Sang Penggila Kekuatan

Sang Penggila Kekuatan
MINERVO 76 : Erotis


__ADS_3

Menyaksikan ada perempuan asing yang tiba-tiba menimpali perkataannya dan bahkan berbisik di telinganya, membuat Paul cepat-cepat melompat mundur, menghindar dari perempuan aneh itu. Cherry pun demikian, dia kaget dengan kehadiran perempuan berambut merah itu. Melihat dirinya dianggap seperti seorang pengganggu, perempuan itu hanya tersenyum tipis.


Namun, setelah ditelisik lebih jelas, akhirnya Paul mau pun Cherry sadar kalau saat ini, perempuan yang sedang ada di hadapan mereka, tidak lain tidak bukan, adalah Isabella Melvana, pelacur yang paling populer di Kota Luna.


"K-KAU!?" Paul dan Cherry secara bersamaan berseru sambil tangan kanannya menunjuk ke arah perempuan bertubuh seksi tersebut. "ISABELLA MELVANA!"


Isabella hanya tersenyum kecil memandang Paul dan Cherry menyebut namanya dengan sangat keras. Tapi itu tidak terlalu mengejutkan, sebab Isabella sudah terbiasa melihat reaksi seperti itu saat orang lain melihat dirinya sedang berjalan sendirian di tengah kota. Ini jadi seperti hiburan tersendiri baginya, dengan melihat muka kaget orang-orang, membuat suasana hatinya jadi sedikit membaik.


"Hai, apa kabar?" sapa Isabella yang tampak berbasa-basi pada Paul dan Cherry. "Mau tanda tangan? Foto bersama? Atau mungkin," Isabella menjilati bibirnya sendiri dengan memasang muka erotis. "Mencabik-cabik tubuhku?"


"EEEEEEH!?" Cherry histeris mendengar omongan Isabella yang dihiasi dengan ekspresi mesum. "J-Jadi benar, ya! Kau ini Isabella Melvana! Astaga! Cherry tidak menyangka kalau orangnya begini!" Cherry memperhatikan penampilan Isabella dari atas sampai bawah. "Bukan hanya cantik! Kau benar-benar seksi!"


"Cantik? Seksi? Maksudmu, itu aku?" Isabella menahan tawa saat mendengar omongan Cherry.

__ADS_1


"Tentu saja! Siapa lagi kalau bukan kau?" balas Cherry dengan semangat, matanya berbinar-binar melihat lekukan tubuh Isabella yang benar-benar seperti boneka. "Cherry ingin punya tubuh seksi sepertimu!"


"Hmmm," Isabella menopang dagunya, tampak memikirkan sesuatu. "Dari tadi kau menyebut nama 'Cherry' 'Cherry' dan 'Cherry', apa mungkin itu namamu?"


"TENTU SAJA! HIHIHIHI!" Dengan bangganya, Cherry meloncat-loncat kegirangan. "Nama yang bagus, kan!?"


Menyaksikan Isabella yang sedang sibuk berinteraksi dengan Cherry, Paul langsung berseru, "ISABELLA!" mendengar seruan itu, Isabella terkejut dan menoleh ke muka Paul. Begitu juga dengan Cherry. "Aku Paul! Aku sudah berbicara dengan muncikarimu yang bernama Gina Orcadelia! Dan aku sudah memutuskan untuk menyewamu dalam semalam dengan tarif 500 JUTA!"


"Benarkah?" Isabella berjalan mendatangi Paul, lalu ia langsung melompat ke badan lelaki itu membuat mereka berdua terjatuh dengan posisi yang sangat erotis. Tubuh Isabella tengkurap di atas badan Paul. Rambut merah Isabella yang begitu lebat, berjatuhan tepat di wajah Paul. Kemudian, Isabella menggerak-gerakkan lututnya ke selangkangan Paul dengan pelan, membuat sang empunya terkejut. "Namamu Paul, ya?" Isabella tersenyum lebar saat lututnya mengenai ganjalan yang terdapat di selangkangan Paul. "Punyamu besar juga, ya?" Isabella terkikik. "Aku penasaran bagaimana bentuknya, boleh aku buka sedikit?"


Karena dilanda perasaan-perasaan kaget, bingung, canggung, kikuk, dan takut, kesadaran Paul langsung meredup seketika, ia pingsan begitu saja di bawah badan Isabella. Mendengar jawabannya tidak direspon, Isabella penasaran pada ekspresi Paul, karena itulah dia menyingkirkan helaian-helaian merahnya yang menutupi wajah lelaki itu, setelah selesai, akhirnya ia mengerti mengapa jawabannya tidak direspon. Lelaki ini, benar-benar menarik, pikir Isabella, dengan terkikik-kikik memandang muka Paul yang sedang pingsan.


"APA-APAAN INI!?" Tiba-tiba Suara Naomi menggelegar di sana, Cherry pun yang sebelumnya kebingungan harus berbuat apa saat melihat perilaku Isabella pada Paul, kaget saat mendengar teriakan itu, ia pun menoleh ke arah Naomi yang baru saja keluar dari gang. "APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN DI TENGAH KOTA SEPERTI INI!?" Padahal sebelumnya, Naomi sudah memutuskan untuk tidak lagi memarahi Paul, tapi setelah melihat kejadian ini, lenyap semua yang ia rencanakan, karena amarahnya telah muncul kembali.

__ADS_1


"Eh?" Isabella tersentak mendengar suara itu, ia pun pelan-pelan beranjak bangun dari posisi yang membebani badan Paul, dan berdiri tegak setelah membersihkan pasir-pasir yang sempat mengotori gaun pendeknya. "Ada apa?" Isabella sedikit tertegun ketika melihat penampilan Naomi. Sepertinya perempuan ini bukan berasal dari Kota Luna, pikir Isabella.


Saat melihat mukanya dengan jelas, Naomi terkejut, karena ternyata orang yang sedang ada di depannya ini adalah Isabella Melvana, pahlawan yang mereka cari-cari di Kota Luna. Sebuah kebetulan yang sangat tidak terduga, benar-benar beruntung. "Anda Isabella, kan!?" tuding Naomi dengan muka yang masih menampilkan keterkejutannya. Dengan polos, Isabella menganggukkan kepalanya. "Ya Tuhan! Syukurlah!" Naomi merasa gembira melihat Isabella ada di hadapannya. Namun, kegembiraannya sirna ketika mengingat kejadian tadi. "Tapi, mengapa Anda melakukan hal semacam itu di sini, bersama Paul!? Apa Anda tidak tahu sopan santun!? Apa Anda dari kecil tidak diajari cara menghormati orang lain!?"


Mendengar omongan-omongan yang Naomi ucapkan padanya, membuat Isabella senyam-senyum. "Kau ini lucu, ya?" kata Isabella dengan menahan tawanya. "Mengatakan hal-hal semacam itu, di saat dirimu sendiri," Isabella langsung mendatangi Naomi dan meremas buah dada gadis berkerudung itu dengan sangat kencang. "Punya sesuatu sebesar ini. Bukankah ini juga bentuk dari ketidaksopanan?" Isabella berbisik ke telinga Naomi yang tertutupi kerudung hitam, sambil dua tangan yang masih meremas-remas payudara Naomi. "Lihat? Bahkan punyamu lebih besar dari punyaku. Ya ampun, durian-durianmu ini, benar-benar tidak sopan, ya?"


"HENTIKAN!" Naomi langsung mendorong tubuh Isabella dengan sangat kencang, sampai perempuan itu terhuyung-huyung mau jatuh dalam sesaat. "A-Apa!? Apa yang Anda!? Apa yang telah Anda!? Ini! Ini tidak mungkin! T-Tubuh suci saya! Diremas-remas oleh kaum saya sendiri! Saya tidak pernah menduganya! Saya! Saya tidak suka! S-S-SAYA MEMBENCI ANDA! ISABELLA MELVANA!"


Tawa Isabella langsung pecah saat mendengar perkataan Naomi. "Kau ini lucu sekali. Aku senang bertemu dengan perempuan sepertimu," Isabella memiringkan kepalanya dengan menatap ke arah Cherry. "Ngomong-ngomong siapa namanya?" Merasa Isabella sedang bertanya padanya, Cherry langsung menjawabnya dengan riang.


"Dia adalah Naomi! Dia itu orang yang sangat agamis! Dan Naomi itu baik sekali! Hihihihi!" ucap Cherry dengan meloncat-loncat riang. Namun, dalam seketika muka Cherry mendadak cemberut. "Tunggu, setelah dipikir-pikir, sepertinya ada yang salah di sini," ucap Cherry dengan menggeram ke arah Naomi dan Isabella. "Mengapa hanya Cherry di sini yang duriannya kecil? Mengapa bisa begitu? Pasti ada yang salah. Pasti. Pasti. Pasti ada yang salah! Itu pasti!" Cherry langsung meremas payudara Isabella dengan tangan kirinya dan meremas payudara Naomi dengan tangan kanannya. "Cherry sakit hati! Cherry akan membuat durian-durian kalian, meledak tanpa sisa!"


Dan terciptalah pertengkaran baru antara Cherry, Isabella, dan Naomi, mereka bertiga terus memperdebatkan soal ukuran payudara hingga lupa kalau di sekitar mereka, ada seorang lelaki yang sedang pingsan.

__ADS_1


__ADS_2