Sekejap Berubah Gender

Sekejap Berubah Gender
Back To Body


__ADS_3

"Terima kasih karena tidak menyakitinya."


Deg


Kedua mata berwarna coklat tiba-tiba saja terbuka lebar.


"Akh!" pekik gadis itu terbangun dengan paksa.


Dia refleks memegang dada kirinya, dia yakin jika tadi telah tertusuk tepat di jantung.


Namun, dia tidak merasakan sakit sama sekali. Dia bingung.


"Che-Cherika!" seru seorang pemuda dari arah pintu. Nathan sangat terkejut melihat adik perempuan telah sadar dari koma.


"Bang Nathan?" kilah Cherika, seketika dia terperanjat karena mendengar suaranya sendiri, dia langsung meraba tubuhnya.


'Gue kembali..' batin gadis itu tercekat. 'Kembali ke tubuh asli gue??'


"Huaaa Cherika lo sudah sadar," kata Nathan langsung menerjang tubuh mungil adiknya, pemuda itu menangis dengan haru.


Cherika hanya diam saja, dia masih bingung.


'Jika gue kembali ke tubuh asli gue, bagaimana dengan Chandika?'


**


"Eros," desis Chandika menatap tajam Ludhe. "Apa yang sedang kamu lakukan? Kamu menusuk Ellisha yang sedang di dalam tubuhku??"


Ludhe terkejut dengan perkataan Chandika.


"A-apa?" kilah Ludhe dengan badan yang membeku.


"Apa yang kamu pikirkan, Eros? Apakah Cynderyn memanfaatkan kamu?" tukas Chandika masih menatap tajam Ludhe.


"Apa yang kau bicarakan, Felix!" seru Ludhe yang sudah mengendalikan rasa terkejutnya, dia bangkit dan berdiri berhadapan dengan Chandika.


"Apakah kamu tidak tahu jika jiwaku dan jiwa Cherika tertukar? Yang telah kamu sakiti tadi adalah Cherika, reinkarnasi adikmu," ucap Chandika geram.


Ludhe merasa sebagian jiwanya hilang, dia lemas seketika. "Saya tidak tahu akan hal itu," ujar Ludhe dengan air mata yang mengalir, dia sangat menyesal. Dan sangat bodoh.


"Jiwaku dan Ellisha sudah terhubung, kami sudah melakukan kontrak untuk tidak terpisahkan sebelum kami meninggal bersama," jelas Chandika.


"Kalian sudah bertindak sejauh itu?" tanya Ludhe.


"Ya, kami saling mencintai."


"Tapi kau yang membunuh Ellisha," ucap Ludhe mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Sepertinya ingatanmu tidak sepenuhnya kembali," kata Chandika tersenyum miring.


Ludhe hanya diam, dia tidak tahu itu.


"Aku ingin sekali membunumu sekarang juga, tapi Ellisha pasti tidak akan menyukainya, dia sangat menyayangi dirimu sebagai kakaknya," lanjut Felix yang membuat Ludhe mendongak. "Bahkan saat Cherika tidak mengingat masa lalunya dia tidak bisa untuk menyerang balik dirimu."


Seketika kepala Ludhe berdenyut sakit, potongan beberapa ingatan berputar di otaknya. "Ugh..."


"Ap-apa yang telah saya lakukan?" gumam Ludhe setelahnya, dia merutuki kesalahan fatalnya. "Maaf..." ucap Ludhe yang dengan wajah pias.


"Simpan kata maafmu pada Cherika," ujar Chandika datar.


Dia yakin jika Cherika sudah terbangun di dalam tubuh asli gadis itu, selama koma dirinya sudah mengingat akan masa lalunya. Dan sangat tahu penyebab dia dan Cherika bertukar tubuh.


Mungkin dia sedikit bersyukur karena kejadian ini dia bisa kembali bangun.


Untung saja jantungnya tidak benar-benar berhenti, karena Cherika dengan tanpa sadar menggunakan sihir penyembuhan sebelum jiwanya pindah.


"Chandika!"


"Sebaiknya kamu pergi, Eros. Aku tidak mau jika sesuatu terjadi padamu. Bukannya aku perduli padamu, tapi karena aku tahu jika Ellisha tidak menginginkan itu," lanjut Chandika saat menyadari teriakan Alvis.


Dengan tubuh yang masih lemas, Ludhe segera bangkit dan bergegas pergi. Meninggalkan Chandika.


"Oh astaga!" seru Alvis ketika sampai di mana Chandika berdiri.


"Apa yang telah terjadi? Lo kenapa?" tanya Alvis dengan menatap horor Chandika, badan Chandika penuh dengan darah dan ada bekas luka tusukan di bagian dada.


"Aku baik-baik saja," jawab Chandika dengan menyeka mata kanannya yang terkena darah.


Alvis tidak percaya dengan jawaban sepupunya itu, bagaimana bisa pemuda itu baik-baik saja dengan keadaan yang kacau itu? Dan Alvis heran karena Chandika mengubah aksen bicaranya.


"Lo Chandika asli?" tanya Alvis hati-hati.


"Kamu tahu?" alih-alih menjawab Alvis, Chandika bertanya dengan rasa terkejut.


"Oh my, sepupu gue kembali," kata Alvis dengan haru. "Lalu di mana Cherika?" lanjut Alvis.


"Kamu tahu juga tentang pertukaran tubuh?" tukas Chandika tanpa menjawab pertanyaan Alvis lagi.


"Ya. Cherika yang memberitahu gue," jawab Alvis dengan mengangguk. "Jadi di mana Cherika?" tanya Alvis sekali lagi, dia khawatir dengan gadis itu.


"Dia sudah kembali ke tubuh aslinya," jawab Chandika apa adanya.


"Syukurlah," kata Alvis seketika tersenyum lebar menunjukan gigi kelincinya.


Chandika menatap tajam Alvis. Dia merasa jika Alvis menunjukan ketertarikan pada Cherika, gadisnya.

__ADS_1


"Cepat kembali, semuanya mengkhawatirkan lo, mami Aminta terluka," kata Alvis kemudian.


"Apa? Bagaimana bisa?" tanya Chandika dengan raut cemas, mau bagaimanapun dia sudah mengingat masa lalunya, Aminta tetap wanita yang sudah melahirkannya ke dunia ini.


Alvis segera menjelaskan kronologi pertunangan dan para penembak pada sepupu aslinya.


'Bisa-bisanya dia membuatku bertunangan dengan gadis lain,' batin Chandika tidak habis pikir dengan inisiatif Cherika.


"Chan, kamu kenapa? Siapa yang menusuk kamu?" tanya Jauzan ketika melihat Chandika yang datang bersama Alvis.


"Aku tidak melihat pelakunya, dia langsung melarikan diri," kata Chandika berbohong.


Wajah Jauzan mengeras, istri dan putranya terluka, dia harus mencari dalang dari kekacauan ini.


"Chan... hiks, kamu ke mana saja? Aku khawatir," kata Jane yang langsung memeluk Chandika.


"Lepas," kata Chandika melepas kasar pelukan Jane.


"A-apa?" Jane tercekat mendapat penolakan Chandika, selama ini pemuda itu tidak pernah menolak dan menepis pelukannya.


"Jangan sentuh aku," kata Chandika dengan tatapan tajam.


"Kenapa?" tanya Jane dengan mencicit, dia takut dengan tatapan si pemuda mullet. Dia heran kenapa Chandika mendadak bersikap berbeda kepadanya.


"Ayo kita ke rumah sakit. Lo juga harus segera diobati, Chan," sela Alvis yang mengetahui penyebab perubahan sifat Chandika. Dia menebak jika Chandika memang sudah tidak menyukai Jane, tindakan Cherika untuk membuat sepupunya bertunangan dengan Jane ternyata salah.


**


"Selama pengalaman saya dalam dunia medis, ini adalah kali pertama menemukan keajaiban ini. Cherika sudah baik-baik saja, pendaran dan cedera pada otaknya juga sudah sembuh, saya kira dia akan mengalami kerusakan pada saraf otak, ternyata tidak," jelas Dr. Philip dengan logat Melayu setelah selesai memeriksa keadaan Cherika yang sudah bangun dari keadaan koma.


Nathan yang mendengarnya tersenyum bahagia, dia tidak menyangka jika adiknya sudah baik-baik saja sekarang. Dia juga sudah menghubungi keluarga yang lain atas Cherika yang sudah terbangun dari koma. Dan disambut tangis bahagia.


"Terima kasih, dok," kata Nathan dengan masih tersenyum.


"Sama-sama, saya pamit dulu," ucap Dr. Philip langsung keluar dari ruang inap VIP Cherika.


Sepeninggal dokter, Nathan mengelus rambut hitam Cherika dengan sayang. Dia sangat bersyukur akan keajaiban yang Dr. Philip katakan.


"Bang Nathan," panggil Cherika menyadarkan Nathan.


"Ya?" jawab Nathan menatap penasaran adiknya.


"Cheri, ingin bertemu dengan Chandika," ujar Cherika yang membuat Nathan berhenti mengelus rambutnya.


"Lo masih saja mengingat cowok buaya itu?"


_To Be Continued_

__ADS_1


__ADS_2