Sang Penggila Kekuatan

Sang Penggila Kekuatan
MINERVO 81 : Terguncang


__ADS_3

"Bercanda? Aku tidak sedang bercanda sama sekali. Aku sungguh-sungguh menginginkan dua gadis itu, untuk ikut berperan di dunia pelacuran, menggantikkan posisi Isabella Melvana yang hilang dibawa olehmu. Bukankah itu seimbang?"


Dari sorotan matanya, Gina Orcadelia terlihat serius menginginkan Cherry dan Naomi untuk dijadikan sebagai pelacur-pelacurnya, tanpa melihat Paul yang telah membantingkan barang-barang berharganya ke lantai, seakan-akan, semua yang lelaki itu berikan tidak cukup untuk membuatnya puas. Gina masih ingin sesuatu yang lebih dan lebih, sampai dirinya merasa senang. Itulah yang terjadi jika seseorang berani meremehkanku, pikir Gina dengan menyeringai.


Dingin, udaranya semakin dingin. Paul sedikit menggigil saat kulitnya tersentuh udara dingin, apalagi ia sedang bertelanjang dada, memamerkan lekukan otot di perutnya yang berbentuk kotak-kotak, di sisi lain, ia hanya memakai celana kolor berwarna hitam setelah semua pakaiannya dilucuti dan dibantingkan ke lantai. Namun, rasa dingin itu sama sekali tidak membuat Paul terganggu, malah sebaliknya, ia jadi merasa kepanasan, sangat kepanasan. Ketika mendengar perkataan Gina Orcadelia yang menginginkan Cherry dan Naomi untuk dijadikan sebagai pelacur-pelacurnya, mengabaikan semua yang telah Paul berikan padanya.


Entah kenapa, amarah Paul jadi semakin membesar dan membesar, seperti kobaran api yang jadi semakin membara. Darahnya mendesir-desir, kepalan tangannya jadi semakin kuat, urat-urat di seluruh tubuhnya tampak menonjol, dua alisnya ditekan, dan matanya mendelik ke arah Gina Orcadelia dengan sangat marah. Atmsofirnya jadi tampak menegangkan.


"Apa kau gila?" Isabella menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak mengerti pada isi kepala muncikarinya, sampai menginginkan hal gila seperti itu. "Itu di luar kesepakatan kita, kau sudah menerobos jalurnya. Jangan memutuskan sesuatu yang tidak masuk akal. Ini tidak seperti dirimu yang biasanya, atau mungkin selama ini kau memang begitu? Haus terhadap hal-hal yang tidak semestinya?"

__ADS_1


"Isabella, aku tidak sedang berbicara denganmu! Lagipula, jika kau menentang keputusan lelaki itu, mungkin aku tidak perlu melakukan hal semacam ini! Tapi kau sama sekali tidak terlihat akan protes atau menolak, dari reaksimu saja, itu sudah membuktikkan kalau kau tidak peduli pada semua ini!" Gina Orcadelia melototkan matanya pada Isabella Melvana, dengan sangat tajam dan mengerikan. Kemudian, perhatian Gina kembali difokuskan ke Paul.


"Kuulangi sekali lagi. Kau tidak akan bisa menolak permintaanku, Tuan Paul. Tidak akan pernah bisa. Sebab, aku yang memegang kendali di sini. Bukan hanya itu. Kau dan aku, berada di posisi yang sama, kau menginginkan Isabella Melvana, dan aku menginginkan dua gadis itu, ini jadi terdengar seperti sistem barter, kan? Tidak masalah jika kau ingin mengambil kembali semua barang-barang berhargamu, lagi pula aku tidak membutuhkannya. Yang aku butuhkan hanyalah mereka." kata Gina sambil memandangi Cherry dan Naomi dengan penuh nafsu, seakan-akan mereka berdua adalah makanan yang paling lezat di dunia ini.


"Saya menolak!" Naomi mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, membuyarkan kefokusan Gina Orcadelia. Semua perhatian secara langsung tertuju ke arah Naomi. "Saya dengan berat hati, menolak keinginan Anda yang hendak menjatuhkan saya ke jurang pelacuran! Saya bukan perempuan hina yang menjual tubuhnya sendiri demi uang, harta, atau kepopuleran! Selain itu! Saya juga keberatan kalau Anda juga hendak menjatuhkan teman saya ke jurang pelacuran! Saya tidak akan membiarkan Anda melakukan itu! Saya tidak akan diam!"


"Barang taruhan sepertimu, tidak diperbolehkan berbicara, kau di sini tidak punya hak untuk berpendapat! Hanya Paul yang boleh melakukannya! Kalian berdua! Sangat dilarang!" Gina Orcadelia menampilkan raut wajah mengancam pada Naomi maupun Cherry, walau saat ini mukanya tampak basah terkena tetesan-tetesan darah kental yang mengalir dari rambutnya, karena jambakan yang dilakukan Cherry padanya. "Dan aku adalah Tuan Rumah di sini, yang artinya, aku punya kewenangan penuh. Dan di sini, posisi kalian berdua hanya sebagai tamu, tidak, sebagai barang, jadi lebih baik diam saja. Bukankah aneh jika sebuah barang bisa berbicara?"


"BAJINGAN!" Paul berteriak, suaranya terpantul-pantul di ruangan ini, menggema dengan sangat keras, membuat perhatian semua orang teralihkan ke sosok Paul. "Menjadikkan mereka sebagai pelacur-pelacurmu untuk menggantikkan sosok Isabella Melvana? Menganggap pertaruhan ini bakal dimenangkan olehmu? Menyebut Cherry dan Naomi hanya sebagai barang dan melarang mereka untuk berbicara, kau bilang?" Paul mendecakkan ludahnya jengkel. "JANGAN MIMPI KAU!" Paul berapi-api saat mengatakannya. "Sedikit pun, aku tidak akan pernah mau mengabulkan permintaanmu! Semua yang kau minta, tidak masuk akal! Aku bukan orang payah yang mau-mau saja diperintah oleh wanita brengsek sepertimu!"

__ADS_1


Paul mendatangi Gina Orcadelia yang sedang duduk di sofa, dengan penampilan bertelanjang dada, dan napas yang menderu-deru, seperti banteng yang akan mengamuk. Setelah sampai di hadapan Gina Orcadelia, Paul mengangkat kaki kanannya untuk menginjak permukaan sofa di samping kiri wanita itu, membuat posisi Gina jadi terpojokkan oleh Paul. Lalu, Paul menaruh siku lengan kanannya untuk bertumpu di paha kaki kanannya. Dan ia dekatkan kepalanya ke wajah Gina lalu bersuara dengan intonasi yang berbisik, disertai ekspresi wajah yang sangat menindas. "Berhentilah mengoceh hal-hal sampah lainnya, atau v*gin*mu akan kurobek sampai berantakan, bajingan."


Gina Orcadelia terbelalak mendengar ucapan Paul yang sangat kasar, tidak, bahkan lebih mengerikan dari kata-kata 'kasar'. Itu benar-benar mengerikan, Gina sampai mematung saat mendengarnya, seakan-akan tubuhnya diselimuti semen keras hingga tidak bisa menggerakkan badannya sama sekali. Itu adalah perkataan yang berhasil membungkam mulut Gina sampai tidak bisa berbicara lagi. Wanita itu tidak tahu harus berkata apa dalam menanggapi ancaman yang sangat mengerikan itu. Walau itu hanya sebuah gertakkan pun, Gina tidak ingin mendengarnya, karena terlalu mengerikan. Pada akhirnya, Gina hanya memasang ekspresi mata melotot dan bibir menganga, tanpa merespon ucapan Paul.


"Ah, sepertinya dia terguncang." kata Paul mengedikkan bahunya tak peduli. "Dasar lemah."


Perlahan-lahan tubuh Gina ambruk ke permukaan sofa, badannya jadi sangat lemas. Tampaknya yang Paul katakan benar, jiwa Gina Orcadelia saat ini telah terguncang oleh ancaman yang dibuat oleh dirinya, yang menurutnya sangat mengerikan, hingga kesadarannya hancur dalam seketika. Sementara itu, Isabella, Naomi, dan Cherry tampak kebingungan melihat Gina tiba-tiba tergelimpang ke sofa, padahal Paul tidak mendorong tubuh wanita itu sama sekali.


Sepertinya tiga perempuan itu tidak mendengar bisikan bernada ancaman yang diucapkan oleh Paul pada Gina Orcadelia, mungkin kalau mereka mendengarnya, mereka pun pasti bakal terguncang. Sebab kata-kata yang diucapkan oleh Paul terlalu brutal dan vulg*r. Bagi seorang perempuan, ketika nama alat kelaminnya disebutkan dengan jelas oleh seorang laki-laki, itu akan membangkitkan rasa kaget yang sangat besar, apalagi jika diucapkannya oleh seorang lelaki yang sedang telanjang dada seperti Paul, siapa pun akan terguncang.

__ADS_1


__ADS_2