RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
25


__ADS_3

Maria berteriak dengan keras bebrapa kali kepada ayahnya agar dibukakan pintu, namun tak ada tanda tanda bahwa sang ayah akan membebaskannya.


"Ibu tolong aku" lirik Maria pelan.


Tak lama suaranya yang sudah serak dan matanya yang sembab membuatnya tak kuasa menahan kantuk. Maria berjalan menuju ranjang dan berbaring disana sampai ia tidur begitu lelap.


Malam telah tiba. Maria yang tak sengaja menjatuhkan ponselnya diruang tamu, membuat Danu memainkan ponselnya dan mendapati beberapa kali panggilan telpon sari Nirmala dan pesan yang ia kirim kepada putrinya.


[ kamu sudah pulang sayang?]


[ kamu pergi kerja kelompok nak? kok belum ke rumah sakit?]


[ ibu sudah di izinkan pulang oleh dokter. Mungkin besok ibu akan pulang]


[ kamu pasti sibuk sampai tak menganggat telpon dari ibu. Ya sudah kalau begitu jika kamu sudah selesai mengerjakan tugasnya, cepat pulang dan makan. Jangan lupa ya sayang]


Danu membaca pesan dari Nirmala dan akhirnya ia pun mengetahui bahwa istriny sudah kembali sehat dan akan segera pulang. Ini tak bisa ia biarkan pikirnya.


Danu pun baru ingat bahwa putrinya belum makan dari sejak ia pulang sekolah sampai sekarang. Hingga akhirnya ia pun berniat untuk membawakan makanan dan minuman untuk anaknya kekamar atas.


"Mau kemana mas?" tanya Ria ketika melihat Danu membawa sepiring makanan dan minuman ditangannya.


"Mau pergi ke kamar Maria, kasihan dia dari siang belum makan"


Ria tersenyum licik dan berfikir bahwa rencanaya akan ia lakukan malam ini juga.


"Ya sudah biar aku saja yang mengantarkan makanan itu ke kamarnya. Biar sekalian dia melihat kebaikanku dan menerimaku sebagai ibu jika nanti kita menikah" ucap Ria tersenyum.


Danu yang tak merasa curiga pun akhirnya menyetujui rencana kekasihnya dan memberikan nampan tersebut kepada Ria.


Ria membawa nampan tersebut dan meninggalkan Danu yang tengah menatap dirinya.


Perlahan lahan Ria berjalan menaiki anak tangga dan sembunyi sembunyi menaruh serbuk yang diberikan dukun tadi pagi dan mencampurkannya ke makanan Maria.


Dimasukannya sebotol penuh serbuk itu dan kemudian mengaduk sop yang ada dinampan tersebut.

__ADS_1


"Kau akan mati menyusul ibumu nanti Maria sayang" ucapnya pelan.


Perlahan lahan Ria membuka kunci pintu kamar Maria dan masuk kedalam. Nampak gadis berpakaian hitam sedang tertidur diatas ranjang berukuran besar menghadap kearah kanan.


"Gadis malang" gumam Ria dengan senyumnya yang menyeringai.


Ria menaruh nampan berisi makana dan minuman untuk Maria diatas meja riasnya dan segera bergegas pergi keluar kamar.


Ia pun menutup kembali pintu kamar dan meningglkan Maria yang masih terlelap disana. Tak lupa ia memberikan kunci kamar Maria kembali kepada Danu dan berakting agar Danu menyuruh Maria memakan makanan yang baru saja ia campurkan bubuk misterius.


"Mas Maria masih tidur. Coba kau bangunkan supaya dia mau makan. Kasihan sekali dia pasti lapar" ucap Ria dengan pikiran liciknya.


"Sudahlah, biarkan dia. Jika pun nanti dia lapar, pasti dia akan makan karena melihat ada makanan lezat yang kau bawa" jawab Danu.


"Tidak mas! cepat kau bangunkan dia dan suruh ia untuk makan. Kasihan dia"


Danu menatap lekat mata Ria dan akhirnya ia pun menuruti perkataan wanita itu. Danu berjalan menaiki tangga dan menuju kamar putrinya.


Dibukanya pintu kamar Maria dan mulai mengusap lembut rambut putrinya. Saat ini entah kenapa ketika ia melihat mata anaknya yang tertutup rapat dan sembab, rasa sayang dan peduli dihati Danu kembali ada hingga membuatnya begitu menyesal telah berbuat sekasar itu pada putri semata wayangnya.


Dikecupnya kening sang putri, hingga membuat Maria terbangun dan terkejut ketika melihat ayahnya sedang berada dihadapannya.


"Ayah hanya ingin meminta maaf padamu dan ayah ingin kau makan. Kau pasti lapar karena dari siang belum makan" ucap Danu seraya memegang tangan putrinya.


"Aku tak lapar! aku hanya ingin kembali kerumah sakit menemui ibu" jawab Maria ketus.


Danu menghembuskan nafas dengan kasar. Ia kemudian mencoba mengalah pada keinginan putrinya tersebut.


"Ya sudah kalau begitu. Jika kau ingin pergi ke rumah sakit, kau harus makan dulu dan habiskan makanan itu. Ayah tak ingin kamu sakit"


Maria menatap aneh pada ayahnya yang tiba tiba saja perhatian. Bunyi cacing didalam perutnya membuat Maria menurunkan egonya dan segera mengambil makanan yang dimaksud oleh Danu.


"Tapi ayah janji izinin aku pergi ya" tawar Maria pada ayahnya.


"Iya janji. Dan kau juga harus berjanji untuk habiskan makanan itu dan jangan bilang pada ibumu bahwa ayah sudah mengurungmu disini"

__ADS_1


Maria terdiam sejenak dan menarik nafas dengan kasar.


"Iya" jawabnya singkat seraya mulai memasukan sesendok makanan kedalam mulutnya.


Tak berselang lama, makanan yang ada dinampan kini tandas tak tersisa dimakan oleh Maria. Ia begitu lahap memakan makanan yang disediakan Danu tanpa tahu bahwa Ria telah memasukan bubuk yang akan membuatnya hancur dan kehilangan nyawanya.


"Sudah habis yah. Sekarang aku boleh pergi"


"Iya sayang boleh. Tapi ini sudah malam, ayah akan antar kamu kesana ya" ajak Danu pada Maria.


"Asik, ayah mau tengok ibu kan ?" tanyanya polos.


"Tidak! ayah tidak akan masuk kesana. Ayah akan mengantarkan kamu saja sampai gerbang"


Maria tertunduk lesu. Namun dirinya sadar dan paham akan keretakan rumah tangga kedua orang tuanya tersebut.


"Ya sudah yah. Ayo kita pergi sekarang, kasihan ibu"


Maria dan Danu berjalan beriringan menuruni anak tangga. Terlihat Ria menatap tak suka pada Maria yang kini tengah berada disamping kekasihnya tersebut.


"Mau kemana mas?" tanyanya ketus.


"Aku mau antar dulu Maria kerumah sakit"


"Oh jadi kau mau menemui istrimu hah?!"


"Terus apa masalahnya hah! dia itu ayahku dan ibuku sedang sakit disana!" bentak Maria keras.


"Aku hanya akan mengantarkannya saja sayang. Aku akan pulang kembali kesini. Jika kau tak percaya, maka ikutlah denganku" ajak Danu meyakinkan Ria.


Ria pun melipat kedua tangannya dan mulai teringat dengan makanan yang ia campurkan bubuk yang diberikan dukun pagi tadi. Maria berjalan meninggalkan Danu dan Ria sebab ia tak tahan melihat wanita menjijikan dihadapannya.


"Ya sudah sana pergi. Oh ya apakah dia sudah makan?" tanya Ria berbisik kepada Danu.


"Sudah sayangku" Balas Danu berbisik lembut ditelinga selingkuhannya.

__ADS_1


Ria tersenyum penuh dengan kemenangan dan mulai membiarkan Danu untuk pergi ke rumah sakit. Ia begitu senang karena rencananya untuk menghabisi Maria dan Nirmala sebentar lagi akan terwujud dan ia akan mendapatkan kekayaaan serta cinta dari Danu sepenuhnya.


"Aku pergi dulu. Kau jangan pergi kemana mana. Tunggu aku disini. Nanti kita main lagi ya sayang" Danu menge***c*p bibir Nirmala sekilas dan meninggalkan wanita itu sendirian didalam rumah


__ADS_2