
Maria yang sudah membalaskan dendam pada Danu dan Ria, kini merasa cukup lega. Ia bahkan tersenyum dan memeluk tubuh Sarah yang terduduk di atas lantai, walaupun hadis itu bahkan tak bisa melihat Maria yang ada di sampingnya.
Maria kini harus menepati janjinya untuk tinggal di kerajaan siluman ular yang selama ini membantunya. Ia bahkan tak tahu dengan tindakan yang harus ia lakukan setelah ini di kerajaan tersebut.
Hatinya sudah mati bersamaan dengan kematian ibunya. Bahkan Maria tak tahu bagaimana rasanya mencintai dan dicintai setelah dirinya menjadi seorang arwah penasaran.
Kini Maria mulai berjalan menuju portal yang sudah terbuka di depan matanya. Portal itu tampak hitam pekat dengan kabut yang tebal menyelimutinya. Perlahan lahan Maria mulai meninggalkan semuanya yang ada di dunia manusia untuk pergi menuju kerajaan siluman ular yang telah menjadi suaminya.
Maria tak perduli dengan ketiga anaknya yang mulai tumbuh besar sebab ia merasa tak ada ikatan dengan ketiganya.
Antareksa yang tahu bahwa ini adalah hari dimana Maria akan pulang ke kerajaan kakaknya segera pergi menuju kamar raja untuk menunggunya. Sebesar apapun rasa kecewa di hati Antareksa, hatinya seakan sudah terikat dengan Maria hingga ia pun tak mampu melupakan dirinya.
Udara dingin mulai menyelimuti diri Maria ketika dunianya mulai berubah. Entah kenapa hatinya berdetak begitu kencang kala tak sengaja menatap seorang pria yang kini tengah mengintip dari balik pintu kamar sang raja.
"Kau sudah kembali Maria" ucap Raja siluman ular seraya memeluk tubuh Maria dengan erat.
__ADS_1
Maria hanya tersenyum sinis dan mulai mengelus punggung sang raja tanpa mengalihkan pandangannya dari Antareksa yang menatapnya dari celah pintu. Ia pun pergi meninggalkan kamar tersebut ketika sudah melihat gadis yang selama ini ia cintai.
Tak lama kemudian, Kumala yang baru saja datang bersama kedua putra Maria tampak terkejut ketika melihat kehadiran wanita yang selama ini ia sangat benci. Tatapannya yang nyalang serta hatinya yang panas sontak saja membuat Kumala terdiam membatu di depan suaminya.
"Lihatlah siapa yang datang" ucap raja dengan lantang.
Kumala terlihat memaksakan senyumnya bahkan ia pun menggenggam erat tangan kedua putra Maria agar tak mendekat ke arah ibunya tetsebut.
"Damar dan Dirga sudah besar. Apa kau tak mau memeluknya?" tanya sang raja dengan penasaran.
"Aku tak menginginkan mereka dan tak ingin terlalu dekat dengan keduanya. Aku memang melahirkannya, tapi itu bukan kemauanku sendiri. Kau paham dengan apa yang dulu aku katakan, dan kau tahu apa yang ku maksud" Maria menatap raja yang seketika langsung bungkam.
"Aku bahkan tak tertarik dengan kekuasaan di kerajaan ini, jadi kau tak perlu membenciku" Maria memegang wajah Kumala yang tampak memerah.
Hingga akhirnya Maria pun pergi dan berjalan menuju kamarnya sendiri meninggalkan sang raja, Kumala serta kedua putranya. Maria benar benar tak ingin para anak siluman yang ia lahirkan memanggilnya sebagai ibu karena ia memang tak menginginkan mereka hidup.
__ADS_1
Dengan langkah yang tegap, serta sorot mata yang tajam, Maria mulai mencoba ikhlas untuk tinggal di kerajaan tersebut sampai saat ia hampir sampai di depan kamarnya, seorang gadis kecil yang tampak begitu putih pucat menabrak tubuhnya dengan begitu kencang.
"Maafkan aku" Gadis kecil dengan mata khasnya yang berwarna biru, membuat Maria terdiam dan terpana melihatnya .
Wajahnya yang cantik, serta rambutnya yang sedikit bergelombang, membuat Maria tahu dengan cepat bahwa itu adalah putrinya yang sangat ia benci. Bahkan dengan cepat Antareksa yang sadar bahwa putrinya tak ada di dalam kamar, segera bergegas menuju kamar Maria dan melihat putrinya tengah bersama ibunya sendiri.
Sorot mata Maria bertemu dengan keindahan mata Antareksa yang seketika membuatnya terpana. Maria tak tahu kenapa hatinya selalu bergetar kala melihat pria tersebut padahal hatinya telah lama mati bahkan sebelum ia melakukan balas dendam pada ayahnya sendiri.
"Kita bertemu lagi" ucap Antareksa dengan pelan.
Terimakasih telah membaca cerita ini sampai akhir. Semoga para pembaca bisa mengambil hikmah dan pesan yang tersirat ataupun tersurat di baliknya. Terimakasih banyak karena telah mampir di ceritaku ❤️🌹Tunggu kelanjutan kisah antara Maria dan Antareksa di season selanjutnya. Dan yang bertanya tanya tentang putri kecil cantik Maria nanti kita simak di seson selanjutnya 🤗🤗🤗🤗
...Ilustrasi Alina sang putri cantik Maria dan Antareksa 🤗...
__ADS_1