Sekejap Berubah Gender

Sekejap Berubah Gender
Season 2 : Jungle Chase


__ADS_3

Grep


Sebuah tangan tiba-tiba saja membungkam mulutnya. Cherika terkejut saat tahu siapa siempunya tangan itu.


Ludhe.


"Shtt," Ludhe mengisyaratkannya dia untuk diam.


Cherika menggangguk, dekapan tangan Ludhe pun terlepas.


Saat Ludhe mendengar pembicaraan Siska dan Cynderyn saat di belakang sekolah, dia bertekad untuk selalu menggagalkan rencana jahat Siska, sudah 3 hari ini dia memang mencari kesempatan untuk menyelamatkan Cherika. Mekipun yang menempati tubuh Cherika adalah jiwa Felix, tapi mau bagaimanapun tubuh yang ditempati Felix adalah milik Cherika.


Krak


Suara langkah kaki Ben yang semakin mendekat.


Ludhe bersiap-siap untuk melawan Ben.


Bugh


Pemuda blaster itu menendang dada Ben.


"Bajing-an!" umpat Ben saat menerima tendangan itu. Badannya terdorong ke belakang, untung saja dia bisa mengendalikan keseimbangannya.


"Ada pahlawan kesiangan, eh?" ucap Ben yang menatap Ludhe nyalang.


"Ini sudah malam, bukan kesiangan lagi," jawab Ludhe dingin.


"Cih, aku tidak perduli tentang itu. Mati saja kau!" seru Ben langsung menerjang Ludhe dengan memegang Belati.


Ludhe segera menghindar dan memukul tengkuk Ben dengan kencang.


Bugh


Ben tersungkar ke depan, Ludhe memanfaatkan itu untuk menginjak punggung Ben, hingga pemuda itu pingsan di tempat.


Ludhe tersenyum miring, ternyata pemuda yang tengah dia injak tidak sebegitu kuat. Jika tau begini dia tidak akan menunggu sampai 3 hari untuk menyelamatkan Cherika.


"Awas belakangmu!" seru Cherika yang melihat Siska ingin memukul kelapa Ludhe dengan bongkahan batu besar.


Bakh


Siska langsung memukul kelapa bagian belakang Ludhe, pemuda itu tidak sempat untuk menghindar.

__ADS_1


Ludhe langsung tidak sadarkan diri dengan kepala yang bocor.


Cherika menatap horor Ludhe. Jika saja dirinya masih punya sedikit tenaga pasti dia akan membantu Ludhe, tapi tenaganya sudah habis sepenuhnya, itu karena dia belum makan dan minum selama 3 hari ini, sisa tenaganya sudah dia kerahkan untuk pelariannya tadi.


Apa dia akan tertangkap lagi?


Siska mengambil belati milik Ben yang terlempar ke tanah, setelahnya dia mendekat pada Cherika.


"Memang seharusnya aku membunuh kamu, aku menyesal karena menuruti Ben yang ingin membiarkan kamu hidup," desis Siska dengan tatapan tajam.


"Matilah!" Siska segera mengarahkan belati itu untuk menusuk perut Cherika.


Namun, gerakan Siska terhenti, "A-apa ini? Kenapa aku tidak bisa bergerak?"


Tubuh Siska langsung terlempar ke belakang.


Bugh


"Arhgg!" pekik Siska kesakitan saat dahan pohon yang runcing menusuk tubuhnya, Siska menatap orang yang telah melakukan hal itu padanya.


"Cy-Cynderyn ka-kamu..." Siska langsung tewas dengan keadaan tubuh yang tertancap dahan yang runcing.


"Manusia bodoh, aku memanfaatkan bukan untuk membunuh putriku," kata Cynderyn menatap Siska yang masih melototkan matanya.


Kemudia Cynderyn mengalihkan tatapannya pada Cherika, "Putriku, Ellisha, apa kamu tidak kenapa-kenapa?"


"Kenapa kamu menatap ibu seperti itu, Ellisha? Padahal ibu kangen sekali padamu," ucap Cynderyn dengan tatapan sayu. "Ibu datang untuk menjemput kamu, ayo ikut bersama ibu."


"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu membawa Ellisha, Cynderyn," desis Cherika dengan tatapan berkilat marah.


Cynderyn terkejut mendengar itu, dia mundur ke belakang. "Ka-kamu Pangeran Feli... Uhuk," wanita tua itu tidak sanggup melanjutkan perkataannya, dia terbatuk dengan darah segar keluar dari mulutnya.


Itu adalah kutukan yang dia dapatkan karena sudah membunuh seorang pewaris kerajaan, dia akan merasakan kesakitan jika berdekatan dengan Felix, bahkan untuk menyebut namanya saja dia sudah merasa tercekik.


Karena itu Chyderin tidak bisa mendekati Cherika jika gadis itu sedang bersama Chandika, dia selalu menggunakan pion untuk menjalankan niat jahatnya.


Cynderyn tidak menyadari jika tubuh Chandika dan Cherika tertukar lagi, padahal rencananya sekarang adalah membujuk Cherika agar mau ikut bersamanya, ini memang sudah diatur olehnya, dia berpura-pura menjadi penyelamat untuk Cherika dan membawa jiwa Cherika ketika gadis itu luluh dengan bujukan.


Tapi rencananya gagal, dia terlalu bodoh karena tidak menyadari jika Felix-lah yang sedang menempati tubuh Cherika.


"Kembalilah ke duniamu, Cynderyn. Kamu jangan mengusik Cherika, ikhlaskan kepergian Ellisha," ucap Cherika menatap Cynderyn yang masih kesakitan.


"Aku tidak akan pernah mengikhlaskan kepergian Ellisha!" raung Cynderyn dengan amarah yang memuncak. "Kamu adalah pembunuh Ellisha, tidak sepantasnya kamu berkata seperti itu!"

__ADS_1


Cherika tersenyum miring, "Bukan aku yang membunuh Ellisha, dia terbunuh karena rasa dendam kamu, Ellisha tidak akan meninggal bersamaku jika kamu tidak mencoba memisahkan kita berdua."


"Pembunuh sebenarnya adalah kamu, Cynderyn. Kamu telah membunuh putrimu sendiri."


Cynderyn menjambak rambutnya dengan kencang, dia menggeleng untuk menolak kenyataan jika dialah penyebab Ellisha mengakhiri hidup, bahkan dengan tangannya sendiri dia membunuh Eros yang sudah dia anggap sebagai putranya. Dendam yang begitu besarlah yang membuat hatinya buta.


"Hiks... Itu tidak benar," isak Cynderyn terduduk dengan lemas.


Cherika menatap Cynderyn tanpa ekspresi, tapi tiba-tiba saja pandangannya mengabur dan menjadi gelap.


**


Chandika membuka matanya, dia segera bangkit dari posisi tergeletak di lantai.


"Kenapa aku di kamar?"


Chandika tercekat saat mendengar suaranya sendiri, "Aku kembali pada tubuh asliku?"


Pemuda itu memegang dadanya yang tertusuk belati, dia segera mencabut belati itu, darah menyembur dari sana, tapi dia tidak merasakan sakit sama sekali.


"Apa Cherika sengaja menusuk dirinya sendiri agar tubuh kita tertukar lagi?"


Ya, Cherika melakukan itu. Dengan menusuk jantungnya sendiri adalah cara agar tubuh mereka tertukar kembali, dan itu adalah satu-satunya cara agar Cherika mengetahui keberadaannya.


Dengan melakukannya gadis itu pasti merasakan sakit yang luar biasa dan hampir mati. Itulah mengapa Chandika tidak membiarkan mereka bertukar tubuh kembali. Namun, Cherika sangat nekat sekali.


Jiwa Cherika pasti sudah kembali ke tubuh aslinya sekarang, ini sangat berbahaya karena Cherika sedang bersama dengan Cynderyn di tengah-tengahnya hutan.


Chandika segera berlari keluar kamar untuk pergi ke tempat di mana Cherika berada, dia tidak memperdulikan keadaannya yang berlumuran dengan darah, dia ingin segera menolong Cherika.


Chandika tidak mau jika jiwa Cherika benar-benar akan di bawa oleh Cynderyn.


"Oh astaga! Chan ada apa dengan kamu? Kenapa kamu berlumuran darah?" tanya Aminta yang terkejut melihat putranya yang berlari menuruni tangga.


"Aku tidak apa-apa. Aku ingin pergi untuk mencari Cherika," jawab Chandika dengan ekspresi yang begitu khawatir.


"Cherika? Apa kamu sudah tau keberadaannya?"


"Ya, aku tahu," kata Chandika jujur.


"Aku pergi dulu, mami."


Setelahnya Chandika segera pergi dari kediaman Aldebaron dengan menaiki mobil untuk menuju tempat Cherika berada.

__ADS_1


Dia tahu tempat itu, bangunan tua di pinggir kota. Lagi pula dia bisa merasakan keberadaan Cherika, itu adalah kelebihannya.


_To Be Continued


__ADS_2