
"Hinana.." terdengar suara yang memanggilnya. Jantungnya berdegub kencang ia pikir seseorang yang pernah bekerja sama dengannya akan datang dan mengenalinya.
"Ah Yokatta (Syukur)." ucap Hinana dengan lega saat menoleh ke sumber suara.
"Eh doshite? (kenapa). Kau kelihatan sangat panik?" tanya Arimura yang memanggilnya tadi.
"Tidak apa-apa. Kenapa kau datang kemari?"
"Aku dengar dari Jouji san, siapa tahu ada yang bisa ku bantu."
"Alice." Panggil Emi dan langsung menghampirinya.
"Kirei (cantik), apa kau berdandan hari ini?" tanya Arimura pada Emi dan Arumi.
"Tentu saja, hey apakah baju yang ku pakai sudah cocok?" tanya Emi sekali lagi.
"Tentu saja. Tapi kenapa Hinana tak berdandan seperti yang lain?" Arimura menatap wajah Hinana begitu juga dengan Emi dan Arumi.
"Aku akan pakai ini." Hinana menunjukkan topeng Kitsune kemudian bersiap untuk memakainya.
"Mite!!!! (lihat) Itukah mobil dari crew Tokyo summer?" Tsubaki berteriak hingga mengejutkan semua orang.
"Kau benar, kalau begitu ayo kita bersiap-siap." ucap Arumi lalu membereskan alat make upnya.
"Kalian bersiap-siap dulu aku akan menemuinya." ucap Ren memberikan instruksi. "Nee Alice, bisakah kau membantuku mengatur jamuan untuk para tamu?"
"Tentu saja, serahkah padaku." jawab Arimura lalu menuju ke pantry.
Saat Ren akan keluar menemui para tamu, ia melihat Hinana kesulitan memasang topengnya. Kemuadian Ren menghampirinya dan membantunya.
Kali ini wajah mereka saling berdekatan dan hidung mereka bersentuhan. Hanya saja ada topeng kitsune yang menjadi penghalangnya.
"Kau tetap terlihat cantik, meskipun memakai topeng." bisik Ren di dekat telinga Hinana sebelum ia pergi.
Saat ini aku merasa jika dunia hanya berpihak kepadaku. Perasaanku mencintainya semakin kuat, hingga aku ingin melakukan kesalahan lagi.
Hinana masih diam terpaku setelah mendapat perlakuan dari Ren. Kali ini perlakuan Ren benar-benar membuat Hinana merasa terguncang. Mulai dari pertama memeluknya, mengobati lukanya, memakaikan sandal hingga membisikkan kalimat yang membuat wanita bahagia.
"Konnichiwa (halo), nama ku Kazehaya Setako. Crew men dari Tokyo summer fashion." seorang pemuda berkacamata memperkenalkan diri.
"Mio Imada desu, (aku Mio Imada) sebagai pembawa acara. Baiklah apa kalian sudah siap, mari kita mulai saja." ucap seorang wanita yang merupakan pemandu acara.
__ADS_1
"Haik." jawab semua orang lalu memosisikan tempat.
Kali ini Ren yang meminta Arumi dan Tsubaki yang menjelaskan semua detail karya yang dibuat. Dan sesuai perintah Ren di acara Hinana memakai topeng Kitsune yang membuat para crew dan pemandu acara festival Tokyo Summer Fashion menjadi penasaran.
"Bolehkah kami bertanya, Koizumi team merupakan peserta terakhir. Tapi kenapa hasil yang kalian buat masih 50 %? Bukankah dengan waktu yang panjang seharusnya sudah mencapai 80% atau 90% ? " tanya Mio Imada di tengah-tengah acara.
Arumi dan Tsubaki terlihat kebingungan menjawab pertanyaan dari pembawa acara. Karena Sawako sudah berpesan untuk tidak mengungkit tentang design yang sama. Mereka berdua terdiam dan saling memandang, untuk mendapatkan jawaban yang tepat.
"Sebenarnya kami membuat design yang baru." ucap Hinana di belakangnya Arumi, dan kameramen mulai menyorot ke belakang.
"Seorang desainer kami tiba-tiba mendapatkan inspirasi saat kami mengerjakan, dan saat itu kami langsung menggerjakan design yang baru." Lanjut Hinana.
"Tapi nona Arizawa, bukankah mengganti design yang baru dengan tiba-tiba bukankah keputusan yang tergesa-gesa?" tanyanya lagi.
"Iya itu memang benar. Tapi saat itu juga designer kami telah menemukan Muse yang tepat. Dan saya rasa, kami semua bisa menyelesaikan dalam waktu yang di tentukan." Jelas Hinana.
"So desuka (begituankah). Boleh saya ajukan satu pertanyaan lagi?"
"Tentu saja." Jawab Hinana.
"Nona Arizawa, mengapa anda memakai topeng Kitsune? Mengapa anda tak menunjukkan wajah anda yang sebenarnya?"
Mendengar pertanyaan dari pembawa acara tentu saja semua terkejut dan memandang ke arah Hinana.
"Wakatta (baiklah). Saya mengerti perasaan anda saat ini. Maaf Nona Arizawa, karena telah menyinggung perasaan anda." Mio Imada langsung mendekati Hinana dan memeluknya meskipun masih di tengah acara.
"Eh tidak apa-apa."
Ren mulai mengembangkan senyumnya setelah khawatir dengan keadaan Hinana. Namun, tampak Hinana sangat pandai menghidupkan susana sehingga tidak ada kecurigaan apapun.
Dua jam berlalu dan semua proses shotting sudah selesai. Ren dan ayahnya mengantar semua crew sampai kedepan lobi, sedangkan teman-teman lainnya membereskan ruangan dan akan pergi untuk makan siang.
"Hinana, ayo kita pergi. Sampai kapan kau akan memakai topeng kitsune?" Arumi menghampiri Hinana yang melihat gaun terpasang di manekin. Arumi membantu melepaskan topeng Hinana.
Betapa terkejutnya Arumi saat melihat pipi Hinana sudah basah karena air mata.
"Hinana.." Gumam Arumi saat melihat sahabatnya ternyata sedang menangis sedari tadi.
"Gomenne, aku ke kamar mandi dulu." Ucap Hinana dan mengusap sisa air matanya. Ia kemudian pergi ke kamar mandi melewati semua teman-temannya.
"Apakah Hinana baik-baik saja?" tanya Tsubaki yang melihat Hinana. Tentu saja semua temannya tahu, karena saat Arumi membuka topengnya semua orang sedang ada di dalam dan bersiap.
__ADS_1
"Aku rasa tidak." Jawab Emi lalu pergi menemui Hinana di kamar mandi. Meskipun ia tidak begitu dekat dengan Hinana, tapi Emi bisa merasakan betapa sulitnya kehidupan Hinana.
"Mau coba make up milikku?" Emi memberikan sebuah bedak untuk Hinana sambil memperbaiki riasanya.
"Satu tahun yang lalu, aku sangat percaya diri berjalan di catwalk dengan memakai beberapa pakaian yang ternama. Tapi rasanya baru kemarin, sekarang sudah berubah." ucap Hinana tanpa melihat kearah Emi.
"Rasanya baru kemarin aku mengenalmu, tapi sekarang aku merasa kau orang yang sangat hebat." balas Emi lalu mulai merias wajah Hinana.
"Eh?"
"Kau sangat cocok jika memakai eyes shadow warna jingga. Emm kawai ne (imutnya)." ucap Emi dengan tangannya yang lihai membuat wajah Hinana cantik.
"Hinana, kau cantik. Kau juga berbakat tak ada salahnya jika kau mencobanya kembali."
"Mana mungkin." sangkal Hinana.
"Terserah apa yang kau katakan. Tapi coba kau lihat, rasanya baru kemarin Ren membubarkan team kita namun kau datang dan memberikan kesempatan untuk mencobanya. Saat ini aku bisa tersenyum lega karenamu."
"Kau terlalu berlebihan Emi."
"Cobalah. Hinana, kau pasti bisa." ucap Emi dengan senyuman.
"Arigatou Emi." balas Hinana dengan menautkan sedikit senyum.
Setelah itu mereka berdua segera keluar dari kamar mandi karena teman-teman yang lain sudah menunggu.
"Yo bagaimana keadaanmu?" ucap Tsubaki saat melihat Hinana sudah keluar.
"Tak perlu sok akrab gitu." Jawab Hinana.
"Dasar kau. Mina (semua) karena sudah selesai mari kita rayakan dengan makan-makan." ajak Tsubaki dan memang itulah rencananya dari kemarin.
"Gomenne aku tak bisa ikut." Hinana menolak ajakan teman-temannya.
"Kau tak boleh menolak, karena hanya kau yang tahu tempatnya." ucap Ren dan berjalan mendekat.
"Eh? Watashi? (aku)." tanya Hinana dengan keheranan.
"Iya, yang tahu tempat Shota bekerja hanya Hinana." balas Tsubaki lalu merangkul pundak Hinana.
"Kenapa harus ke tempat Shota?"
__ADS_1
"Sudahlah, igo (ayo)." tanpa pikir panjang Tsubaki langsung menyeret Hinana keluar dan masuk kedalam mobilnya.