RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH

RINTIHAN SENDU DI KAMAR SEBELAH
88


__ADS_3

Sarah yang tengah menonton film korea kesukaannya kini mulai merasakan kantuk yang luar biasa. Jam di dindingnya menunjukan pukul lima sore dan entah kenapa hari ini ia sangat malas keluar kamar apalagi harus bertemu Mira yang menyebabkan masalah dirumahnya.


Kantuk yang dirasakan Sarah perlahan lahan membuatnya kalah. Ia terkantuk kantuk sampai akhirnya mulai terlelap di atas kasurnya yang sangat besar.


Ac dikamarnya yang menyala, sangat mendukung suasana sore ini yang begitu dingin hingga membuat Sarah semakin nyenyak tertidur.


Tanpa Maria sadari, Antareksa sudah mulai masuk kedalam rencana balas dendamnya pada Danu dengan cara mulia mendekati Sarah yang Antareksa pun tahu, ia adalah adiknya Maria.


Antareksa mulai menculik jiwa Sarah dan mengambilnya untuk masuk ke sebuah hutan terlarang di alamnya. Sarah yang saat ini sudah masuk kedalam alam bawah sadarnya, terkejut ketika mendapati dirinya berada di sebuah hutan yang sangat gelap serta sangat sepi.


Ia menatap sekelilingnya yang begitu sunyi dan sepi bahkan Sarah pun mulai mendengar suara dari balik semak semak.


"Siapa itu? Tolong jangan buat aku ketakutan" Sarah mulai berteriak dengan gemetar.


Srekkk srekkkk


Suara dari balik semak semak itu kini mulai sangat jelas terdengar diiringi dengan guncangan.

__ADS_1


Sarah yang melihat kejadian itu pun mulai mundur beberapa langkah dan terdiam seraya mengigit jarinya karena menahan rasa takut.


"Kumohon keluarlah siapa pun itu"


Sarah kembali memundurkan langkahnya hingga tiba tiba ia yang merasakan ketakutan hebat, lari terbirit birit tak tentu arah.


Suara semak semak yang di injak di sisi kanan dan kirinya seolah menambah kesan situasi yang sangat mencekam. Gelap dan bingung, Sarah rasakan saat ini. Ia berlari tak tentu arah sampai sampai akhirnya kakinya tersandung sebuah dahan pohon yang cukup besar, dan tersungkur dengan sangat keras.


"Awhhh!" pekik Sarah dengab keras.


"aku dimana" ucap Sarah pelan.


"aku sungguh ingin pulang"


"Kau pasti pulang nona" tiba tiba saja Antareksa muncul dihadapan Sarah dengan pakaian khas kerajaan yang tengah ia gunakan.


"Si...siapa kau? Mau apa kau hah?!" Sarah yang ketakutan hanya bisa menangis.

__ADS_1


"Kau tak perlu tahu siapa aku. Aku tak akan melakukan apapun padamu tapi kau harus patuh dengan ucapanku"


Sarah terdiam. Ia bahkan tak tahu apa maksud ucapan Antareksa.


"Ma...maksudmu apa? Apa yang kau inginkan dariku? Apa yang harus kulakukan hah?!"


"Kau sama seperti kakamu" Antareksa tersenyum melihat ketakutan diwajah Sarah.


"Kakak? Kau benar benar pria gila! Kau tidak waras! Aku bahkan tak memiliki saudara!'


Antareksa terdiam, ia lupa bahwa Sarah memang tak mengetahui tentang Maria. Bahkan saat ini rencana balas dendam Maria baru di mulai, jadi takan mungkin Sarah mengegahui bahwa Maria adalah kakak tirinya.


"Maafkan aku. Tapi aku tidak salah orang. Kau memang memiliki seorang kakak perempuan dan kau mungkin akan terkejut jika mengetahuinya. Tapi, itu tak penting. Yang penting sekarang adalah kau patuhi saja ucapanku. Ingat! Kau harus selalu berdoa pada tuhanku agar kau tak memiliki hati yang busuk seperti kedua orang tuamu. Kau pasti akan sangat terkejut jika tahu kebenarannya nanti. Tapi semua keburukan akan dibalas dengan keburukan, dan kau adalah anak tak bersalah jadi ku harap kau jangan ikuti semua yang dilakukan kedua orang tuamu"


Sarah semakin bingung dengan ucapan pria di hadapannya.


"Aku mengetahui rahasia besar keluargamu dan kau hanya perlu mencari tahu kebenaran itu dari liontin berbentuk hati di kamar itu. Kau akan tahu siapa kakakmu sebenarnya dan kau tanyakan perbuatan keji apa yang telah Danu dan Ria lakukan tujuh belas tahun silam"

__ADS_1


__ADS_2