
Mira tersenyum melihat Sarah berlalu pergi meninggalkannya sendiri. Ia kemudian berlalu pergi menuju kamar yang sudah ditujukan untukknya di rumah Danu. Malam ini Mira takan tidur sebab ia ingin tahu rencana dari Danu melakukan hal menjijikan saat makam malam bersama.
Tak lama kemudian, Maria mendengar sayup sayup langkah kaki dari seseorang yang ia pastikan adalah Danu mendekati kamarnya. Dengan segera, Maria tertidur untuk mengelabui Danu.
Pintu terbuka dengan pelan. Hawa dingin Danu rasakan ketika masuk kedalam kamar Maria.
Danu kini mulai berada tepat disebelahnya dan mulai menyentuh wajah Miran yang sangat cantik.
"Gadis manis yang cantik" guman Danu dengan pelan searaya terus saja membelai pipi serta rambut Mira.
Danu kini mulai menatap penuh dengan nafsu pada setiap inci tubuh Mira dari ujung kaki sampai ujung kepala. Sampai sampai ia kini berani mengusap perlahan kaki jenjang Mira dengan lembut dan tatapan bak seekor srigala yang akan menangkap mangsanya.
Diusapnya dengan pelan kaki Mira hingga ke pahanya yang mulus, hingga Danu menahan untuk tak lebih jauh lagi sebab ia takut Mira terbangun dan berteriak.
Pria menjijikan itu kemudian pergi meninggalkan Maria terlelap di kamarnya. Ketika Danu telah pergi, Maria segera terbangun dan mulai menyandarkan tubuhnya ke dinding ranjangnya.
Perasaan jijik dan benci menjadi satu. Ternyata sifat ayahnya memang sudah betubah semenjak kehadiran Ria dihidupnya. Terlebih lagi ayahnya kini sangat menjijikan terhadap gadis seusia Sarah.
__ADS_1
Perjanjian ibl* s yang dilakukan Danu dan Ria bahkan sudah membuat keduanya begitu tamak dan jauh dari sang pencipta.
******
Pagi telah tiba. Mentari yang begitu terik sudah muncul menyapa Mira yang masih terlelap. Silau mentari berhasil membuatnya terbangun dengan perasaan yang sangat aneh. Badannya serasa sakit dan remuk saat ini.
"Pagi Mira!" tiba tiba saja Sarah muncul dari balik pintu sehingga membuat Mira terkejut menatap kearahnya.
"Oh, maaf jika aku membuatmu terkejut Mira. Aku kesini hanya untuk memastikanmu tak kabur dari rumah karena ketakutan. Apakah tadi malam tidurmu nyenyak? Apakah tak ada hantu yang mengagnggumu Mira?" tanya Sarah dengan tatapan menelisik seraya tertawa.
Sarah mendekati Mira yang masih terduduk di atas ranjang. Ia kemudian merangkul Mira dan menceritakan tentang hantu yang bergentayangan selama ini di kampungnya.
"Ish aku lupa memberitahumu Mira. Sebenarnya di kampung ini sangat terkenal dengan isu arwah wanita bergentayangan disini. Dan arwah itu akan menganggu siapa saja yang tidur terlalu malam dengan cara mendatanginya langsung ataupuan memanggil nama orang tersebut. Dikampung ini sangat terkenal dengan hantu itu. Namun aku pun belum tahu siapa nama hantu tersebut"
"Lalu apakah kau mau berkenalan dengannya?" tanya Mira dengan serius.
Sarah langsung membulatkan mata mendengar pertanyaan gadis disampingnya itu.
__ADS_1
"Kau sudah gila ya Mir. Mana mungkin aku berkenalan dengan arwah yang gentayangan." Sarah langsung menatap ke arah jendela.
"Kamu takut Sar?" tanya Mira seraya tersenyum.
"Emmhh... Tentu...tentu tidak! Mana mungkin aku takut. Ayahku akan selalu melindungiku sampai kapanpu bahkan akan membunuh arwah itu "
Mira menatap nyalang pada Sarah. Bagiaman mungkin gadis itu bisa percaya diri bahwa Danu akan menjaganya. Sebab sudah jelas Danu melakukan pesugihan bahkan ibu Maria sendiri yang sudah dijadikan tumbalnya. Lalu bisa saja Danu dan Ria menjadikan Sarah sebagai tumbal selanjutnya sebab kegilaan mereka terhadap kekayaan dan kejayaan.
"Arwah itu takan pernah mati Sar. Takan pernah!"
Sarah menatap mata Mira yang begitu merah dan menakutkan. Bahkan Sarah terkejut dengan tingkah Mira yang tiba tiba saja terlihat sangat mengerikan.
"Apakah ucapanku menyingggung perasaanmu Mir?" tanya Sarah dengan ketakutan.
Sarah yang tahu bahwa adik tirinya merasa takut segera bersikap biasa kembali dan tersenyum.
"Ah, maaf jika aku membuatmu tak nyaman dengan tatapanku. Aku hanya tak ingin kau berkata demikian sebab aku takut kau mengalami hal buruk . Mungkin saja hantu itu sedang berada di dekatmu saat ini dan mendengarkan perkataanmu barusan. Jadi aku takut jika hantu itu membenci dirimu sebab ucapnmu yang sensitif itu"
__ADS_1