Salju Di Bulan Desember

Salju Di Bulan Desember
107 Cinta pertama Hinana


__ADS_3

Ren sekilas melirik kearah Hinana tiba-tiba tiba membuat perasaannya tak karuan. Smartbandnya berbunyi lagi menandakan bahwa detak jantung Ren lebih cepat.


Ren menjadi kebingungan lalu melempar coatnya kearah Hinana untuk menutupi tubuhnya. Tindakan Ren yang canggung tentu saja dilihat teman-temannya karena mereka semua ada disana.


"Ahh ,Ren juga merasa bergejolak saat melihatnya." ucap Tsubaki dan tertawa.


Ren merasa malu dan menutupi wajahnya dengan tangannya.


"T-tentu saja, aku laki-laki normal." jawab Ren dengan terbata-bata dan menjauh dari teman-temannya.


"Woiy Ren kau mau kemana. "Teriak Tsubaki dan mengejar Ren sambil tertawa. Dengan begitu ketampanan Ren akan berkurang dihadapan para gadis.


"Kau membuatku malu saja... " ucap Ren dari kejauhan dan masih menutupi wajahnya.


Sementara Hinana hanya diam tersipu malu.


"Dasar para laki-laki memang brengsek. Ayo pergi Hinana." Ajak Arimura pada Hinana untuk menyusul Ren dan Tsubaki.


"Kau juga, mengapa memakai pakaian putih." Sahut Emi seakan protes.


"Baiklah maaf, aku hanya membawa banyak pakaian putih saja di mansion Ren." Jawab Hinana.


Tanpa membahas kejadian yang tadi mereka semua bermain air sambil menunggu matahari terbenam. Sesekali Ren hanya melirik kearah Hinana tanpa berani mendekatinya begitu juga dengan Hinana. Mungkin Ren masih merasa malu karena privasinya ketahuan secara terang-terangan.


"Lihatlah... Wuahhh Sugoi... " ucap Tsubaki menunjuk kearah warna jingga yang sebentar lagi akan berubah menjadi hitam.


"Kawaiii. " seru para gadis yang sangat terpesona melihat matahari terbenam.


Saat Hinana melihat siluet dari wajah Ren secara tiba-tiba Ren juga melihat Hinana, kemudian mereka berdua sama-sama tersenyum dan bergandengan tangan.


Melihat matahari yang tebenam bersama-sama tentu saja membuat kesan yang indah. Tapi mereka juga merasa masih meninggalkan seseorang yang seharusnya bersama, yaitu Aoyama.


Namun dari jendela Aoyama juga menyaksikan matahari terbenam dengan secangkir kopi, kemudian tersenyum. Seakan mereka semua benar-benar melihatnya bersama.


Hari sudah benar-benar berganti malam, Hinana mengajak teman-temannya untuk berganti pakaian dan makan malam bersama.


"Ren kun. " Panggil Hinana dengan lembut saat mendekati Ren yang melihat ombak di pantai. Ren juga sudah berganti pakaian dengan memakai kaos milik Tsubaki


"Ada apa? " Jawab Ren dengan lembut dan tersenyum.


"Aku mengembalikan jaketmu. Terimakasih."

__ADS_1


"Tak masalah. Terimakasih untuk hari ini, aku sangat senang. " jawab Ren meskipun berusaha agar tidak canggung.


Hinana melilitkan syal ke leher Ren dengan lembut. Ia masih mengingat ucapan Aoyama jika udara buruk bisa memperburuk kondisi Ren.


"Kau harus tetap hangat bukan?" ucap Hinana dengan lembut.


"Terimakasih, hanya saja aku terlihat aneh karena memakai syal di musim semi. "


"Tidak... Jangan perdulikan ucapan orang lain. Kau harus menjaga dirimu agar baik-baik saja. "


"Lalu bagaimana denganmu? Hinana chan, kau harus berjalan maju jangan perdulikan orang lain. " Ren memegang kedua pipi Hinana untuk meyakinkan Hinana pada impianya.


Ren pergi menemui Tsubaki dan sengaja meninggalkan Hinana agar ia bisa berpikir.


"Nana chan." Suara seseorang membuat Hinana tersadar dari lamunanya. Ia tak menyangka dengan laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


"Yu ." ucap Hinana dengan lirih.


"Syukurlah kita bertemu lagi. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Laki-laki tampan yang saat ini berdiri di depannya adalah cinta pertama Hinana.


"Maaf, tapi aku sedang ada janji..."


Ucapan lembut Yukiatsu terpotong karena ada seseorang yang memanggil namanya.


"Aku harus pergi, bukankah kau juga harus pergi? " Hinana menyuruh agar Yukiatsu pergi kearah seseorang yang memanggilnya.


"Nana chan... Aku sudah berakhir dengan Isahara. Maafkan aku, seharusnya aku tidak mengikuti ucapanmu waktu itu." ucap Yukiatsu dengan penuh penyesalan.


Hinana tak menoleh sekalipun pada Yukiatsu, perlahan ia pergi meninggalkannya.


Permasalahan yang terjadi pada Hinana adalah, saat itu Hinana memang akan menikah. Hinana yang mengungkapkan perasaannya pada Yukiatsu meskipun tahu jika perempuan yang disukai Yukiatsu adalah Nanami Isahara yaitu sahabatnya.


(Flashback. )


"Daisuki Yuki chan. (Aku menyukaimu) " ucap Hinana menembak laki-laki tampan.


"Ehh, tapi maaf. Aku... "


"Aku tahu kok, kau menyukai Nanami kan? Tapi lihatlah, Nanami sudah punya pacar. Dan pacarnya akan melamarnya." ucap Hinana sekali lagi sebelum Yukiatsu mejawabnya.


"Dari mana kau tahu? " Yukiatsu terasa sangat terkejut mendengar ucapan Hinana.

__ADS_1


"Nanami adalah sahabat ku, tentu saja pacarnya meminta bantuanku untuk melamarnya. Yukiatsu sampai jumpa. " Hinana melambaikan tangan dan berpamitan pada Yukiatsu.


Yang dikatakan Hinana benar saat selesai show ke Korsel, ada perayaan besar dan Nanami dilamar oleh pacarnya. Yukiatsu serasa patah hati dan menjalani aktivitas dengan tidak semangat.


"Kenapa lemah sekali... " Hinana mengahampiri Yukiatsu yang sedang melamun, karena saat ini ada pemotretan busana musim semi untu berpasangan.


"Maaf, aku kurang fokus terhadap perkerjaanku. "Jawab Yukiatsu dan merapikan jasnya.


"Kau masih memikirkan Nanami? " tanya Hinana secara spontan dan tentu saja membuat Yukiatsu terkejut.


"T-tentu saja tidak, lagi pula aku bukan siapa-siapanya." Jawab Yukiatsu dengan gugup.


"Baguslah, kenapa kau tak mencari pacar. Setidaknya kau bisa melupakan Nanami dengan sepenuhnya." Ucapan Hinana semakin membuat Yukiatsu terkejut, karena Yukiatsu bukan termasuk orang yang mudah jatuh cinta. Ia merasa marah karena Hinana menyuruhnya untuk mencari pelampiasan.


"Aku bukan termasuk orang yang seperti itu, jadi jangan seenaknya ikut campur Nona."


Saat ini Yukiatsu belum mengetahui nama Hinana, ia terkejut karena tiba-tiba Hinana orang yang tidak dikenal tiba-tiba menembaknya dan tahu jika dirinya menyukai Nanami Isahara.


"Namaku Hinana. Bye bye." Merasa dirinya belum dikenal Hinana menyebut namanya dan melambaikan tangan pada Yukiatsu.


Waktu berlalu dan Hinana sering mendapat pekerjaan bersama Yukiatsu sehingga membuatnya senang. Yukiatsu juga sudah mulai terbiasa dengan ocehan Hinana yang riang. Hingga suatu hari Yukiatsu menanyakan apakah Hinana masih menyukainya?


Keduanya sama-sama menjalani hubungan yang belum tahu arahnya. Hingga akhirnya Hianan merasa jika Yukiatsu menyukainya karena berkali-kali memberinya hadiah. Tepat saat Yukiatsu mengajak Hinana menikah ada kabar jika Nanami putus dari pacarnya dan depresi. Nyali Hinana mulai mengecil, ia memikirkan jika Yukiatsu masih mencintai Nanami. Sebenarnya dihari pernikahannya Hinana yang memutuskan untuk pergi.


"Yuki, bukankah ini kesempatanmu?" ucap Hinana.


"Apa maksudnya?"


"Cinta pertamamu telah memberikan celah, pergilah. Bukankah Nanami adalah cinta pertamamu? " Hinana tersenyum kepada Yukiatsu dan pergi meninggalkannya sendiri.


Ia juga membatalkan pernikahannya setelah tahu jika Nanami putus dan mengalami serangan depresi. Hinana menyuruh Yukiatsu untuk datang kepada Nanami yang saat ini membutuhkan seseorang disampingnya.


(Selesai)


Dengan langkah yang begitu berat Hinana meninggalkan Yukiatsu kembali. Ia pergi menemui Arimura yang sedang memanggang barbeque.



Hinana dan Yukiatsu


(kebetulan saja Otor nemu fotonya)

__ADS_1


__ADS_2