
Mira mulai memakan makanan yang Bi Darsih hidangkan di depannya. Ia bahkan mencoba memuntahkan kembali maoanannya namun gagal karena Bi Darsih selalu saja menatap ke arahnya.
"Enakkan?" tanya Bi Darsih dengan senang.
Mira hanya menganggukan kepala dan mulai menelan makanann di mulutnya yang terasa sangat menjijikan. Bukan karena masakan Bi Darsih tak enak, hanya saja selera Mira telah berubah setelah ia menjadi arwah. Bahkan masakan Bi Darsih yang berbahan dasar daging pun terasa sangat berbeda di mulutnya karena ia kini sangat suka daging menatah yang masih mengeluarkan banyak darah.
"Aku sudah kenyang bi" Mira mulai menjauhkan piringnya dan segera bangkit.
Bi Darsih dengan sigap mengambil piring bekas makan Mira dan segera mencucinya di washtafel.
"Kemana Nyonya Ria bi?" tanya Mira melihat ke sekeliling ruangan.
"Nyonya sama tuan kini sedang ada di kamar belakang itu nak. Mereka mungkin sedang melanjutkan acara semalam" Bi Darsih tersenyum dengan jahil.
"Lalu kemana bibi semalam dan Mang Kardi?"
"Ah itu, bibi di suruh nyonya untuk membeli daging di luar kota. Bibi di suruh pergi ke daerah Jawa untuk membeli seekor kerbau dan nyonya menyuruhnya untuk di simpan di kaki gunung sana"
"Maksudnya? Untuk apa kerbau itu bi? Apa yang tuan dan nyonya lakukan?"
Bi Darsih menggekengkan kepala ia pun tak tahu kenapa setiap bulannya tuan serta nyonyanya membeli seekor kerbau untuk di taruh di kaki gunung.
"Bibi pun penasaran dengan tingkah tuan dan nyonya. Tapi bibi tak ingin ikur campur dan terkena imbasnya dari ke ingin tahuan bibi. Oh ya, dan sebaiknya kamu jangan mencari tahu apa yang dilakukan tuan dan nyonya karena itu sangatlah berbahaya"
Mira memganggukan kepala mendengarkan ucapan Bi Darsih. Ia kemudian segera memikirkan rencana yang akan ia lakukan nanti malam.
"Kau pergi dulu ya bi, aku ingin mencari udara dingin di halaman"
"Ya sudah kalau begitu. Ingat! Jangan teralku lama kena angin nanti anginnya masuk ke badan" Bi Darsih tertawa setelah mencoba mencairkan suasana.
Mira pun membalas senyuman pada Bi Darsih dan segera berlalu meninggalkannya.
*********
__ADS_1
Malam.ini adalah malam kedua untuk Mira membuat Ria dan Danu ketakutan. Ia bahkan tah membuat kode rahasia yang ia kirimkan pada raja agar membantu menjalankan misinya ini. Tanpa pikir panjang, ketika jarum jam telah berdenting menunjukan pukul 12 malam tepat, arwah Maria segera perhi meninggalkan tubuh Mira begitu saja diatas ranjang.
Dengan cepat ia menembus dinding ruangan dan pergi melayang menuju kamar Danu dan Ria. Maria melihat kedua tubuh manusia itu kini tenagh tertidur dengan lelap di atas ranjang berukiran besar.
Tanpa basa basi, Maria segera mengangkat tubuh Ria ke udara dan menghantamkannya ke tembok dengan sangat keras.
Darah mengucur dari kening wanita itu dan Danunyang terkejut pun segera bangkit dan meraih tubuh istrinya yang kini terkulai lemas.
"Dasar jal**ng! Set*n sialan! Berani beraninya kau datang kemari dan menganggu kami hah!"
"Haahahahahaha aku datang lagi kesini untuk membuat kalian menderita !" tawa Maria memekakan telinga dan menggema di selurih kamar tersebut.
Tanpa bicara Danu segera mengambil sebilah pisau di dalam laci dan mencoba menusuk arwah Maria yang kini berdiri tepat di depannya.
"Rasakan ini!" Danu berlari dan menancapkan pisau di bagian perut Maria.
Namun, Maria adalah hantu dan ia sudah pasti tembus pandang. Danu jatuh tersungkur ke atas lantai dan tangannya terkilir.
"Akhhhh" pekik Danu dengan keras.
"Kau sudah bangun sayang"
Maria sengaja mengunci tubuh Ria dengan mantranya sehingga ia bisa mengendalikan semua energinya dan menyakiti Ria secara perlahan lahan. Maria mulai mengambil pisau di atas lantai dan segera meny***t pergelangan tangan Ria hingga menbuatnya meringis dan menjerit kesakitan.
Danu yang melihat ini pun mulai merasa bimbang. Di sisi lain ia ingin segera Ria ma** agar ia bisa merayu Mira dan menikahi gadis itu. Namun, jika saat ini Ria sampai ma** maka tak lain dan tak bukan maka Danu lah yang akan menjadi tersangka sebab tak ada orang lain yang tahu kejadian ini.
Maria sengaja sudah menyiapkan mantra kedap suara di kamar Bi Darsih dan Sarah agar mereka tak terbangun akibat kegaduhan yang terjadi di kamar ini. Dan Maria pun tahu bahwa ia kini akan berhadapan dengan ib** yang sudha melakukan perjanjian dengan Danu dan Ria.
Benar saja, tak lama kemudian kabit hitam mulai terbentuk dengan sangat besar di dalam kamar Ria. Diiringi dengan tawa berat dari sosok yang saat ini tengah menyiapkan wujud aslinya.
"Hahahahahah" tawa berat itu sungguh membuat Maria sedikit terkejut.
Bagaimana tidak, kini ia harus berhadapan dengan ibl** yang sangat menyeramkan dan sangatlah besar. Danu dan Ria kini senang melihat kehadiran sosok yang mereka tunggu dari tadi. Bahkan Danu mulai bangkit dan memangku istrinya agar terbaring diatas ksur dengan darah yang masih mebgalir dari tangannya.
__ADS_1
"Aku adalah lawanmu set**n" Ibl** itu mulai menunjukan kekuatannya dan membanting tubuh Maria dengan sangat keras ke dinding kamar.
Maria tak merasakan sakit dan ia pun masih bisa berdiri setelah mendapatkan hantaman yang keras pada tubuhnya.
"Kau kuat juga" Ibl** itu tersenyum senang, ia bahkan menampilkan taringnya yang sangat tajam pada Maria.
Dengan sekali dorongan dari ibl** itu, tubuh Mari berhasil terhantam ke arah lemari pakaian milik Danu dan tubuh Maria terkulai lemas.
"Kau suka main mainkan?" tanya Danu dengan senang.
Danu mengambil perban didalam laci dan menempelkannya pada luka di lengan Ria. Ria yang masih belum sadar sepenuhnya hanya bisa terdiam tak mampu berkata apapun. Apalagi mengingat luka di tangannya cukup dalam di buat oleh arwah Maria.
"Kau akan binasa" ibl** itu mulai meniup tangannya dan membentuk sebuah lubang hitam di tengah tengah kamar Danu.
Tanpa di duga duga, tubuh Maria mulai memanas dan mulai terhisap ke dalam lubang tersebut sehingga ia berusaha untuk tetap bertahan.
"Kau akan mat*! Hahaha"
Maria sekuat tenanga menahan kakinya agar tak terhisap ke dalam lubang tersebut dengan cepat ia memanggil nama raja siluman ular untuk meminta bantuannya.
"Panggilah semua makhluk yang ingin kau minta bantuannya!" Ib** itu tertawa melihat Maria yang nampak mulai lemas
"Maksudmu apa?" Danu mulai mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan dari ibl** di hadpannya untuk arwah yang ia yakini sebagai Nirmala.
"Musuhmu ini ingin memanggil bantuan dari bangsa siluman agar bisa selamat"
"Ini tak bisa di biarkan" Danu mulai membanca mantra yang si mbah berikan padanya sehingga Maria tampak sudah setengah badan masuk kedalam lubang tersebut.
Drakkkk!!!!!
Letupan api menyemburdai balik keramik kama Danu secara tiba tiba sehingga membuat Danu dan ibl** itu seketika menjauh dan terpental
Sosok siluamn ular yang sangat besar kini sudsh ada di tengah tengah mereka.
__ADS_1
"Aku datang!"