RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
102


__ADS_3

Malam.yang kian merangkak, membuat Danu nampak berani datang ke kamar Mira. Ia bahkan tak takut ketahuan oleh istri ataupun anaknya sebab ia tahu bahwa semua orang di dalam rumah pasti sangat lelah dan mengantuk.


"Akan aku temui gadis cantik itu dan mengajaknya untuk bermain main"


Danu yang sudah sampai di depan kamar Mira mulai mencoba membuka kamar gadis tersebut. Namun, aksinya gagal sebab sulit sekali membuka kamar gadis itu karena terkunci dari dalam.


"Ck sial!" umpatnya kesal.


Danu mulai memutar otaknya dan mulai menemuka ide. Ia akan mengambil kunci cadangan kamar Mira dan mengajak Mira ubtuk melakukan hal yang tak sepantasnya.


Danu segera pergi menuju kamarnya dan melihat Ria yang saat ini tengah terlelap di atas ranjang besarnya. Danu berjalan menuju lemari pakaian dan mencari kunci cadangan didalam sana, namun sekian lama ia mencari tak kunjung ditemukan olehnya.


"Dimana kunci itu" Danu yang kesal mulai mulai mengingat ngingat tempat terakhir ia menyimpan kunci.


Hingga akhirnya ia pun ingat, bahwa kunci cadangan semua pintu dirumah di pegang oleh Bi Darsih.


"Benar benar hari yang sangat sial" Danu yang mulai frustasi pun terduduk diatas tempat tidurnya dengan sangat kencang.


Membuat Ria yang tengah terlelap mulai terbangun dan mengerjapkan matanya.

__ADS_1


"Kenapa mas?" tanya Ria seraya mengucek matanya.


Danu hanya diam dan memandang wajah istrinya dengan kesal. Hingga tak dapat dipungkiri bahwa saat ini nafsu Danu sedang memuncak dan ia harus melakukannya walaupun dengan Ria yang tampak tak menarik dimatanya.


Perlahan lahan Danu mulai mendekatkan tubuhnya ke samping Ria dan mulai mendekatkan juga wajahnya tepat lima senti meter di dekat Ria.


Ria yang paham maksud suaminya pun hanya diam dan membiarkan suaminya melakukan hal yang ia inginkan tanpa menolak walaupun Ria sangat lelah.


Entah kenapa tak ada sedikitpun perlakuan lembut yang Danu berikan untuknya sehingga Ria mulai merasa aneh dengan perlakuan suaminya dan menghentikan semuanya.


"Kau kenapa mas?" tanya Ria di tengah perbuatan suaminya.


*******


Pagi telah tiba, Sarah yang baru saja terbangun dari tidurnya segera bergegas menuju kamar mandi dan membilas tubuhnya dengan air hangat. Tak butuh waktu lama untu Sarah membersihkan dirinya, ia kini sudah rapih dengan pakaian yang ia gunakan, dan ia pun mulai berjalan menuruni anak tangga untuk pergi menuju dapur.


Sarah yang belum tahu ayah serta ibunya sudah pulang segera melahap semua makanan yang baru saja dihidangkan Bi Darsih di atas meja dan segera pergi menuju sekolahnya.


Sarah yang baru saja membuka pintu keluar rumahpun, sangat terkejut ketika mendapati sebuah mobil putih milik ayah dan ibunya sudah rapih terparkir didekat halaman rumah.

__ADS_1


Gadis cantik itu berlari dengan sangat kencang menaiki anak tangga dan menuju kamar ayah serta ibunya. Tampak raut wajah bahagia diwajahnya tak bisa disembunyikan.


"Ayah! Ibu! " teriak Sarah dengan keras.


"Ayah sudah pulang!" Teriak Sarah yang baru saja sampai didepan pintu kamar ayahnya


Danu yang masih kelelahan pun segera mengambil bajunya yang tergeletak begitu saja di atas lantai dan memakainya asal asalan. Ia sangat kesal dengan tingkah putrinya yang begitu tak sopan dan sangat kekanakan.


Danu membuka sedikit pintu kamarnya dan ia pun keluar menemui putri semata wayangnya. Sarah yang bahagia melihat ayahnya pun segera memeluk tubuh pria dihadapannya.


Dengan spontan, Danu mendorong tubuh Sarah mundur, hingga membuat gadis itu terkejut dan menatap ke arah ayahnya seolah tak percaya.


"Ayah mendorongku?" tanya Sarah dengan pelan.


Danu terdiam, ia bahkan terlihat acuh dengab raut wajah sedih yang putrinya tunjukan.


"Kenapa ayah mendorongku?" tanya Sarah kembali.


"Kau itu sudah besar. Ayah baru saja pulang dan baru saja tidur! Kau berteriak sangat keras hingga membuatku terbangun dan sekarang aku sangat pusing"

__ADS_1


Sarah yang mendapatkan respon dingin dari ayahnya pun segera pergi dan pergi menuju sekolah dengan perasaan sedih.


__ADS_2