RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
91


__ADS_3

Perlahan lahan hujan mulai reda dan langit pun mulai terlihat menampakan cahayanya. Danu dan Ria saling pandang, kemudian segera mencoba menyalan kembali mobilnya dan akhirnya menyala.


"Sudah menyala mas" ucap Ria senang.


"Sekarang kita harus pergi kembali ke rumah si mbah. Kita harus meminta maaf padanya lagi . Dan jangan lupa meminta bantuan untuk memusnahkan si set**n itu"


Danu kembali mematikan mesin mobilnya dan segera membuka pintu mobil. Ria hanya bisa pasrah dan mulai menyusul suaminya yang pergi keluar mobil.


Ria membawa ponsel disakunya dan ia pub melihat jam sudah menunjukan pukul enam dengan tanggal yang berbeda.


"Mas, ku pikir kita masih dalam pengaruh si mbah. Lihatlah ponselku menujukan pukul enam dan tanggalnya pun berubah"


Danu menghentikan langkahnya. Ia kemudian berjalan menuju istrinya dan segera mengekuarkan ponsel dibalik celana jeansnya.


Mata pria paruh baya itu membulat sempurna, ia pun terkejut dengan penglihatan matanya yang menatap ponselnya yang saat ini menujukan tanggal berbeda.


"Apakah kita sudah pergi ke alam lain terlalu lama?" gumam Danu pelan.


"Kita sebaiknya cepat pergi dari sini mas dan temui si mbah agar semuanya jelas"


Danu pun menganggukan kepala dan berjalan mendahului Ria menuju rumah gubuh duku yang selalu mereka datangi.


Dedaunan yang basah karena hujqn yang mengguyur, seketika menguap menjadi embun pagi yang begitu sejuk dan dingin.

__ADS_1


Ria menatap sekeliling hutan yang begitu sepi dan sunyi. Sampai kemudian ia memikirkan apa yang sudah terjadi kepadanya dan suaminya baru saja.


Semuanya masih berada diluar nalar dan bahkan Ria masih bingung dengan apa yang sudah dilakukan jeng**t peliharaan dukun tersebut.


Tok! Tok! Tok!


Pintu rumah si mbah mulai di ketuk oleh Danu. Tak ada seorang pun yang membuka pintunya sehingga Danu dan Ria masih terus saja berdiri diluar rumah si mbah.


Sayup sayu Danu dan Ria mendengar suara suara aneh dari dalam rumah si mbah. Suara aneh itu tak asing ditelinga Danu ataupun Ria. Ya, suara itu adalah suara yang timbul ketika dua sejoli sedang melakukan hal dewasa.


Namun, batin Danu dan Ria begitu heran, sebab beberapa kali ia datang kerumah dukun tersebut tak terlihat istri ataupun seorang wanita yang tinggal bersama si mbah. Lalu, siapakah wanita yang saat inu sedang berada dengan pria tua itu.


"Mas..suk!" Suara lirih dari dalam gubuk membuat Danu dan Ria yang akan masuk pun menjadi canggung.


Hingga akhirnya keduanya pun masuk kedalam sana dengan perasaan campur aduk.


"Mbah" ucap Danu pelan.


"Ya sebentar" suara dukun itu mulai terdengar mendekat.


Tak lama kemudian nampaklah pria tua lengkap dengan baju kebanggaannya serta ikat kepala yang berwarna senada yaitu hitam.


"Kalian kembali lagi hah?" tanya si mbah datar.

__ADS_1


"Eh,, i..iiya mbah. Kami kesini untuk meminta maaf"


Dukun itu hanya terdiam. Ia kemudian tersenyum licik.


"Tak usah minta maaf, aku sudah mendapatkan apa yang ku mau dan aku pun akan membantu kalian sekarang"


"Ma...maksud mbah apa?" tanya Ria heran.


"Aku sudah mendapatkan darahmu dan sekarang aku akan membantumu"


Ria marah, ia bahkan tak mengerti maksud dari perkataan dukun itu . Darah?


"Darah apa maksudmu?! Bagaimana mungkin kau mendapatkan darahku? Dan lagipula untuk apa darahku hah?!'


Danu segera mencekal tangan istrinya agar tak emosi. Sudah cukup Ria membuatnya kesulitan. Maka dari itu Danu akan lebih ketat lagi dalam setiap gerakan serta ucapan istrinya tersebut.


**********


Pagi telah datang dengan sinarnya yang terang. Sarah terbangun dari mimpinya dan segera pergi berlalu menuju kamar mandi. Dengan air yang dingin, Sarah mulai mengguyur seluruh tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Gadis itu menutup matanya merasakan setiap tetesan air yang mengalir di tubuhnya. Hingga ia pun mulai melihat bayangan bayangan aneh ketika ia memejamkan matanya.


Cekikan, pukulan serta hantaman makhluk besar pada wanita yang ringkih membuat Sarah ketakutan dan segera membuka kembali matanya.

__ADS_1


"Ah...ah ada apa ini?" nafas Sarah memburu akibat terkejut.


Ia kemudian mengelap seluruh wajah serta badannya dengan handuk dan mulai berjalan keluar kamar mandi.


__ADS_2