RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
69


__ADS_3

Mira mematap makanan yang sudah terhidang dihadapannya. Wangi masakan buatan Bi Darsih tak membuat ia merasa tergoda sebab kini ia lebih suka dengan daging mentah.


Bi Darsih yang sudah selesai menghidangkan makanan diatas meja kemudian pergi meninggalkan majikannya beserta Mira yang kini tengah duduk bersama keluarga besar Danu.


"Bibi mau kemana? ayo kita makan bareng" ajak Mira pada Bi Darsih yang saat ini menatap terkejut.


"Mira, Bi Darsih biasa makannya nanti sama pak supir. Kamu makan saja sama kita. Biarkan pelayan itu makan nanti" potong Ria dengan wajah yang dingin.


"Tapi saya juga pelayan nyonya. Kenapa harus dibedakan"


Ucapan Mira sontak saja membuat Ria sedikit terkejut dengan keberanian Mira dalam mengatakan hal demikian pada dirinya yang notabene adalah majikannya.

__ADS_1


Kini Maria benar benar harus mengubah jati dirinya dengan Mira agar ia tak dicurigai oleh Danu dan Ria. Bahkan saat ini ia sangat berani mengatakan itu kepada mereka yang notabenenya adalah majikan.


Sarah menatap Mira dengan tatapan heran . Sebenarnya Mira berasal dari mana sehingga ia begitu lantang bertanya demikian pada ibunya yang jelas jelas memiliki sifat arogan.


"Mira, Bi Darsih memang makannya suka nanti ketika kami selesai. Dia akan makan bersama Pak Kasim supir kita sebab makanan ini dia tak suka"


Mira menganggukan kepala tanda mengerti. Sedangkan Sarah menatap Mira dengan seribu pertanyaan yang ada dikepalanya. Entah kenapa ia begitu kurang srek dengan pelayan baru itu, apalagi dia berani sekali menanyakan hal yang sudah ibunya tetapkan selama ini.


"Dia benar benar bertingkah seperti pemilik rumah ini" gumam Mira dalam hati.


Mira yang tenagh menyantap makanan di kursinya tiba tiba saja merasa terkejut kala kaki dari ayah tiba tiba saja menyentuh kakinya. Perasaan jijik dan geli menjadi satu, hingga Mira pun hanya bisa menatap wajah ayahnya dengan senyuman dibalik kebencian sesuangguhnya.

__ADS_1


"Mas ayo kita tidur" ajak Ria pada Danu yang sontak saja membuat Danu kelabakan dan bangkit.


"Eh, iya iya. Ayo kita tidur" Danu menatap kearah Mira.


Mira menatap Danu penuh dengan kebencian namun ia mampu mengubahnya dengan tatapan penuh cinta palsu.


Danu dan Ria akhirnya pergi meninggalkan Mira dan Sarah berdua. Ria sengaja meninggalkan mereka agar terjalin komunikasi yang baik antara Mira dan Sarah sebab ia tahu bahwa anaknya tersebut sangat tak suka jika ada orang lain yang seumuran dengannya diperlakukan dengan baik oleh kedua orang tuanya.


Sarah dengan senang menakuti Mira agar tak merasa nyaman tinggal dirumahnya sebab ia tahu bahwa ada hal yang tak beres dengan Mira. Bahkan dari raut wajahnya saja Mira dapat membaca bahwa Sarah sangat ingin dia pergi dari rumah tersebut namun itu merupakan hal yang mustahil dilakukan oleh Mira.


Penantiannya selama tujuh belas tahun untuk membalas dendam dwngan memperalat Sarah sudah ada di depan mata. Ia tinggal menghasut gadis tersebut untuk mau melawat pada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Mira tersenyum melihat tingakah adik tirinya tersebut yang merasa bahwa dirinya akan takit dengan makhluk halus. Mira tertawa kecil dengan tingkah konyol gadis tersebut sebab Mira mana mungkin takut dengan sebangsa set*n ataupu jin, karena Mira pun merupakan bagian dari mereka.


__ADS_2