


__ADS_2