RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
90


__ADS_3

"Siapa yang sudah berani mengambil jiwa adikku?" Gumam Maria pelan.


Ia mencari cari bau dari jin yang sudah mengambil jiwa adiknya hingga tak lama kemudian Sarah pun menggeliatkan tubuh dan seketika terbangun seraya berteriak dengan kencang.


"Ahkkkkkk!"


Arwah Maria terkejut ia menatap Sarah yang saat ini terbangun dengan nafas yang memburu serta tak karuan. Keringat dingin yang membasahi seluruh tubuhnya membuar Maria menghawatirkan adiknya tersebut.


"Ini tak mungkin ! Ini pasti hanya sebuah mimpi! Aku tak mungkin memiliki kakak! Aku adalah satu satunya putri ayah ! Hanya aku!" Sarah terus berbicara sendiri seraya menggelengkan kepala.


Maria pun merasa aneh sebab adiknya kenapa bisa tahu bahwa ia memiliki seorang kakak.


"Ini pasti ada yang tak beres" batin Maria.


Sarah segera bangkit dan mengusap keringat yang membanjiri keningnya. Ia bangkit dan berlari menuruni anak tangga menuju kamar Bi Darsih. Dengan nafas yang masih terengah bahwa belum sepenuhnya kesadaran ia dapatkan, Sarah telah berlari meninggalkan Arwah Maria yang masih diam terpaku.


Sarah membuka pelan kamar Bi Darsih dan melohat wanita paruh baya itu tengah terlelap dengan nyenyak sekali. Sebisa mungkin Sarah mencoba untuk tak mengeluarkan suara sedikit pun sebab ia takut jika Bi Darsih mengadukan tindakannya pada ayah serta ibunya sendiri.


"Dimana Bi Darsih sembunyikan kunci itu?" Sarah bergumam dengan sangat pelan.


Ia terus mencari cari di atas laci milik Bi Darsih namun tak kunjung ketemu. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk membuka lemari Bi Darsih dan ya, Sarah menemukan kunci kunci yang terikat satu sama lain didalam lemari baju Bi Darsih.


"Akhirnya"


Pintu lemari mulai ditutup kembali oleh Sarah. Namun, suara decitan dari engsel pintu yang telah usang membuat Bi Darsih sedikit bergerak walaupun matanya terpejam rapat.

__ADS_1


Sarah seketika menahan nafasnya dan mencoba diam tak mengeluarkan sepatah kata pun. Hingga sampai ia memastikan bahwa Bi Darsih benar benar kembali tidur, Sarah pun berjalan keluar kamar pembantunya dan segera berlari menuju kamarnya kembali.


"Aku sudah mendapatkan kunci ini dan saatnya untuk membongkar semua rahasia yang ayah serta ibu sembunyikan selama ini" Sarah menggenggam erat kunci di tangannya.


Sampai saat ia pun tepat berada di depan pintu kamar milik Maria dulu, ia menghela nafasnya dan mulai memasukan kunci tersebut.


Ceklek!


Pintu berhasil terbuka. Hawa dingin seketika menyeruak dari dalam kamar yang sudah lama tak di isi itu.


"Aku harus cepat" Sarah segera masuk kedalam kamar yang sangat penuh dengan debu serta kotor itu dan segera mencoba membuka lemari pakaian yang ada disana.


Sarah mencoba memasukan beberapa kunci yang berada di tangannya namun tak ada satu pun kunci yang cocok dengan lemari tersebut.


"Ck sia** kenapa lemari ini harus dikunci? Padahal sebelumnya lemari ini tak pernah dikunci"


"Aku yakin, lemari ini dulu tak dikunci. Lalu kenapa sekarang bisa terkunci? Apa jangan jangan ayah atau ibu sadar bahwa aku telah mengambil buku itu dari sini"


Arwah Maria yang mendengarkan Sarah dari pojok kamar pun hanya terdiam. Ia tak melakukan apapun bahkan tak mengetahui bahwa ibunya memiliki catatan harian, sampai ia pun tahu ketika Sarah sedang membacanya tempo lalu.


"Ayah pasti yang sudah mengunci lemari ini"


Maria mengernyitkan keningnya. Ia bahkan tak tahu apa sebenarnya yang sedang di cari oleh Sarah. Dan siapa yang sudah berani menculik jiwa adiknya tersebut tanpa sepengetahuannya.


Ini benar benar bisa menggagalkan rencana balas dendamnya. Maria kini memiliki tugas baru yaitu mencari tahu siapa yang sudah ikut campur tangan dalam rencananya.

__ADS_1


**********


Danu dan Ria semakin ketakutan ketika tiba tiba saja melihat sesosok jen**glot yang berada di dalam mobilnya.


"Itu yang tadi si mbah pegang mas" ucap Ria dengan gemetar.


"Ya kau benar. Itu memang peliharaan si mbah. Sekarang kita hanya bisa berserah diri dengan keadaan. Si mbah entah memaafkan kita atau tidak"


Ria dan Danu memejamkan mata sampai tak lama kemudian Ria menjerit dengan kencang sebab ia merasakan ada makhluk kecil yang masuk kedalam rok yang ia gunakan.


"Mas!!!"


Danu spontan membuka matanya dan melihat sebuah makhluk sedang bergerak di dalam rok istrinya. Tanpa pikir panjang Danu mengambil kunci inggris dan memukul makhluk itu supaya keluar.


Ria yang merasa takut pun berdiri dengan susah payah dan mengibaskan roknya sehingga makhluk itu pun keluar dengan mulutnya yang sudah di penuhi oleh darah.


"Apa itu mas!?" teriak Ria.


"Kurasa si mbah mengirim makhluk itu untuk memberinya makan dengan darahmu. Dan kurasa jeng*lot itu sudah menghisap darahmu Ria"


Ria segera mengecek bagian kakinya dan benar saja, di bagian pah*nya sudah ada tapak bekas gigitan yang sangat kecil. Namun anehnya ia tak merasakan sakit ataupun perih.


"Bagimana ini mas!? Apa aku akan mati!? Tidak ini tak boelh terjadi! Aku tak mau mati!" Ria menangis dengan keras membuat Danu bingung dan frustasi.


Danu segera memegang bahu istrinya dan mulai mencoba menenangkannya.

__ADS_1


"Kau tak akan mati sayang! Kau akan selamat. Mungkin ini bayaran yang si mbah inginkan atas kesalahan yang kau lakukan tadi. Sekarang kau diam saja"


Danu dan Ria mulai menatap kearah makhluk kecil tadi yang tergeletak di mobil. Sampai lama kelamaan, makhluk itu pun mulai pudar dan mengilang seiringan dengan hujan yang mulai reda.


__ADS_2