RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
67


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat di tunggu tunggu oleh Maria. Tanpa banyak tenaga yang harus ia keluarkan, Danu dan Ria sudah datang mengantarkan nyawanya kepada Maria sendiri.


Balas dendam yang sangat ia nantikan akhirnya tak lama lagi akan ia lakukan. Maria tersenyum ketika mengetahui bahwa Danu melambaikan tangannya tanpa ia suruh bahkan Danu dan Ria mengajaknya untuk tinggal di rumah lamanya tersebut.


Tak ada ikatan ayah diantara Maria dan Danu, sebab Danu sendirilah yang sudah memutuskan ikatan tersebut jauh sebelum Maria tiada.


Saat ini Maria mulai merencanakan pembalasan dendamnya pada Danu dan Ria melalui Sarah. Adik tirinya akan menjadi alat pelanatara balas dendamnya pada kedua manusia tak punya hati itu.


*****


Malam ini Sarah sangat gelisah. Sudah beberapa hari ia mengalami hal mistis dirumahnya, terlebih lagi kamar di sebelahnya yang sering sekali terdengar suara rintihan yang sangat mengerikan.


Sarah senan tiasa menunggu kedatangan ayah serta ibunya, sebab selama ini ia hanya ditemani oleh pembantu dirumahnya. Beberapa kali Sarah juga sering di tinggalkan oleh ayah dan ibunya yang entah perhi kemana. Yang Sarah tahu, ibu dan ayahnya melakukan sebuah syarat untuk kesembuhan Sarah yang sering sekali sakit sejak kecil.

__ADS_1


Suara klakson mobil Danu bunyikan ketika berada didepan pagar rumahnya. Dengan langkah tergesa gesa satpam dirumahnya segera membukakan pagar dan mempersilahkan mobil majikannya masuk kedalam pekarangan.


Mira turun dari mobil dan memandang kagum pada bagunan mewah yang kokoh dihadapannya saat ini. Ia tak henti hentinya bergumam dengan pelan sampai saat Ria menyadari mulut Mira yang terus saja bergumam tak jelas, Ria menepuk pundak gadis tersebut dan mempersilahkannya masuk.


Gadis itu perlahan masuk kedalam rumahnya yang saat dulu merupakan tempat ternyamannya. Tawa dan tangisnya sejak kecil sampai dewasa bersama keluarganya begitu nampak di ingatannya. Semua kebahagiaannya hilang seiringan dengan kedatangan nenek lampir dirumahnya.


Sahabat ibunya ternyata adalah boomerang yang mematikan bagi keluarganya. Diam diam wanita itu mengambil semuanya dari ibunya serta dirinya sampai sampai ia harus kehilangan ibunya sendiri.


"Ayo masuk" ajak Ria pada Maria.


Identitas barunya sudah ia rangkai sedemikian rupa. Namanya sengaja ia rubah dengan Mira agar Danu dan Ria tidak merasa curiga. Walaupun sebenarnya Danu dan Ria pasti takan mengetahuinya sebab ia sudah berada di tubuh orang lain.


Ria mulai memanggil Bi Darsih yang merupakan pengasuh sekaligus pembantu dirumahnya sejak kecil.

__ADS_1


Tolong antar Mira ke kamar tamu dekat kamarmu itu ya. Dia tak bawa pakaian sama sekali, kamu ambil saja di gudang baju milik Sarah yang dulu sudah dipisahkan"


"Ba..baik nyonya"


Bi Darsih kemudian berjalan kearah Mira dan mengajaknya untuk mengikuti menuju kamar yang majikannya maksud. Mereka berjalan beriringan dengan rasa canggung sebab Bi Darsih seakan terkejut dengan wajah yang pernah ia lihat sebelumnya.


"Maaf, kamu sebenarnya berasal dari mana?" tanya Bi Darsih dengan tetap berjalan di depannya.


Bi Darsih pasti mengenali Maria walaupun hanya dari matanya. Wanita itu yang sudah sejak lama merawatnya semasa hidup, mampu mengetahui Maria walaupun hanya dari tatapan matanya saja. Maka dari itu Mira atau Maria senantiasa menyembunyikan sorot matanya dari wanita itu.


Semuanya masih sama seperti dulu. Tak ada yang berubah sejak kematiannya tujuh belas tahun yang lalu. Rumah mewahnya masih sama seperti dulu, walaupun cat dirumahnya telah berganti. Namun pandangannya mulai mengarah pada Kamar di lantai atas. Ya, itulah kamar yang selama ini ia gunakan untuk menganggu Danu, Ria bahkan Sarah dirumah ini.


Setiap malam ia menangis dan tertawa di ruangan sana hanya untuk menunjukan kehadirannya pada Sarah.

__ADS_1


__ADS_2