Sekejap Berubah Gender

Sekejap Berubah Gender
Wedding Day


__ADS_3

Tok


Tok


"Cheri, bangun..."


Cherika bangun seketika, dia melihat jam yang berada di meja masih menunjukkan pukul 04.00. Masih pagi buta. Kenapa dia dibangunkan?


Apa ada kebakaran? Dia segera turun dari ranjang dan membuka pintu.


Cherika yang masih sangat ngantuk seketika terjaga sepenuhnya karena terkejut dengan adanya barisan orang di depan pintu kamarnya.


"Ada apa ini?" tanya gadis itu terkaget-kaget.


"Orang-orang yang dikirim calon suami lo buat mengurus keperluan lo," jawab Nathan yang masih menguap.


"Apa? Tapi kenapa sepagi ini?"


"Namanya juga mendadak nikah," jawab Nathan. "Gue balik tidur lagi," lanjut Nathan berlalu.


"Selamat pagi, nona Cherika," sapa seorang wanita tersenyum.


"Pagi," jawab Cherika kikuk. Dia mengelap sudut matanya takut ada yang menempel.


"Kami datang untuk membantu nona untuk bersiap."


"Bersiap?"


"Kami akan membuat nona Cherika menjadi princess di pesta pernikahan nona."


"Aku—"


Belum selesai Cherika berbicara para wanita yang berjumlah 10 orang itu segera mendorongnya untuk masuk kembali ke kamar dan menutup rapat pintu kamar kembali.


"A-apa yang akan kalian lakukan? Kenapa membuka bajuku?" terdengar pekikan Cherika.


"Hentikan! Aku bisa mandi sendiri!"


"Tolong!"


Dan begitulah nasib Cherika yang akan mendapatkan perawatan khusus dari ke 10 wanita itu.

__ADS_1


**


Karangan bunga yang rimbun dengan bunga-bunga pastel dan lilin antik menciptakan pemandangan romantis tepi laut yang indah. Suara hembusan gelombang air laut yang lembut membuat suasana semakin nyata.


Jika ditanya pesta pernikahan mereka diadakan di mana, jawabannya adalah di pulau pribadi yang sengaja dibeli khusus oleh Albert untuk pernikahan Chandika dan Cherika.


Para tamu undangan pun diberi akses jet pribadi untuk bisa menghadiri pernikahan putra tunggal Aldebaron. Tidak sembarang orang yang bisa hadir, kebanyakan dari mereka adalah rekan bisnis, keluarga, dan teman-teman dekat saja.


"Indah sekali..." gumam Cherika terkagum-kagum.


Cherika kini masih berada di dalam helikopter yang masih terbang diatas pulau, dia sangat terpukau dengan pemandangan di bawah sana. Dia tidak pernah bermimpi jika pernikahannya akan seluar biasa ini. Dika-nya memanglah yang terbaik sedunia. Belum lagi debaran jantungnya yang bertalu-talu.


Helikopter itu turun dengan perlahan dan mendarat sepenuhnya di pasir pantai yang berwarna putih.


"Hati-hati," kata Agust pada sang adik.


Cherika segera turun dengan dibantu Agust dan Malvin, ke dua kakak tertuanya itulah yang menemani dia menaiki helikopter. Dan ke 4 kakak laki-lakinya yang lain sudah sampai terlebih dahulu karena berangkat duluan dengan menggunakan jet pribadi.


Cherika mengenakan gaun berwarna putih dengan sentuhan bohemian yang cocok sekali dengan pesta pernikahan di pantai. Gaun dengan model yang tidak banyak detail namun tetap cantik, hanya terdapat detail lace yang simpel dan terlihat manis. Rambut hitam loose ponytail yang terlihat sederhana dan di lengkapi dengan flower crown untuk menambah kesan bohemian yang chic.


Benar-benar sangat cantik dan menawan.


Cherika berjalan menuju altar pernikahan dengan digandeng Agust dan Malvin yang berjalan disampingnya. Semua mata tertuju padanya, dia sangat gugup dan senang secara bersamaan. Cherika menatap Chandika yang juga menatapnya dengan senyuman. Jantung Cherika ingin meloncat seketika itu juga.


"Jagalah Cherika," kata Agust pada Chandika. Pria berkulit putih itu sudah dua kali mengatakan hal yang sama, sebenarnya dia masih tidak rela untuk melepas adiknya.


"Gue harap lo bisa selalu membahagiakan Cherika," ucap Malvin yang matanya sudah berkaca-kaca.


"Tentang saja kakak ipar, aku berjanji akan hal itu," jawab Chandika sungguh-sungguh.


Mereka langsung duduk di kursi yang sudah disiapkan di altar pernikahan. Penghulu sudah siap dan Agust yang akan menjadi wali nikah untuk Cherika.


Kamis, 3 Maret 2021. Chandika Leofic Aldebaron dan Cherika Nayyara resmi mengikat cinta mereka dengan sebuah tali pernikahan.


"Kamu cantik sekali, istriku," bisik Chandika pada Cherika yang berdiri di sampingnya.


Cherika merona seketika, sempat-sempatnya Chandika berbicara seperti itu disaat mereka sedang menyambut tamu undangan yang datang. "Kamu juga sangat ganteng... suami," balas Cherika berbisik.


"Su-su-suami?" Chandika menjadi gagap seketika, berniat menggoda Cherika tapi dirinya yang terkena batunya. Dia tidak menyangka Cherika akan membalas panggilannya.


Cherika tersenyum manis setelahnya.

__ADS_1


Chandika meraih tangan kanan Cherika dan dikecupnya punggung tangan itu. "Aku harap kamu tidak menyesal setelah ini, aku tidak bisa menjamin jika perjalanan kita akan mulus. Tapi aku berjanji untuk membuatmu bahagia dan melindungi kamu dari segala kesulitan yang akan kita hadapi kedepannya."


"Kita akan menghadapi kesulitan itu bersama, bukan? Aku pun akan melindungi kamu. Kita sudah melakukan janji pernikahan... untuk hal sedih dan sesulit apapun kita pasti dapat menghadapinya bersama," kata Cherika dengan binar kebahagiaan.


"Aku bersumpah akan hal itu."


"Untuk selamanya..."


"Hmm," Sebuah dehaman mengalihkan atensi ke duanya. "Maaf mengganggu kemesraan kalian," kata Alvis kikuk sendiri.


Pasangan suami-istri baru itu menatap Alvis dan Alice yang datang untuk membelikan ucapan selamat.


"Kakak cantik sekali," puji Alice langsung melepas genggaman tangannya dari sang kakak dan memeluk Cherika.


Cherika yang mendapat pelukan tersenyum. "Terima kasih. Kamu juga sangat cantik, Alice."


"Kakak tahu namaku?" tanya Alice yang sudah melepas pelukannya.


"Y-ya.." jawab Cherika gelagapan. Dia refleks memanggil nama Alice, padahal selama ini dia dan Alice tidak pernah bertemu kecuali saat dirinya berada di tubuh Chandika.


"Aku yang memberitahunya," Chandika yang tahu situasi langsung bertindak cepat.


"Oh begitu?" kilah Alice mengangguk. "Selamat atas hari bahagia kalian," ucap Alice setelahnya.


"Selamat menikah! Semoga istri lo tahan sama ngorok lo yang kenceng banget, bro!" celetuk Alvis dengan menepuk-nepuk bahu sepupunya.


"Enak saja! Aku tidak ngorok saat tidur," ketus Chandika. Sepupunya itu memang benar-benar mengesalkan.


Alvis hanya tertawa melihat respon kesal Chandika, ini adalah balasan untuk perkataan Chandika semalam. "Selamat untuk lo juga ya, Cher," sambung Alvis berniat memeluk Cherika tapi langsung Chandika halau.


"Jangan asal peluk istri orang," ujar Chandika dengan menyembunyikan Cherika di belakang tubuhnya.


"Haish, posesif sekali," kata Alvis memincingkan mata.


"Sudahlah, bang Alvis. Jangan menganggu pengantin baru terus. Ayo kita pergi," ucap Alice segera menarik kakaknya dan pergi.


Cherika mengelus punggung Chandika agar suaminya itu melupakan kekesalannya. "Jangan cemberut, kita harus menyambut para tamu dengan senyum," ujar Cherika mengingatkan.


Chandika mengangguk tapi tidak merubah ekpresi wajahnya. Sebenarnya bukan hanya Alvis yang membuatnya kesal, tapi tatapan para laki-laki yang sejak tadi menatap Cherika dengan tidak berkedip karena terpesona. Ingin sekali dia segera mengakhiri pesta pernikahan ini.


..."Transmigrate : Tubuh Yang Tertukar"...

__ADS_1


...SEASON 1...


..._End_...


__ADS_2