
Keranda yang berisi kenasah Maria kini diangkat dan digotong menuju masjid terdekat. Danu denganntangis palsunya segera membantu para pemuda yang menggotongnya.
Ria hanya menangis dengan air mata palsunya. Ia tak henti hentinya berteriak memanggil nama Maria padahal dalam hatinya ia tertawa bahagia dengan kematian putri suaminya.
"Kasihan ya, Maria. Padahal ia sangat baik dan cantik. Ia juga sangat berprestasi di sekolahnya" ucap salah satu ibu.
"Iya benar. Kasihan sekali dia. Padahal Maria punya keinginan untuk jadi dokter malah harus menyusul ibunya yang sudah tiada duluan"
Ria sangat bahagia saat ini. Rencananya sudah terwujud. Maria sudah mati atas kesengajaan yang ia perbuat. Perjanjiannya dengan siluman sudah tercapai. Bahkan ia sudah berhasil membunuh Maria tanpa menyentuhnya.
"Anakku memang sangat baik. Aku sangat menyayanginya"
"Apa ibu mau membantu memandikan jenasah Maria?" tanya salah seorang ibu pada Ria.
"Saya sudah tak kuasa melihat anak saya. Saya tak sanggup"
Akhirnya mereka pun pergi menuju amsjid untuk ikut memandikan serta menyolatkan Maria. Sebagian ibu ibu menunggu Ria yang masih mereka anggap sedang terpukul.
__ADS_1
"Kami pamit dulu ya bu"
Ria menganggukan kepala dan mulai berakting menangis kembali. Jenasah Maria kini sedang dimandikan oleh beberapa ibu ibu di kampungnya. Jenasah Maria membelalakan mata hingga membuat beberapa ibu ketakutan.
"Astagfirullah kenapa mayatnya tak bisa menutupkan mata?"
"Entahlah bu. Maria seperti merasa kesakitan ketika ajal datang padanya. padahal ia orang baik"
"iya bu. Maria sangat baik dan sopan. Tapi kenapa dia meninggal seperti kesakitan"
"Apa jangan jangan dia dibunuh"
"Hush jangan fitnah. Nanti ada orang yang dengar"
mereka langsung terdiam dan lanjut memandikan jenasah Maria.
Ketika jenasah Maria sudah dimandikan, ibu ibu segera menggotongnya menuju masjid untuk di sholatkan.
__ADS_1
"Mari kita sholatkan almarhumah" ucap seorang ustad pada jamaahnya..
Danu segera berpura pura menangis dan menjerit. Tak lupa ia pun terduduk di atas lantai seolah olah lemas untuk menghindari ikut menyolatkan jenasah Maria.
"Bapak duduk saja disitu ya"
Danu pun menganggukan kepala dan duduk diluar masjid. Ia tampak senang karena tak melakukan sholat sebab ia takut jika perjanjiannya dengan iblis pesugihan bisa gagal dan kacau.
Maria kini sudah menjadi arwah gentayangan. Ia kemudian mencoba untuk membalaskan dendamnya pada Danu dan ia pun akan membalaskan kematian ibunya.
*******
Maria yang kini hidup didalam kerajaan siluman pun mulai membiasakan diri dengan kehidupan barunya. Tak ada sedikit pun rasa iman di hatinya sekarang karena ia sudah menjadi bangsa mereka.
"Aku akan membalaskan semuanya padamu Ria! kau sudah mengambil ayahku serta membuat ibuku menjadi tumbal. Aku akan memberikan rasa sakit yang sama padamu nanti ketika waktunya sudah tepat. Aku akan datang kepadamu dan melakukan hal yang membuatmu sangat senang" Maria denganw ajahnya yang pucat mulai melakukan apapun dengan kemarahan dan kebencian.
Ia bahkan sekarang banyak melakukan kekerasan pada pengawal kerajaan siluman serta acuh pada anak anaknya sendiri. Ia menumpang hidup pada raja siluman dengan bayarannya adalah memberikan kepuasan padanya.
__ADS_1
Bahkan ia pun tak memandang Antareksa sekarang jika berpapasan. Ia seolah acuh dengan Antarkesa dan menghilangkan rasa yang pernah ada dihatinya. Maria benar benar telah berubah menjadi arwah gentayangan.