
Suasana yang tadinya ramai kini berubah menjadi hening dan senyap. Maria dan adik sang raja hanya bisa diam setelah melakukan aktifitas yang menguras energi.
Maria terlelap dengan bagian kepala bersandar didada siluman yang telah melakukan hal yang paling ia benci saat ini.
"Cantik" tanpa sadar sosok siluman yang angkuh dan dingin memuji kecantikan yang dimiliki oleh istri kakaknya sendiri.
Mata yang indah serta bentuk bibir yang menggoda membuat pria didepan Maria tak henti henti menatap wajahnya. Hingga perlahan lahan mata Maria mulai terbuka dengan kesadaran dari hipnotis yang sebelumnya adik raja berikan.
Tubuh Maria terlonjak dan menjauh seketika ketika mendapati siluman itu kini berada didepannya. Ia begitu terkejut melihat tubuhnya yang polos hanya tertutup kain selimbut saja.
"Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Maria dengan panik.
"Seperti yang kau lihat" jawab pria ular dihadapannya dengan datar.
"Dasar kau baji**n! seta*! kau telah mengambil kehormatanku hah?! kau sama saja seperti kakakmu yang ib**s itu!" Maria yang syok akhirnya menangis dan meraung raung dikamar milik raja siluman itu.
Mendapati Maria yang begitu histeris akhirnya membuat pria didepannya kini mulai tersenyum sinis dan mulai bangkit dengan santainya menuju luar kamar.
"Jika saja kau tahu, betapa kau menikmati sentuhanku., mungkin kau akan memintanya lagi"
Pria itu kembali meninggalkan Maria sendirian dengan keadaan yang sangat berantakan. Iq begitu terpukul mendapati dirinya kembali dilecehkan oleh kakak beradik yang merupakan siluman didunia yang saat ini ia singahi.
__ADS_1
Dunia yang saat ini menjadi tempat tinggal Maria sangatlah menakutkan, beberapa dari siluman disini bisa merubah wujud mereka menjadi seperti manusia dan memiliki rupa yang sempurna tak mengerikan. Kerajaan yang ia tempati pun memiliki keindahan yang sangat menakjubkan. Beberapa bagian didalam istana siluman ini terbuat dari emas dan berlian, serta beberapa tempat juga terdapat pajangan dinding yang terbuat dari tengorak dan tulang belulang manusia yang melakukan perjanjian gaib dengan mereka karena menginginkan kekuasaan, kecantikan serta kekayaan secara instan.
Kerajaan siluman ini dipimpin oleh raja yang merupakan siluman ular yang membawa Maria karena perjanjian yang dilakukan Ria dengan sang dukun. Dan siluman ular itu pun memiliki seorang adik yang terlahir dari rahim seorang manusia yang memang menjadi istri dari ayahnya tempo dulu.
Istri pertama sang raja juga adalah seorang manusia yang diselamatkan dimasa lalu dan sekarang usiannya sudah seribu tahun lebih karena memilih untuk tinggal bersama raja siluman ini dan menginginkan kebahagaiaan serta kemakmuran walaupun berada dialam lain.
Sekian lama mereka menikah, mereka akhirnya dikaruniai oleh sembilan ekor anak yang memiliki darah manusia dan siluman ular. Kesembilan anaknya hidup sangat akur dialam ini hingga akhirnya mereka melakukan tugas pertamanya untuk menyesatkan manusia dengan rayuan dan tipu muslihat yang akan mereka lakukan dengan iming iming membantu dan menyelesaikan masalah yang sering du hadapi oleh manusia.
Sialnya mereka malah mendapati mangsa yang berkianat dan ingkar terhadap perjanjian yang sudah ia lakukan. Manusia itu memikih untuk tobat dan meminta bantuan seorang kiyai yang sangat hebat dan memiliki kemampuan yang tiada tanding. Kesembilan anak raja siluman itu dibakar dengan brutal tanpa ampun oleh sang kiyai hingga membuat sang raja murka dan ingin mengusai dunia manusia dengan menyesatkan mereka menuju alamnya.
Saat istri raja siluman itu mengetahui kesembilan anaknya telah tewas ia pun mencoba berbagai macam cara untuk kembali hamil anak siluman itu namun gagal. Ia mengalami kesulitan untuk melahirkan kembali penerus kerajaan siluman itu karena kiyai yang membunuh anaknya mendorong bagian perut sang istri siluman dengan doa doa yang ia ucapkan hingga membuat perutnya megalami kerusakan dan menyumbat rahimnya agar tak melahirkan kembali anak campuran dari siluman.
Raja siluman pun marah, namun kekuatan yang ia miliki belumlah sempurna dan cukup untuk mengalahkan kiyai yang hebat itu. Hingga akhirnya ia pun memilih mencari tuan agar bisa memberikannya istri dari kaum manusia untuk melahirkan anak anak didalam kerajaannya. Karena dengan begitu anak anak yang berasal dari campuran siluman dan manusia akan tumbuh hebat dan bisa membalaskan dendam yang dimilikinya dengan ajaran yang akan ia berikan terlebih dahulu untuk mengalahkan sang kiyai dan menguasai kaum manusia.
Setelah mendapatkan pelecehan dari raja siluman ia kembali mendapatkan perlakuan sama dari adik sang raja. Bagaiman ia akan mengatakannya pada ayah serta ibunya nanti ketiak mendapati kenyataan bahwa putrinya sudah kehilangan kesucian yang direbut paksa oleh kaum siluman.
Pasti ibunya akan kembali sakit dan mungkin gila ketika mendengarkan pernyataan pedih dari putrinya ini. Maria mencoba memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa kembali ke dunia manusia dan terbebas dari kerajaan yang siluman yang tak memiliki waktu siang karena disini sepanjang hari diluar gelap seperti malam.
Tak berselang lama Maria pun mencari pakaian yang bisa ia kenakan didalam lemari kamar tersebut hingga ia melihat beberapa pakaian khas kerajaan dengan manik manik dan batu batu yang indah terdapat dipakaian pakaian tersebut. Maria kemudian memilih salah satu baju berwarna putih dengan polet kuning emas dan mulai memakainya dengan perlahan.
Tubuhnya begitu lemas tak berenergi sebab dengan hubungan yang ia lakukan dengan siluman, siluman itu akan menyerap setiap energi yang terdapat pada tubuh manusia.
__ADS_1
Maria mencoba melafalkan doa yang ia hafal namun ia tak bisa mengucapkannya. lidahnya kelu dan bibirnya seolah terbakar jika mencoba mengucapkan doa doa yang selalu ia bacakan setiap hari.
Entah memang karena ini merupakan dunia siluman, hingga berdoa pun Maria merasa tersiksa walaupun mencobanya dalam hati.
Maria mencoba membuka pintu dan mencari jalan untuk bertemu dengan istri sang raja yang sangat cantik jelita. Hingga saat berada dilorong kerajaan ia mendengar jeritan yang begitu menyayat hati dari arah belakang bangunan dan membuatnya sangat penasaran dengan apa yang terjadi.
Maria berjalan menyusuri lorong tersebut hingga akhirnya ia berada didepan pintu besar berwarna hitam. Celah dipintu membuat Maria bisa masuk kedalamnya dan mencari suara jeritan itu berasal. Jeritan jeritan itu bukan hanya satu, namun puluhan. Maria begitu takut namun tetap merasakan penasaran. Ia berjalan didalam ruangan yang hanya diterangi oleh lampu yang temaram dari cempor. Kakinya sangat perlahan melangkah karena takut ia akan ketahuan dan ditangkap oleh siluman didalam sini.
Sampai pada akhirnya Maria menginjak genangan cairan hitam dan setelah diselidiki ternyata cairan itu adalah darah yang sangat kenatal dan hitam pekat. Maria terlonjak kaget dan mencoba melangkah lebih jauh. Maria menatap ngeri kearah didepannya yang menampilakn beberapa manusia yang tenagh digantung, digiling dan kuliti oleh siluman keraja yang terbahak bahak.
Manusia itu disiksa hingga banyak sekaki mengeluarkan darah oleh siluman kera yang berbulu lebat serta bermata merah. Jeritan pilu terdengar dari mulut mereka hingga membuat Maria sangat sedih dan takut.
Bagaimana bisa mereka sampai kesini? mungkinkah mereka sama seperti Maria yang diculik dan dijadikan alat tukar oleh seseorang yang ia pun tak tahu siapa.
Maria mundur perlahan hingga tak sengaja ia menginjak tulang manusia yang telah kering dan membuat siluman kera dihadapannya yang sedang merobek mulut wanita didepannya menoleh dan mulai berjalan mendekati Maria.
Maria yang ketakutan pun berkari sekuat tenaga dan dikejar oleh siluman tersebut. Dengan nafas yang memburu, Maria berusaha sembunyi dibalik jeruji besi yang terdapat diruangan tersebut hingga sebuah tangan mencengkaram bagian bahunya dan menutup mulut Maria dengan kencang.
"Diam kau! jika tidak kau akan dibakar oleh mereka dan dijadikan makanan untuk bayi bayi siluman ular yang kami punya"
Maria hanya diam dengaj nafas yang terengah engah hingga tak lama kemudian suara geraman kera tepat berada dibelakang tembok jeruji tempat ia bersembunyi.
__ADS_1
Keringat mengucur deras dari tubuh Maria. Ia begitu terguncang dan ketakutan dengan apa yang ia lihat dan dia dengar.