
Sarah yang baru saja pulang dari luar rumah segera merasa heran sebab kondisi rumahnya sangatlah sepi. Tanpa diansadari ternyata ayah dan ibunya telah bersekutu dengan berbagai macam ibl**. Bahkan ia pun tak tahu sumber kekayaan ayah serta ibunya yang tak lain hasil dari pesugihan yang selama ini mereka lakukan. Dan pesugihan itu dilakukan dengan tumbal wanit wanita tak besalah.
Mira yang baru saja turun dari tangga langsung tersenyum senang ketika melihat Sarah yang baru saja tiba. Ia bahkan sudah menyiapkan rencana untuk menghasut Sarah agar bisa membantu rencana balas dendamnya.
"Eh Sarah baru pulang?" ucap Mira dengan senang.
"Ya. Aku baru saja pulang kerja kelompok dengan teman. Kemana semua orang?" tanya Sarah pada Mira.
"Ah, Bi Darsih sama Mang Kardi sedang pergi disuruh nyonya dan tuan untuk membeli beberapa kebutuhan rumah. Sedangkan nyonya dan tuan sedang menhabiskan waktu bersama. Emmhh, kau tahu maksudku kan" Mira sedikit tertawa mengucapkan semuanya pada Sarah.
Ia sengaja menyembunyikan kelakuan ayahnya agar Sarah sendiri yang tahu dan ia pun tak ingin dirinya yang menjadi imbas dari keributan yang akan terjadi.
__ADS_1
"Menghabiskan waktu? Maksudmu itu?" tabya Sarah menyakinkan.
"Iya Sarah. Mereka sedang berusaha membuatmu memiliki adik. Kau pasti sangat kesepian kan?"
Sarah hanya terdiam. Ia bahkan tak menanggapi ucapan Mira dan memilih pergi menuju kamarnya. Dalam diam, Sarah sebenarnya sedang bertanya tanya mengenai maksud perkataan Mira. Bahkan Sarah masih merasa aneh mengenai perkataan Mkra yang mengatakan bahwa ayah dan ibunya sedang menghabiskan waktu bersama. Padahal ia tahu bahwa akhir akhir ini hubungan ayah serta ibunya sedang tak baik baik saja.
Sarah mulai meletakkan tas sekolahnya dan mulai memaikan ponselnya diatas ranjang. Hingga ia pun tak sadar bahwa jam sudah menjukan pukul sembilan malam. Dan akhirnya tak lama kemudian Sarah pun tertidur dengan masih memakai seragam sekolahnya.
Arwah Maria kini sudah terlepas dari jati dirinya yaitu Mira. Ia kemudian membacakan beberapa mantra dan mulai berjalan dengan seringainya yang mengerikan menuju kamar buatan Ria pagi tadi.
Maria tersenyum dengan mulut yang robek samlai pipinya. Belatung yang memenuhi wajahnya bahkan berjatuhan diatas lantai rumahnya. Ia kemudian berjalan menuju kamar Ria dan mendapati wanita itu sedang terlelap sendirian diatas kasur besarnya.
__ADS_1
"Kau bahkan bisa terlelap dengan nyenyak ketika ibli* itu mencoba menghancurkan gadis yang kalian beli di salah satu disk**k . Dasar bede**!"
Mira mulai mendekati tubuh Ria yang sedang terbaring dan mulai tertidur disampingnya. Mira mengelus ngekus wajah mulus Ria dan bernyanyi dengan pelan. Hingga tak lama kemudian Ria pun terbangun dan ketakutan ketika melihat sesosok wajah hancur dengan bau busuk yang sangat menyengat darinya.
Tubuh Ria bahkan menjadi kaku, ia tak bisa menggerakan anggota tubuhnya bahkan hanya untuk sekedar memalingkan wajahnya agar tak melihat sosok menyeramkan didepannya. Mulutnya seakan terkunci dan tak mampu berteriak untuk meminta tolong.
Maria menyeringai dan sengaja menampilkan mulutnya yang hitam serta mengekuarkan darah berbau busuk. Anehnya, Ria tak sadar bahwa yang dihadapnya bahkan bukanlah Nirmala melainkan putri tirinya sendiri yang sudah ia tumbalkan sebelumnya.
.
"Kau bahkan sudah lupa padaku Ria" ucap Maria dengan tawanya.
__ADS_1