
Hari ini begitu banyak orang yang berkerumun di depan rumah mewah milik Danu dan Ria. Mereka berbondong bondong menyaksikan serta membantu pemadam kebakaran memadamkan api yang semakin detik semakin membesar melahap rumah beserta isi di dalamnya. Samar samar terdengar jerit tangis seorang gadis yang saat ini berusaha di tenangkan oleh seorang wanita paruh baya di depan gerbang.
Keduanya menangis terisak dengan jeritan jeritan yang terdengar memilukan. Di lain sisi Ria yang masih berada di rumah sakit bahkan tak tahu jika rumah yang selama ini di jadikan tempat bernanung sekaligus tempaknya untuk melakukan ritual pesugihan perlahan lahan mulai habis dimakan si jago merah.
Hampir dua jam lebih pemadam kebakaran berusaha memadamkan api, namun angin yang begitu kencang membuat mereka kesulitan mencari tahu apakah ada orang di dalam atau tidak. Sarah dan Bi Darsih yang tahu betul di dalam sana terdapat Danu terus berteriak memohon agar pria itu bisa di selamatkan dari kobaran api.
Namun sayang, api yang terlalu besar membuat mereka sangat sulit mengevakuasi korban hingga rumah itu pun hanya tersisa puing puing saja dan sosok mengenaskan yang masih tergantung rapih di atap plafon rumahnya.
__ADS_1
Beberapa struktur rumah Sarah hancur menjadi abu. Namun anehnya lantai dua rumah, tepatnya kamar Maria masih berbentuk dan tampak dengan jelas sesosok mayat hitam legam tergantung di sana padahal jika di pikirkan mungkin saja tali yang dipakai sebagai pengikat leher Danu putus terbakar dan Danu pun pasti terjatuh ke atas lantai.
Semua ini adalah ulah Maria dan juga arwah yang menjadi tumbal pesugihan yang dilakukan Danu dan Ria. Mereka ingij Danu merasakan sakit yang luar biasa sebagai pembalasan atas semua perlakuannya terhadap mereka.
Para polisi menempelkan garis yang mengelilingi rumah mewah yang hanya tersisa puing puing saja. Sarah dan Bi Darsih tergolek lemas di atas tanah menyaksikan kejadian mengerikan di depan mata meraka. Lain halnya dengan Maria yang saat ini tengah tertawa puas menyaksikan kematian ayahnya sendiri yang begitu tragis.
Pembalasan dendam serta sakit hati yang Maria rasakan begitu dalam hingga membuat mata hatinya menjadi gelap dan di kuasai oleh kebencian dan amarah. Ia telah menuntaskan dendam yang selama ini ia tunggu dan telah menjadikan sang ayah arang dalam kobaran api yang dilakukan oleh arwah yang menjadi tumbal pesugihan ayahnya.
__ADS_1
Kini Sarah hanya hidup sebatang kara bersama Bi Darsih di sebuah gubuk di dalam hutan karena para tetangga akhirnya tahu bahwa Danu dan Ria melakukan pesugihan dan melakukan perjanjian dengan bangsa ibl**. Semua aset serta perusahaan yang Danu bangun perlahan lahan hancur tak tersisa hingga membuat Sarah menjadi sangat kesulitan bahkan hanya untuk bersekolah.
Untunglah Bi Darsih yang selalu mengumpulkan uang hasil jerih payahnya bekerja pada keluarga Danu, bisa menyekolahkan Sarah walaupun di sekolah yang terbilang biasa saja. Bahkan Bi Darsih mampu membeli sepetak tanah di dekat hutan dan membangunnya menjadi rumah yang cukup nyaman untuk keduanya.
Mayat Mira yang sempat membuat geger para dokter serta Sarah dan Bi Darsih pun berhasil di identifikasi bernama Wulan dan dinyatakan sebagai korban dari pelecehan dan pembunuhan yang dilakukan sejumlah pria satu bulan yang lalu. Para pelaku tersebut bahkan bisa tertangkap dengan mudah sebab Maria yang sengaja meneror kelima pelaku tersebut hingga mau menyerahkan diri kepada pihak berwajib.
Sarah dan Bi Darsih juga akhirnya tahu jika selama ini yang meneror keluarganya serta membuat Danu dan Ria seperti itu adalah Maria yang memiliki dendam sangat dalam pada Danu dan Ria. Sarah bahkan tak membenci kakak tirinya tersebut sebab ia tahu cerita lengkap yang Bi Darsih ucapkan mengenai hubungan gelap ayah serta ibunya di masa lalu.
__ADS_1
Kini Sarah mampu menerima kenyataanbyang cukup pahit dan mengerikan di usianya yang ke tujuh belas tahun.
"Terimakasih karena sudah membuka semua rahasia ini dan atas nama ibuku, aku minta maaf padamu karena telah merebut semua kebahagiaan yang dulu kau miliki" Sarah mengusap sebuah foto yang sedikit terbakar, menampilkan Maria yang sedang memeluk ibunya.