
Kamar mewah bernuansa kerajaan kini menjadi tempat istirahat Maria. Ia hanya diam mematung seolah olah tak memiliki nyawa dan pikiran. Ia terlihat sangat cantik ketika menggunakan pakaian pengantin.
"Dasar manusia!"
Tiba tiba saja adik raja siluman datang dan menatap sinis pada Maria yang kini tengah duduk didalam kamar sang raja.
"Sudahlah tak perlu berpura pura, ku tahu kau menginginkan kekayaan serta kejayaan sehingga bersedia menikah dengan kakakku yang sudah jelas kami adalah bangsa jin.
Maria bergemin tak menjawab semua perkataan yang dilontarkan oleh pria tersebut.
Hingga pria dihadapannya mulai menyadari bahwa Maria tengah dihipnotis oleh ibl*s yang lain agar menuruti semua keinginan kakaknya.
"Dasar manusia lemah!" cibir pria itu dan perhi begitu saja dan meninggalkan Maria sendirian kembali.
Tak berselang lama raja siluman yang tampak sumringah berpapasan dengan adiknya yang nampak begitu datar tampa ekspresi.
"Dari mana saja kau? ini tamuku menanyakanmu"
Tamu yang dimaksud adalah bebarapa siluman yang berwajah mengerikan dengan bentuk yang sangat aneh dan menjijikan. Beberapa dari mereka ada yang berbentuk seperi kera dan beberapa lagi menyerupai seekor babi. Namun yang lebih mengerikan lagi sangat banyak sosok siluman ular yang berkepala manusia namun badannya jelas jelas seekor ular yang besar.
"Aku ingin minum darah segar dibelakang. Permisi" adik sang raja siluman pun kembali melangkahkan kaki menuju kamarnya.
"Adikmu sudah berusia lebih dari seribu tahun tapi mengapa ia masih betah hidup sendiri? kau sudah menikahi kaum manusia hingga dua kali namun dia tetap saja berwajah dingin dan menjadi pem**nuh serta penikmat darah manusia. Hahahahah" ejek siluman berwajah kerbau.
Sang raja hanya tersenyum dan mulai melanjutkan pembicaraan. Disisi lain istri pertamanya sedang berada didalam kamar dengan senyum mengerikan dan bentuk tubuh yang kini menyerupai seorang nenek tua tanpa kulit di wajahnya.
"Sangat cantik" pujinya saat milihat dirinya sendiri didepan cermin.
"Aku benar benar cantik dan tak ada siapapun yang bisa menandingi kecantikanku walaupun anak kecil itu"
Istri pertama raja kini mulai membuka satu persatu perhiasannya dan menaruhnya kedalam kotak berwarna hitam. Ia negitu takjub dengan kecantikan dirinya yang hanya tinggal tulang tanpa kulit.
__ADS_1
"Sekarang dia sudah menjadi istri kedua suamiku dan ku pastikan ia akan tunduk dan patuh terhadap keinginanku. Dia akan mekahurkan pewaris untuk kerajaan ini dan akan menjadi budakku selamanya. Hahahahah"
Dibalik kebaikan yang ia tunjukan sebelumnya, ternyata istri pertama siluman itu memuliki niat jahat pada Maria. Tak ada kebaikan sedikitpun dihatinya sebab ia pun hanya menginginkan keuntungan dari Maria yang bisa ia peroleh.
Tok! tok! tok!
Pintu kamar wanita itu diketuk beberapa kali oleh beberapa siluman bab*.
"Ada apa kalian datang kemari?"
"Maafkan kami Nyai, kami kesini atas perintah raja untuk memberitahu Nyai bahwa dirinya ingin nyai mandi bersamanya"
Istri pertama raja yang dipanggil Nyai kini tampak terkejut dengan keinginan suaminya itu. Bagaimana mungkin suaminya ingin mandi bersamanya sedangkan ini adalah malam pertama bagi suaminya karena sudah menikah dengan wanita lain.
"Ya sudah, katakan padanya untuk menungguku sebentar"
Para pelayan itu pun pergi meninggalkan istri pertama raja siluman sendirian. Dengan hati hati, manusia yang kini menjadi bangsa ibl*s itu memakai kembali mahkota serta perhiasan yang seblumnya ia simpan dan merubah kembali wujudnya menjadi cantik jelita.
Perlahan lahan ia berjalan dengan senandung dan senyum yang ditampilkan ketika ingin menemui sang raja, Ia begitu bahagia karena suaminya masih menginginkannya walaupun jelas jelas ini adalah malam pertama untuk suaminya dengan istri barunya.
"Ada apa suamiku?" tanyanya ketika melihat suaminya tengah berendam di dalam air yang berwarna merah.
"Cantik" puji sang raja ketika melihat istrinya tersebut.
"Kenapa kau memanggilku disaat kau harusnya bersama istri barumu?"
Raja hanya terdiam dan mulai mendekatkan dirinya yang tak memakai apapun kearah istri pertamanya.
"Aku menginginkanmu malam ini. Kau sudah menjadi candu bagiku. Dan biarkan Maria sendiri disana sebab aku sudah perintahkan agar adikku merubah wujudnya sepertiku dan mengau**li Maria agar semua tamu tak curiga dengan pernikahanku"
"Kenapa kau rela membaginya dengan adikmu sendiri?"
__ADS_1
Sang raja hanya tersenyum dan mulai menlu**t bibir istrinya dengan ganas. Deru nafas membara dari keduanya sampai sampai mereka melakukan adegan tak senonoh didalam kolam air hangat bercampur darah.
"K...kau...aku...aku...kenapa kau mau bersamaku?"
Sang raja hanya terdiam menikmati setiap permainannya dengan manusia yang memilih menjadi istri siluman itu. Ia begitu terlena pada wanita didepannya sampai sampai merelakan istri keduanya untuk adiknya sendiri.
Adik sang raja yang angkuh dan keras kepala hanya bisa menuruti perkataan kakaknya karena ia takut bahwa sang kakak akan mengirimnya kembali kehutan dimana ia diasingkan dulu.
Tak ada pilihan lain untuknya selain mengikuti kemauan kakaknya untuk tid**ur bersama istri kakaknya tersebut. Ia berjalan dengan wajahnya sama persis seperti kakaknya dan mulai masuk kedalam kamar kakaknya dan melihat Maria masih saja duduk dengan tatapan kosong.
"Apa aku harus membuatnya sadar terlebih dahulu?" gumamnya pelan.
"Tidak! tidak! ia pasti menolak itu dan akan meneriakiku hingga membuat rencana raja bisa berantakan"
Dengan perasaan canggung ia kemudian mencoba mendekati tubuh Maria yang kaku bak sebuah patung. Ia perlahan lahan mulai membuka mahkota yang dikenakan Maria dan mulai membuka semua perhiasan yang Maria kenakan.
Untuk pertama kalinya ia berdekatan dengan seorang wanita, terlebih lagi itu adalah seorang manusia dan bukan Ibl*s sepertinya. Adik sang raja pun berjalan menuju pintu dan menguncinya karena takut ada pelayan yang akan masuk.
Ia kembali mendekati Maria dengan rasa canggung dan degub jantung yang sangat berdebar.
"Tenangkan dirimu" gumamnya pelan.
Ia kemudian mendekatkan wajahnya dan mulai menc**m bibir Maria dengan lembut dan kembali menjauhkan wajahnya karena terkejud dengan desiran aneh didalam dirinya.
"Ada yang aneh denganku"
Tak berselang lama ia kemudian memantapkan semua rencananya agar semua bisa cepat selesai dan mulai mendekati kembali wajah wanuta didepannya. Ia mencoba melakukannya dengan sangat lembut agar wanita dihadapannya tak merasakan kesakitan ataupun tersadar dari hipnotis yang siluman sebemunya lakukan.
Datar tanpa ekspresi yang dibuat Maria sungguh membuat adik sang raja merasa ada yang kurang. Ia tak senang dengan permainannya sendiri sebab merasa diremehkan. Hingga akhirnya ia pun membuat Maria terhipnotis dan menuruti setiap perintahnya dan mengeluarkan ekspresi agar ia bisa merespon setiap sentuhan yang diberikan adik raja tersebut.
Sampai pada akhirnya suara suara aneh mulai terdengar dan perlahan lahan adik sang raja mulai terbuai oleh suasana dan mulai lupa niat serta tujuan awalnya melakukan itu pada Maria.
__ADS_1