RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
52


__ADS_3

Permainan keduanya begitu panas dan tak tahu tempat. Hingga tak lama kemudian terdengar suara tawa seorang wanita yang memekakan telinga Danu dan Ria.


"Suara apa itu mas? tanya Ria yang langsung mengehentikan aksinya bersama Danu.


"Entahlah sayang. Kurasa ada penunggu hutan yang merasa terganggu" Danu mulai menyalakan kembali mobilnya dan segera melajukan kendaraannya.


Ria dan Danu merasakan ketakutan serta merinding ketika melihat jalanan yang begitu sunyi dan gelap. Keduanya saling diam tak mampu bicara karena ketakutan.


"cepat sedikit mas aku takut" Ria merengek pada Danu yang hanya diam saja.


"Iya sebentar" Danu kemudian mengemudiakn mobilnya sedikit lebih kencang.


Mobil berwarna putih itu kini berjalan dengan sangat jencang membelah kawasan hutan yang lebat dan sangat gelap. Tak ada suara apapun bahkan suara serangga sekalipun..


Danu dan Ria hanya diam dengan mantara mantra gaib yang si mbah berikan untuk menangkal gangguan makhluk halus.


"Kita sebentar lagi akan sampai" Danu mulai membuka pembicaraan agar tak merasakan kesunyian.


"Itu berita yang bagus"


Tak berselang lama akhirnya mobil danu mulai sampai didepan gubuk tua milik dukun tersebut. Ria dan Danu tampak turun dari mobil dan mulai berjalan menuju rumah dukun.


Tok! tok! tok!


Pintu diketuk cukup keras oleh Danu. Ia tampak celingukan menunggu sang dukun membuka pintu dengan perasaan yang gusar.

__ADS_1


"Lama sekali dia membuka pintu mas" Ria mulai mengeluh.


"Sabar sebentar. Pasti dukunnya sedang sibuk"


Tak lama kemudian tersengar suara langkah kaki seseorang dari dalam dan mulai membuka pintu tersebut.


Cittt!


Derit pintu yang mulai lapuk berbunyi dengan sangat nyaring. Danu dan Ria saling berpandangan dan tak lama kemudian keduanya masuk kedalam gubuk tersebut.


"Mbah?" Ria dan Danu mulai memanggil si mbah.


Hening tak ada jawaban. Ria dan Danu hanya melihat meja serta beberapa kemenyan dan sesajen diatasnya.


"Mbah saya kembali lagi" Ucap Danu dengan pelan.


"Dia mungkin sedang tidur" ucap Ria.


"Tak mungkin sayang. Si mbah pasti sedang sibuk, dan sebentar lagi mungkin keluar"


Benar saja, dari arah samoing terlihat si mbah dengan hanya memakai handuk saja ia datang menyambut kedatangan Ria dan Danu.


"Kalian sudah sampai?" tanya si mbah dengan datar.


"I..iya mbah. Kami baru saja tiba"

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu. Apa kalian ingin mempercepat perjanjian itu hah?"


"iya mbah kami ingin secepatnya Irma mati"


"Bagus. Kalau begitu kalian akan lebih cepat kaya raya" Si mbah tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Ria dan Danu.


Si mbah mulai memakai pakaian serba hitam dihadapan Ria tanpa rasa malu sedikitpun. Ia membuka handuknya dan mulai memakai pakaian dinasnya.


Ria sontak saja merasa jijik ketika melihat bagian tubuh si mbah dan mulai memalingkan mukanya.


"Ayo kita mulai" Si mbah mulai duduk bersila dihadapan sesajen dan mulai merafalkan beberapa mantranya.


Danu dan Ria segera ikut duduk dan berhadapan langsung dengan si mbah.


"Kalian mengambil syaratnya?" tanya si mbah.


"Kami membawa syarat yang mbah minta sebelumnya. Ria ambilkan ayam itu diluar" Danu memerintah Ria yang terlihat cemberut.


Ria pergi berlalu dan mulai mengambil ayam serta sesajen diluar dan kembali dengan persyaratan yang lengkap.


"Ini" ucap Ria dengan kesal.


Si mbah yang saat ini tengah fokus pun tak menghiraukan kehadiran Ria dan mulai membacakan beberapa mantranya dengan serius. Ia terlihat beberapa kali memercikan air kedalam api hingga membuat api itu semakin besar.


"Wahai penguasa gunung***** kami datang membawa hadiah serta pengabdian yang tulus padamu. Datanglah dan berikan anak ccucukku ini kekayaan melimlah dan kesuksesan yang tak terhingga. Datanglah wahai tuan yang berkuasa"

__ADS_1


Angin bertiup kencang hingga membuat dinding gubuk yang terbuat dari kayu sedikit bergoyang. hening dan suasana yang mencekam membuat Ria dan Danu saling berpegangan tangan dengan erat.


Tak disangka tiba tiba saja suara berat dan menggema membuat Danu dan Ria seketika terkejut dan mencari sumber suara tersebut.


__ADS_2