
"Tujuan kita bukan untuk menang, tapi bisa berada dititik ini benar-benar luar biasa. Ayo kemasi barang-barang, kita harus pergi menengok Arimura." Ren mengambil ransel kecilnya dan pergi terlebih dahulu. Aoyama juga mengambil tasnya dan berlari mengikuti Ren.
Tsubaki mengikuti perintah Ren, karena bagaimanapun juga benar, Hinana sudah membantu sejauh ini. Mana mungkin ia harus membebani Hinana kembali. Ia dan Arumi memasukkan gaun kedalam tas dan membereskan pernak pernik lainnya.
"Emi chan, maaf...."
"Aku tidak bisa mendandani diriku sendiri. " ucap Hinana tiba-tiba.
Dengan senyum sumringah, Emi mendekat kearah Hinana.
"Aku bisa membuatmu seperti seorang ratu."
"Hey... Mau kalian bawa lari kemana semua itu. " teriak Emi pada Tsubaki.
"Ehhh... " Tsubaki hanya mengerjapkan mata dengan tas besar diwajahnya.
"Cepatlah, kita tidak punya banyak waktu." Emi langsung membawa tas yang berisi gaun kemudian membawa Hinana keruang ganti.
"Benarkah Hinana mau melakukannya??" Ucap Tsubaki bertanya-tanya seakan tidak percaya.
"Dia benar-benar seorang malaikat." Gumam Arumi sebelum mendengar teriakan Emi yang membantunya.
Arumi membantu memakaikan perhiasan dan pernak-pernik lainnya. Sedangkan Emi memoles wajah Hinana dengan riasan-riasan yang natural. Hinana memang sudah cantik alami jadi Emi hanya memberikan sedikit sapuan warna pink agar kontras dengan gaun yang dipakai.
"Ehhhh... " Mulut Tsubaki hanya terbuka karena terkejut melihat Hinana. Bagaiman bisa gaun ini terlihat sangat sempurna saat Hinana memakainya. Sebelumnya ia sudah pernah melihat Arimura yang memakai, tapi kali ini benar-benar telihat indah.
"Semangat Hinana. " ucapan Emi memberikan semangat pada kawannya.
"Aku yakin Hinana chan pasti terbaik. Ganbatte. " Arumi juga ikut menyemangati Hinana.
"Aku akan melindungimu, aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi. Katakan padaku jika ada yang membuatmu terluka. Arigatou (terimakasih) Hinana. " Tsubaki merasa bersalah karena terlalu menyudutkan Hinana, ia tahu jika perasaan trauma tidak mudah dihilangkan. Tapi kali ini Hinana menuruti perintahnya lagi.
__ADS_1
"Arigatou (terimakasih) Tsubaki kun, kali ini aku akan melindungi diriku sendiri. " Balas Hinana dan memberikan senyuman.
"Pergilah, host sudah memanggil. " Arumi menggandeng tangan Hinana mengantarkannya pada sebuah panggung tempat Hinana yang sesungguhnya.
Hinana berjalan dengan percaya diri diatas panggung catwalk meskipun ia sudah lama tak melakukan. Mengikuti alunan musik yang menjadi backsoudnya. Ia juga bisa melihat Yukiatsu yang sedang duduk di sana, tapu Hinana menghiraukannya dan mencoba untuk fokus.
Ia memberikan senyuman yang seperti biasanya. Saat mata Hinana melihat kearah penonton, dirinya menemukan sosok Ren yang baru saja masuk.
"Ren, aku bisa kembali lagi. Shiawase (bahagia) "
Hinana tersenyum simpul kearah Ren, ia merasa bahagia bisa kembali ke dunia. Hinana juga tak memikirkan apa yang akan terjadi besok. Baginya berada di panggung saat ini sudah bahagia.
Tsubaki menghampiri Ren dan Aoyama. Ia menyuruh keduanya untuk duduk di kursi yang sudah disiapkan. Pandangan mata Ren masih melihat Hinana. Ren senang jika Hinana bisa kembali menjadi model, tapi ia ingin memastikan jika Hinana tidak tertekan dan baik-baik saja.
Juri mulai berdiskusi untuk siapa yang menjadi pemenangnya. Dan mereka mengumumkan jika yang menjadi juara adalah Team Koizumi, tentu saja semua teman-teman bersorak gembira. Mereka tak percaya jika perjuangannya akan mencapai kemenangan.
"Bukankah anda adalah Arizawa Hinana, top model dari 2016." ucap Host acara saat mewaeancarai Hinana.
"Benar." Jawab Hinana.
"Sebenarnya saya juga peserta dari Koizumi, saya datang di acara ini bersama teman-teman saya. " ucap Hinana dengan perfect, ia tak ingin membahas masa lalunya. Yang dilakukan saat ini hanya untuk teamnya untuk pekerjaan di perusahaan milik Ren.
"Arizawa Hinana selama ini kau menghilang dari dunia model, apakah karena batalnya pernikahanmu? Lalu apa yang selama ini kau lakukan? Disini Top model Yukiatsu juga menjadi juri, bukankah dia adalah mantan tunanganmu?"
Pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang wartawan yang meliput. Hinana hanya diam karena ia tahu pasti orang-orang di masa lalunya akan membahas masalah ini. Senyum di wajah Hinana luntur seketika, ia masih belum tahu bagaimana caranya menjawab pertanyaan yang dari dulu ia hindari.
"Aku rasa nona Hinana tak perlu menjawab pertanyaan itu, karena tak sesuai dengan tema Tokyo summer hari ini. " Ren langsung naik keatas panggung dan mengambil mic dan menjawab pertanyaan dari wartawan pers.
"Anda adalah pemilik perusahaan Koizumi chlotes?"
Saat ini wartawan mengalihkan pertanyaan kepada Ren. Media sangat tertarik karena pemilik perusahaan adalah seorang laki-laki tampan dan masih muda. Hinana merasa dirinya terselamatkan.
__ADS_1
Acara sudah berakhir tapi Ren masih terlihat sibuk karena banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengannya. Bahkan banyak perusahaan yang memberikan kontarak kerja secara langsung, Aoyama juga masih setia mendampingi Ren.
"Nana, bisa kita bicara sebentar?." Yukiatsu langsung mengahampiri Hinana saat ia turun dari panggung.
"Yu chan, apa kau akan memberiku ucapan selamat. Terimakasih." Jawab Hinana basa-basi, ia juga tersenyum pada Yukiatsu meskipun hatinya terasa sakit.
"Omedeto (selamat). Nana chan, aku ingin kau memaafkan ku. Kenapa saat itu kau meninggalkan ku bukankah aku sudah berjanji akan menyukaimu."
"Yuki, aku.... "
Ren datang dan langsung menggandeng tangan Hinana saat Hinana akan mengatakan sesuatu.
"Tunggu, aku masih ada perlu dengan Nana. " Yukiatsu mencegah tangan Hinana saat Ren berusaha membawanya keluar.
"Maaf, Hinana harus membantu team kami yang sedang ada project. " Ucap Ren kepada Yukiatsu lalu membawa Hinana keluar dari ruangan.
Hinana menangis saat Ren berhasil membawanya keluar. Ia juga sebenarnya merasa bersalah kepada Yukiatsu, karena yang membatalkan pernikahannya adalah dirinya sendiri. Hinana masih mengira jika Yukiatsu masih Nanami jadi lebih baik membiarkan Yukiatsu untuk bersama Nanami.
"Hinana gomenne (maaf) . Gomenne." Ren memeluk Hinana, ia juga merasa bersalah karena menempatkan Hinana di situasi yang baginya sulit.
Ren juga merasa bersalah karena tak menyadari bahwa Hinana bertemu dengan Yukiatsu sudah berkali-kali. Andai saja saat itu Ren tahu jika laki-laki yang ditemui di pantai adalah mantan kekasihnya, pasti saat itu juga Ren akan melindungi Hinana.
"Maafkan aku Hinana. " ucap Ren sekali lagi dan Hinana masih menangis dipelukannya Ren. Hinana membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan Ren. Hari ini adalah hari terberat baginya. Hinana berharap esok akan lebih baik.
...----------------...
"Aku akan menjemput Arimura di rumah sakit, kalian semua bisa pulang terlebih dahulu. " Ucap Aoyama saat semua teman-temannya membereskan barang-barang miliknya.
"Bukankah kita akan ke rumah sakit bersama-sama." Balas Tsubaki.
"Dokter mengatakan jika dia sudah boleh pulang, lagi pula aku juga menemui Bibi ku disana."
__ADS_1
Mata Hinana terbuka lebar saat mendengar Aoyama akan menemui ibunya. Saat ini Hinana sudah mengganti bajunya dan akan bersiap pulang.
"Ada apa kau bertemu dengan ibuku? " selidik Hinana dengan tatapan tajam.