Sang Penggila Kekuatan

Sang Penggila Kekuatan
MINERVO 80 : Jangan Bercanda! Brengsek!


__ADS_3

Menyaksikan kemarahan Cherry, Naomi, dan Paul, membuat Gina Orcadelia serta Isabella Melvana terkejut. Gina dan Isabella tidak menyangka kalau orang-orang miskin seperti mereka, berani menunjukkan kemarahannya di sini. Awalnya Gina kaget dan kebingungan, tapi lambat-laun, dia sudah tidak takut lagi.


"Kenapa harus marah?" kata Gina Orcadelia dengan senyuman miring. "Bukankah itu kenyataannya? Kalian bertiga hanyalah orang-orang miskin rendahan? Lagipula, ini adalah rumahku, dan aku berhak mengatakan apa pun di sini, aku punya kewenangan penuh. Sementara kalian punya kewenangan apa di sini? Dan apa yang kalian pikirkan dengan berada di rumahku? Sadarlah pada posisi kalian. Kalian hanyalah rakyat jelata. Ini bukan tempat bermain untuk orang-orang seperti kalian, ini adalah ruangan khusus untuk menyambut para bangsawan. Jadi kumohon, enyahlah dari sini, Kotoran!"


"KETERLALUAN!" Cherry langsung menginjak meja kaca yang ada di depannya sampai terpecah berkeping-keping, menimbulkan suara berisik dari kaca-kaca yang berserakan di lantai. Semua orang yang ada di sana terkejut dengan hal tersebut. "TIDAK AKAN CHERRY MAAFKAN! UCAPANMU! TIDAK AKAN PERNAH CHERRY MAAFKAN!" Cherry berjalan di atas pecahan kaca, sampai telapak kakinya menginjak kepingan-kepingan kaca tersebut sampai berdarah-darah, tapi dia tetap berjalan dan berjalan, untuk mendatangi Gina Orcadelia. Setelah sampai di hadapan wanita itu, Cherry langsung meludahi wajah wanita tersebut. "Kaulah di sini yang pantas disebut sebagai kotoran! Dasar Bajingan!"


"Astaga!" Isabella terkejut melihat wajah muncikarinya diludahi oleh Cherry. Isabella langsung berlari mendatangi Cherry dan meremas pundak gadis mungil itu. "Sudah-sudah, hentikan, Cherry! Kau tidak perlu--"


"Kau mau apa? Hah?" Cherry menolehkan pandangannya ke Isabella dengan mata yang sangat menusuk dan suara yang menggeram, seperti seekor serigala yang mengamuk. "Kau mau menolong wanita ini, begitu? Lebih baik kau diam saja, Isabella. Ini bukan urusanmu."


Tersentak, tangan-tangan Isabella yang menyentuh pundak Cherry, secara refleks terangkat, dan ia pun memundurkan langkah, entah kenapa aura gadis mungil itu benar-benar menakutkan. Rasanya seperti sesuatu yang gila akan terjadi jika Isabella menahannya. Melihat Isabella memundurkan langkah, Cherry kembali fokus ke Gina Orcadelia.


"Apa-apaan ini!?" Gina Orcadelia menjerit-jerit saat menyadari kalau wajahnya saat ini sedang dilumuri oleh ludah dari gadis rendahan yang ada di hadapannya. "Menjijikan! Menjijikan! Menjijikaaaan!" Gina mengambil tisu yang tersedia di sampingnya dan mengelap wajahnya untuk menghapus ludah dari gadis yang berasal dari rakyat jelata itu. Benar-benar menjijikan. Sepertinya malam ini Gina harus mandi sepuluh kali, tubuhnya sudah ternodai oleh orang-orang kotor seperti mereka.


"Kau yang menjijikan di sini!" seru Cherry dengan menjambak rambut cokelat Gina Orcadelia. "KAU YANG MENJIJIKAN DI SINI! BUKAN CHERRY, NAOMI, ATAU PUN PAUL!"

__ADS_1


"ISABELLA! BANTU AKU! RAMBUTKU DICABIK-CABIK!" Gina Orcadelia kesakitan saat rambutnya dijambak-jambak oleh Cherry dengan ganas, ia berusaha meminta pertolongan dari Isabella, tapi sayangnya, perempuan itu tidak punya keberanian untuk menghadapi Cherry. "ISABELLA! KUMOHON! BANTU AKU! AGH!"


"KAU YANG MENJIJIKAN DI SINI! GINA!"


"ISABELLA! ISABELLA! RAMBUTKU BERDARAH! AAAGH!"


"Sudah cukup!" Paul langsung menarik tubuh Cherry untuk menjauhi Gina Orcadelia. "Itu sudah cukup!" Cherry meronta-ronta ingin dilepaskan dari pegangan Paul, tapi lelaki itu menguatkan ototnya agar gadis mungil itu tidak bisa lepas. "Kau bisa membunuhnya! Bodoh!"


"Tapi Paul! Wanita itu sangat keterlaluan! Dia menghina kita! Merendahkan kita! Dan kita dianggap sebagai kotoran! Cherry tidak terima itu! Dia harus DIBUNUH!"


Gina Orcadelia dan Isabella Melvana terbelalak mendengar omongan Cherry yang sangat brutal, sepertinya mereka baru sadar kalau orang-orang yang ada di hadapan mereka, bukan orang-orang sembarangan. Paul, punya amarah yang sangat menyeramkan seperti banteng. Cherry, punya emosi yang sangat sensitif dan menakutkan seperti serigala. Dan Naomi, punya ambisi membunuh yang sangat besar melebihi Cherry seperti harimau. Sementara Gina Orcadelia dan Isabella Melvana punya omongan yang sombong tapi mental mereka tidak lebih seperti anak kucing. Dan akhirnya, mereka dihadapkan dengan tiga hewan buas yang mereka pikir hanya hewan-hewan lemah saja.


"Maaf," kata Isabella berusaha memecahkan keheningan setelah suasana sudah kembali tenang seperti sebelumnya. "Maaf karena Gina telah merendahkan kalian sampai membuat kalian marah. Aku tidak--"


"Anda juga tidak jauh berbeda dengan Gina Orcadelia!" Naomi langsung memotong ucapan Isabella dengan cepat. "Anda diam saja, bahkan senyam-senyum saat melihat kami dihina-hina oleh Gina! Anda sama sekali tidak berniat menolong kami! Anda juga benar-benar keterlaluan, Isabella Melvana! Anda lah yang paling keterlaluan di sini!"

__ADS_1


"Itu benar juga," Cherry menoleh ke wajah Isabella dengan tatapan yang sangat tajam. "Cherry tidak menyadari itu."


"E-Eh? A-Ayolah!? A-Aku tidak benar-benar diam, kok. Aku itu--"


"SUDAH DIAMLAH!" Paul langsung membentak dengan suara yang sangat kencang, membuat Isabella terdiam dan semua perhatian tertuju pada lelaki itu. Gina Orcadelia pun yang tampaknya masih kesakitan, mencoba menfokuskan ke sosok Paul, walau saat ini dia masih tidak bisa memaafkan tindakan Cherry yang telah melukainya. "AKU AKAN MEMBAYAR 500 JUTA ITU! TAPI! ISABELLA MELVANA HARUS MENJADI MILIKKU! SELAMANYA!"


Sontak, semua orang yang ada di sana terbelalak mendengar omongan Paul yang mengejutkan. Mereka tidak menyangka Paul akan mengatakan hal semacam itu, bukankah itu artinya, seperti sedang melamar seorang gadis untuk dinikahi? Bahkan wajah Isabella yang biasanya tampak tenang, jadi sedikit kikuk.


"K-Kau bilang apa?" tanya Isabella, dengan tergagap-gagap. "M-Menjadi milikmu selamanya? Apa kau sadar pada kata-katamu? Itu sama saja seperti kau--"


"AKU TIDAK PEDULI!" timpal Paul dengan beringas. "POKOKNYA! AKU AKAN MEMBAYAR 500 JUTA ITU! SEKARANG JUGA! DI SINI!" Tiba-tiba Paul melemparkan ponselnya ke lantai, lalu, bajunya, sepatunya, celana jinsnya, sampai akhirnya ia berakhir dengan kondisi telanjang dada. "Di dalam ponselku! Aku punya banyak akun permainan yang harganya setimpal 100 juta jika dijual! Dan aku punya hampir 10 akun! Bukankah itu sudah melebihi 500 juta!? Lalu! Semua pakaianku! Harganya pun lumayan mahal! Kau bisa mengambilnya! Tapi dengan itu semua! Isabella Melvana, secara resmi, menjadi milikku!"


Menyaksikan tindakan Paul yang sangat nekat, membuat Cherry, Naomi, Gina, dan Isabella, terperanjat. Paul tampak tidak segan-segan memberikan semua hal berharganya hanya untuk mendapatkan Isabella agar perempuan itu jadi miliknya. Benar-benar lelaki yang sangat menyeramkan.


"ITU BELUM CUKUP!" Tiba-tiba Gina Orcadelia berteriak, menentang semua yang Paul berikan, seolah-olah hal-hal yang lelaki itu berikan, hanya sekedar kerikil-kerikil tidak berharga. "Isabella Melvana akan menjadi milikmu seutuhnya jika kau!" Gina Orcadelia menyeringai. "MEMBERIKAN DUA GADIS ITU PADAKU!" Gina menunjuk ke arah Cherry dan Naomi dengan napas yang kembang-kempis. "Kau tidak boleh menolaknya! Itu adalah permintaanku! Permintaan dari seorang muncikari ternama di Kota Luna! Jangan main-main denganku! Jadi cepat! Berikan gadis-gadis itu untukku! Sebagai ganti dari hilangnya Isabella Melvana dari dunia pelacuran! Aku yakin! Gadis-gadis itu punya aura yang bagus untuk jadi pelacur paling hits di tahun depan! Menggantikkan Isabella Melvana!"

__ADS_1


"JANGAN BERCANDA! BRENGSEK!"


Dan pada saat itulah, amarah Paul benar-benar bergejolak, ingin menghancurkan apa pun yang ada di hadapannya. Urat-urat di seluruh tubuh Paul sampai menonjol-nonjol, keringatnya berjatuhan, dua tangannya terkepal kuat-kuat. Dua taringnya pun digertak-gertakkan saking jengkelnya.


__ADS_2