
Antareksa kemudian berganti pakaian dan menggunakan wewangian khas untuk membuat Maria terpikat dengannya. Beda dengan saat pertama kali ia berhubungan dengan Maria, kini Antareksa menyiapkan semuanya dengan matang agar Maria tetap menjadi miliknya danntak berpaling pada siapapun.
"Kau akan menjadi milikku dan akan tetap seperti itu" ucap Antareksa dengan tegas.
Pria itu berjalan menuju luar kamar dan tak lupa ia pun merubah wujudnya sesuai dengan kakaknya. Inilah waktu yang tepat untuk melakukan perjanjiannya dengan Kumala sang istri pertama kakaknya.
Antareksa berjalan menemui Maria yang kini tenagh bersiap dikamarnya dan dengan dorongan pelan, kini kamar indaj bernuansa serba hijau terbuka lebar. Maria sudah memiliki kamar sendiri setelah diberikan oleh sang raja saat bertemu.
"Ka...kau su..dah datang?" tanya Maria gelagapan.
"Iya aku datang untuk menangih apa yang kau katakan tadi. Sekarang berikanlah semuanya yang sudah menjadi hakku dan akan ku berikan kepuasan untukmu" Antareksa sangat pandai membuat Maria kelimpungan, hingga wanita itu pun diam dan merasa gugup.
"Berikan aku waktu sebentar untuk menyiapkan diriku. Kau menghadaplah kerah belakang dan aku akan mempercantik diri"
"Kau tak perlu mempercantik dirimu karena sudah sejatinya kau sangat cantik. Kau hanya diam saja dan nikmati semuanya. Biarkan aku yang bekerja malam ini" Dengan senyumnya yang menyeringai sontak saja Maria mengingat kembali wujud asli sang raja yang merupaka siluman ular.
Antara jijik dan takut menjadi satu, Maria kini pasrah dengan tubuhnya asal ia bisa kembali kealamnya sendiri.
"Ba..baiklah aku siap" Maria memejamkan mata dengan keringat yang mengalir dari keningnya. Rambutnya yang terurai terlihat sedikit basah karena keringat.
Antareksa perlahan mendekati Maria dan dengn jentikan jari, pintu kamar Maria terkunci rapat serta gorden yang terbuka kini tertutup juga. Lampu lampu yang semula bercahaya kini redup dan mulai padam hingga membuat Maria tak bisa melihat apapun juga.
"Kenapa semuanya dibuat gelap?" tanya Maria dengan takut.
"Kita mulai saja dan kau diam jangan banyak bertanya. Aku ingin malam ini menjadi malam kita dan kau pun tak merasa takut dan gugup karena diriku" ucap Antareksa yang kembali berubah kewujud aslinya dan bukan menjadi sosok raja.
__ADS_1
Perlahan lahan Antareksa mulai mendekatkan wajahnya kearah Maria hingga membuat wanita itu perlahan mulai terpejam mengikuti permaianan yang ia anggap sang raja.
Ditempat lain Kumala yang sudah rapih dan cantik pun melakukan aksinya dengan menyamar menjadi Maria dan melafalkan ilmu untuk mengelabui raja agar tak bisa menebak siapa dirinya sesungguhnya. Ia berjalan dengan anggun menyusuri lorong kerajaann dan mulai tepat berada didepan pintu kamar suaminya.
Dibukanya pintu secara perlahan dan terlihat sang raja dengan gagahnya sedang berdiri membelakangi pintu menatap kearah jendela.
"Kau sudah datang istriku?" tanyanya yang tak merasa curiga.
"I...iya, sa..saya sudah dat..datang"
"Masuklah dan mari berbicara sebentar" raja menyuruh Maria palsu untuk masuk kedalam kamar dan ia pun dibuat untuk duduk diatas ranjang.
Tanpa sepengetahuan Kumala, sang raja akan memberikan sebuah kalung istimewa yang indah untuk Maria. Bahkan kalun tersebut dibuat dari batu merah delima yang sangat indah.
"Ini untukmu" tanpa basa basi raja memakaikan kalung itu keleher Kumala.
Ia rasa jika sampai Maria melahirkan pewarih yang merupakan darah daging sang raja maka posisinya akan benar benar tergeser di hati raja. Ia harus mengubah rencana dan membuat Maria kembali ke asalnya secepatnya.
"Ini..aku, aku tak bisa menerimanya"
"Bagaimana mungkin kau tak bisa menerimanya? apakah kau tak suka dengan hadiah yang kuberikan ini? jika memang tak suka maka akan ku buatkan apapun yang kau sukai, gelang? anting? gelang kaki? apa yang kau mau sayang?"
Kumala mulai terpancing emosi, bagaimana pun ia harus membuat Maria terlihat buruk dimata sang raja.
"Sudah, ini pun aku suka. Hanya saja bagaimana jika istri pertamamu tahu jika kau memberikan hadiah secantik ini padaku?"
__ADS_1
"Kau tak perlu takut. Jika ia berani macam macam padamu, maka akan ku kurung dia dipenjara"
Sekerika mata Kumala membulat sempurna, baru dua hari wanita ini menjadi istri suaminya, kenapa bisa ia sampai berlaku jahat padanya yang jelas jelas telah menemani sang raja beratus ratus tahun lamanya.
"Aku bukan orang jahat sepertimu! kau harus membuatkannya hadiah agar dia tak marah" Maria mulai berkata dengan nada tinggi.
Sang raja yang saat ini hanya ingin mendapatkan tubuh Maria pun bersikap selembut mungkin dan meng iya kan perkataannya.
"Baiklah jika begitu. Aku akan memberikan Kinanti hadiah, asal kau mau memberikan tubuhmu untukku"
Detik kemudian sang raja mulai membaringkan tubuh Maria palsu keatas ranjang dan mulai menc**m nya dengan sangat lembut. Permain yang awalnya biasa saja saat ini mulai berangsur memanas dengan pergerakan Kumala yang seakan akan kaku agar raja tak merasa curiga.
"Ter..nyata kau hebat juga" puji raja pada sosok yang dianggapnya Maria.
"Tentu saja, aku sudah banyak belajar dari istri pertamamu"
Deru nafas membara dari keduanya berhasil membuat ruangan semakin panas dan membara. Hingga beberapa kali mereka melakukannya tak ada sedetikpun rasa lelah yang raja lakukan bersama Maria palsu.
Disisi lain Maria asli yang saat ini tengah melakukan hal yang sama mulai mengimbangi permainan Antareksa yang menyamar menjadi raja. Hingga tak lama kemudian, Maria yang merasa lelah akhirnya terkulai lemas dengan rambut terurai yang membuatnya nampak begitu cantik walaupun di kegelapan.
Perlahan lahan Antareksa yang mulai bingung dengan getaran di dalam dadanya seakan terkesima dengan kegigihan Maria yang tetap ingin pulang walaupun kekayaan sudah berada didepan matanya.
Tak perduli apapun yang harus ia korbankan, Maria tetap ingin pulang karena khawatir dengan keadaan ibunya yang saat ini sedang sakit. Antareksa mulai mengusap keringat yang bercucuran di kening Maria, seraya menyapu lembut rambut yang terurai di wajah Maria.
"Ak..ku sudah melakukan apa.. yang kau mau. Sekarang tinggal menunggu saatnya aku bisa mengandung anakmu dan kau harus berjanji jika aku sudah memberikan keturunan untukmu, bebaskan aku kembali" dengan nafas yang tak karuan Maria mulai berucap.
__ADS_1
Sesaat Antareksa merasa iba dan mulai meng iya kan apa yang dikatakan Maria walaupun ia tak yakin raja akan menyetujuinya. Namun terlepas dari itu, ia pun sudah memiliki niat, bahwa jika sampai Maria mengandung anaknya maka ia akan membantunya keluar dari alam ini.