RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
43


__ADS_3

Didunia manusia pun sekarang berhubungan dengan orang yang bukan pasangan sudah menjadi hal yang sering terjadi walaupun banyak orang yang mencibir bahkan mencemooh kelakuan mereka.


Dalam agama pun berhubungan bebas dengan yang tak memiliki ikatan merupakan sebuah dosa besar dan perbuatan yang tercela.


Namun sebagian orang yang memiliki iman yang lemah serta profesi yang tidak benar, mereka sangat bersikap biasa walaupun keadaan sekitar sangat mencaci prilakunya.


Hubungan bebas di alam siluman sangat lumrah terjadi didalm bangsanya, baik bersama pasangannya masing masing maupun bersama para bangsa pelayan ataupun para siluman yang menjadi algojo untuk memberikan hukuman bagi manusia yang ingkar dengan perjanjian yang telah mereka sepakati.


"Bukankah kau juga menikmati sentuhan dari adik iparmu sendiri? dia adalah satj satunya siluman yang tak pernah mau menyentuh siluman manapun bahkan manusia manapun. Ia adalah siluman yang sangat sulit untuk ditaklukan oleh siapapun" ucap istri sang raja dengan senyuman.


"Apa kau sudah gila hah?! aku sangat menghormatimu tapi ternyata kau sama saja dengan mereka" Maria teriak dengan keras sebab merasa harga dirinya disama ratakan dengan prilaku selingkuhan ayahnya.


"Kau tak terima dengan ucapanku padahal kau pun ikut menikmatinya. Ku tahu kau bahkan sangat mengingkan adik iparmu lagi kan?"


Maria terdiam, ia kembali mengingat wujud asli wanita dihadapannya yang sangat mengerikan dan menjijikan. Maria sangat takut bahwa jika ia murka, wanita itu akan menghabisi Maria hingga tak bisa bertemu dengan ibunya lagi.


"Sekarang patuhilah aturanku dan aturan yang ada di kerajaan kami. Kau hanya harus tunduk dan patuh jika ingin bisa pulang kembali ke asalmu itu"


Wanita itu pun meninggalkan Maria sendirian dengan senyumnya yang mengerikan. Maria hanya terdiam mendengarkan perkataan tersebut seraya merenungi perkataannya barusan.


Hingga munculah ide bahwa ia akan mendekati sang raja hingga membuatnya tunduk dan patuh pada Maria dan bukan sebaliknya. Ia akan mendekati raja dan membuatnya memberikannya izin pulang kembali ke asal.


Tak lama kemudian Maria memberanikan diri untuk keluar dari kamar tersebut dengan pakaian yang sudah rapih dan sangat terkihat cantik. Kakinya yang jenjang dan mulus serta wajahnya yang cantik membuat beberapa pelayan yang merupakan siluman sangat takjub dengan kecantikan yang dimiliki oleh istri kedua sang raja.


Entah kenapa Maria kini tampak begitu percaya diri dan berani sebab kini ia sudah mulai menyusun rencana agar bisa dibebaskan dan bisa kembali bersama ibunya.


Dari kejauhan terlihat sang raja yang sedang berjalan menuju ke arah Maria dengan beberapa pengawal yang merupakan ajudannya.

__ADS_1


"Lihatlah betapa cantiknya istri keduaku. Hahahahah" ucap Sang raja pada beberapa ajudannya.


"Hallo sayang " Raja pun menyentuh wajah Maria dengan sangat lembut sehingga membuat istri pertamanya yang sekarang tengah menetap geram kearah keduanya sangat murka dari kejauhan.


Maria tersenyum manis sehingga membiat sang raja sangat menginginkannya malam ini.


"Nanti malam datanglah ke kamarku dan kita akan habiskan malam kedua bersama. Hahahahah" Raja sangat gembira dengan kelembutan sikap Maria yang tak seperti biasanya.


Istri pertama raja sangat murka ketika mendengar bahwa raja akan menghabiskan malam inu bersama istri keduanya. Ia pun memiliki rencana licik dan pergi meninggalkan keduanya menuju seseorang.


Maria tersenyum dengan perasaan marah. Ia bahkan ingin meludahi wajah sang raja ketika mendengarkan perkataannya, namun ia bisa memanipulasi pikirannya sehingga raja pun tak bisa menebaknya.


Maria akan menjalankan misinya kali ini agar ia bisa mendapatkan hati sang raja dan akan membebaskannya.


"Aku akan datang malam ini menemuimu. Aku takan mengecewakanmu malam ini" Bisik Maria dengan manja hingga membuat sang raja begitu senang dan tertawa.


Maria merasa jijik dengan perkataan siluman tersebut. Ia kemudian melangkah pergi dengan anggun dan senyuman yang tak lepas dari wajahnya.


Ditempat lain, istri pertama raja berjalan dengan amarah yang menggebu menuju kamar seseorang yang sangat ia kenal untuk melakukan suatu perjanjian.


"Bantu aku dan akan kuberikan imbalan untukmu" ucap wanita itu ketika sudah sampai dan membuka pintu kamar Antareksa.


"Datang dengan tiba tiba dan tak punya tatakrama adalah suatu keahlianmu" cibir Antareksa dengan datar.


"Kau bantulah aku untuk menyamar menjadi raja malam ini"


"Apa hubungannya denganku? apakah dia memintaku untuk melakukan itu? kurasa ini hanya akal akalanmu saja"

__ADS_1


"Kau sudah melakukan hal itu bersama Maria bukan? dan kau hanya mau melakukannya dengan gadis itu saja. Malam ini raja akan menghabiskan malamnya dengan wanita yang bisa menjadi tempatmu dan apalah kau rela jika Maria menjadi milik kakakmu itu hah?! Kurasa apapun yang sudah kau dapat takan pernah mau dibagi dengan yang lain. Termasuk Maria"


Antareksa bergeming mendengarkan ucapan kakak iparnya. Memang benar apa yang ia katakan, jika sesuatu sudah pernah ia dapatkan walaupun bekas sang kakak, maka ia takan pernah mau memberikannya lagi karena itu sudah menjadi hak miliknya.


Saat istri pertama sang raja akan melenggang pergi keluar kamar, tiba tiba saja Antareksa menanyakan apa maksud kedatangannya, yang tak lain adalah kata setuju baginya


"Lalu apa yang kau inginkan dariku hah?" Antareksa bertanya dengan tatapan sinis.


"Baguslah jika kau bertanya. Jadi begini, kau harus menyamar kembali sebagai sang raja dan habiskan malammu dengan wanita itu"


"Lalu bagaimana jika suamimu tahu yang sebenarnya"


"Tenang saja, aku juga sudah menjadi pemain yang handal. Aku bisa menyamar menjadi Maria dan mengelabui raja sebab aku memiliki ilmu yang membuat pikiran raja tertutup dan tak bisa membaca kebenaran dariku"


Antareksa terdiam, ia kemudian mendengarkan perkataan Istri pertama kakaknya tersebut.


"Kau sangat cerdik jika tak ingin membagi kekuasaan yang kau punya, Kumala"


"Jangan panggil aku dengan nama itu paham! panggil aku Kinanti!"


"Memangnya kenapa hah? apa karena namamu jelek dan tak menarik hah! Kumala?"


"Dasar sia**n! sudah, kerjakan saja rencana kita dan kau akan mendapatkan Maria sepenuhnya"


Walaupun ia tak mencintai atau pun memiliki rasa kasihan terhadap Maria, tapi ia tak ingin membagi tubuh Maria dengan kakaknya sebab sudah sejak saat ua masih kecil, apapun yang ibunya berikan adapah bekas dari sang raja. Bahkan ibu kandungnya sendiri pun tak memiliki kuasa akan segala hal yang Antareksa harus dapatkan.


Maka dari itu tubuh Maria pun takan pernah ia berikan kembali pada sang kakak karena ia sudah mendapatkan tubuh wanita itu sisa dari kakaknya.

__ADS_1


"Dia adalah milikku dan takan ku biarkan ia mendapatkannya kembali"


__ADS_2