
Maria terdiam, ia kemudian menundukan kepala dan mulai meneteskan air mata.
"Maafkan aku karena sudah membuatmu mengingat kejadian itu. Aku hany ingin pulang, ibuku sedang sakit dan ia sangat membutuhkan aku disisinya"
"Kenapa kau sangat menyayangi ibumu? dia hanya manusia dan tentunya memiliki ayahmu yang senantiasa bersamanya. Kau tetaplah disini, kita bisa akrab seperti kakak dan adik. Aku sangat menginginkanmu untuk tinggal disini"
"Ayah" Maria tersenyum sinis.
"Ayahku adalah seorang pria jahat. Ia mempermainkan ketulusan ibu dan bermain api bersama sahabat ibuku. Aku dan ibu awalnya sangat bahagia dan bangga memiliki ayah sepertinya. Namun ketika wanita penyihir itu datang, ia kemudian mengambil segalanya dariku. Hidupku, kebahagiaanku, ayahku semua ia ambil dariku dan ibu"
Perempuan cantik didepannya kembali tersenyum dan ia pun mengajak Maria bekerja sama.
"Aku akan membantumu membalaskan semua rasa sakit itu pada ayahmu dan wanita penyihir yang kau maksud. Tapi kau harus tetap tinggal disini dan berikan aku anak dari rahimmu"
Maria kembali menggelengkan kepala dan menolak wanita itu dengan sedikit marah
" Sudah kubilang, aku tak mau ada disini. Aku ingin sekolah, ingin menjadi dokter dan ingin terus bersama ibuku. Mengapa kau tak mengerti hal itu. Kau juga seorang ibu dan kau tak inginkan kehilangan anakmu?"
Perempuan didepan Maria kini mulai bangkot dan berdiri dengan air mata yang ia tahan. Ia kemudian pergi meninggalkan Maria seorang diri didalam sana tanpa sepatah kata pun.
"Tunggu kau mau kemana?"
Maria bangkit dan mencoba mengejarnya. Namun pintu kamar tersebut tiba tiba saja menutup dan Maria tak bisa membukanya. Ia menggedor pintu dengan sangat keras dan mencoba membukanya dengan sekuat tenaga namun tak bisa.
"Tolong buka pintunya! buka kumohon!"
Maria menggedor gedor pintu kamar tersebut hingga seorang pria membukakan pintunya dan berdiri tepat didepan Maria.
"Kau siapa?" tanya pria itu dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Ak...aku...aku... aku adalah..."
Perkataan Maria menggantung, sebab sosok siluman yang merupakan raja itu menghampiri mereka.
"Dia adalah istriku. Dia adalah kakak iparmu" ucap Siluman itu dengan tegas.
"Tidak! aku tak sudi menikah denganmu! kau itu siluman kejam, kau jahat. Lepaskan aku sekarang juga"
Maria berteriak dengan kencang hingga membuatnya marah besar dan menampar pipi Maria dengan kencang.
Plak!
Tamparan keras membuat pipi Maria memerah dan ia pun meringis kesakitan. Pria yang tadi bertanya kini terdiam dan menatap dingin pada siluaman yang menginginkan Maria tersebut.
"Bungkam saja mulutnya, aku tak ingin mendengarkan suaranya maupun melihat wajahnya"
"Maafkan aku, aku tak bermaksud melakukan itu. Aku hanya terbawa emosi dan aku juga meminta maaf atas kelakuan adikku"
Adik?
Maria tertegun ketika mendengarkan pria itu merupakan adik dari siluman yang ingin menikahinya. Jelas saja Maria merasa heran, sebab adik dari sang raja sangatlah berbeda, ia memiliki wajah yang putih pucat dengan halis yang tebal serta bibir merah yang kecil. Ia tampak seumuran dengan dirinya hingga membuat Maria begitu penasaran dengannya.
"Kita akan menikah malam ini. Ketika bulan bulat sempurna, kita akan menikah dan menjadi pasangan suami istri. Kau akan melahirkan keturunan untukku dan kau akan kuangkat menjadi ratu diduniaku"
"Kau sudah gila ya! dasar gak waras! istrimu yang sangat mencintaimu akan kau duakan dan kau memilihku untuk menjadi ratu didunia ini?! kau sungguh ibli*s yanh terkutuk! kau bahkan tak layak menjadi seorang raja diduniamu sendiri!"
Raja siluman itu pun terdiam dengan pandangan nyalang pada Maria. Ia begitu marah ketika mendengarkan ocehan Maria yang jelas jelas meruntuhkan harga dirinya sebagai raja.
"Siapa kau hingga berani mengatakan hal itu padaku?! kau hanya manusia kotor dan hanya gadis tak berotak!"
__ADS_1
Maria menatap geram pada siluman tersebut ketika mendengarkan cacian dari mulutnya.
"Kau akan tinggal disini dan menjadi pemuas nafsuku! kau akan ku kurung disini hingga siapapun takan bisa menyelamatkanmu"
Siluman itu pun pergi meninggalkan Maria sendirian disana. Ia mengeluarkan kekiatan gaibnya dengan membuat pintu tersebut menjadi saat panas ketika disentuh serta seluruh jendela disana berubah warna menjadi gelap.
"Tunggu! keluarkan aku dari sini baji**n! kau ibli* jahat! kau akan mati menjadi abu! itu sumpahku!" Maria berteriak namun tak ada sautan dari arah luar.
Kini ia benar benar terkurung ditempat ini dan hanya tinggal menunggu kejadian yang tak pernah ia inginkan terjadi.
Maria hanya bisa menangis dan memeluk erat lututnya serta memikirkan bagaimana keadaan ibunya. Ia benar benar sangat menyayangi sang ibu melibihi apapun didunia ini.
Hingga tiba saatnya perempuan cantik yang merupakan istri pertama raja siluman itu datang dan tersenyum kearah Maria.
"Sudah saatnya kau menikahi suamiku. Kau hapus air matamu dan tersenyumlah karena para tamu dari kerajaan siluman sudah datang dan akan melihat prosesi pernikahanmu"
"Tidak! kumohon bantulah aku keluar dari sini! aku ingin menemui ibuku dan belajar dengan giat agar ia bangga. Maafkan aku atas semua ucapanku tadi. Kau adalah perempuan yang baik dan ku yakin kau akan menjadi penyelamatku"
Perempuan itu lagi lagi hanya tersenyum. Ia kemudian berjalan mendekati Maria dan mengusap wajah gadis didepannya dengan lembut.
"Kau sangat cantik untuk menjadi pengantin dan istri kedua suamiku. Ku yakin kau akan melahirkan beberapa putra bahkan ratusan putra dan putri yang cantik untuk kami. Aku sangat ingin kau menjadi adik maduku dan membuatku menjadi seorang ibu" Tak lama kemudian ia pun meniup kembali wajah Maria hingga membuat Maria terdiam seolah olah terhipnotis dan mengikuti semua ucapan istri raja siluman itu.
Maria berjalan menuju altar pernikahan dengan raja siluman yang sudah rapih mengenakan pakaian pengantin dan para tamu yang sedang menatap takjub dengan kecantikan Maria. Lain hal nya dengan adik sang raja yang hanya menatap datar dan tak ingin lama lama berdiam diri ditempat ini.
Tak alam kemudian Maria yang sudah berada dialtar pernikahan kini mulai melakukan ritual pernikahannya dengan raja siluman. Ia dipakaikan kalung yang terbuat dari bunga melati . Ia kemudian diperintahkan untuk duduk berdampingan dengan sang raja dan mulai dinikahkan oleh penghulu yang tak lain adalah siluman kerbau dengan tanduk besar dan badannyang penuh dengan bulu.
Maria dan raja siluman diharuskan meminum darah manusia segar yang melakukan ritual pesugian namun ingkar janji. Manusia yang gagal dan tak patuh dengan perjanjian pesugihan yang mereka lakukan, akan menjadi santapan para ibl** yang mereka suruh sebelumnya untuk membantu usahanya.
Hingga akhirnya pernikahan mereka telah usai dan Maria kini resmi menjadi istri kedua dari siluman ular tersebut. Maria dipapah oleh istri pertama sang raja untuk memasuki kamar pengantin dengan hiasan yang mewah dan ia pun ditinggalkan begitu saja didalam kamar sana.
__ADS_1